Juli 2017
Minggu 30 Juli 2017 bertempat di Ruang Srikandi RM Margajaya Jalan Kemakmuran Margajaya Bekasi Selatan Jawa Barat berlangsung Gathering Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia (PMGI) bekerjasama dengan Menarini Group dan Cahaya Foundation dengan tema HIDUP BERKUALITAS DENGAN  MYASTHENIA GRAVIS.




Gathering dan Silaturrahim yang lebih merupakan kegiatan sharing antar sesama anggota ini, dihadiri oleh perwakilan dari RSUD dr. Chasbullah Abdul Madjid, perwakilan dari RS Hermina Bekasi Barat, dan perwakilan dari PT Transfarma Medica Indah sebagai produsen obat Mestinon. Juga mengundang dr. Serly, Sp.S yang merupakan dokter spesialis syaraf untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang Myasthenia Gravis dan sharing motivasi dengan ustadzah Tri Handayani, MA yang merupakan pendakwah, pendidik, motivator, penulis buku, dan duta kanker Indonesia yang mengidap 7 jenis penyakit kanker di tubuhnya.
Gathering Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia
Gathering Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia

Hadir sebagai pemateri selain dr. Serli Sp.S. juga dari pihak RSUD dan RS swasta yang menjelaskan kepada para pejuang Myasthenia Gravis dan keluarganya. Gathering ini juga dihadiri aktivis dan pemerhati kesehatan dari berbagai lembaga termasuk Komite Keperawatan, RSUD, lembaga penggiat kesehatan dan lainnya.

Dalam pemaparan ini dr. Serli Sp.S. menjelaskan banyak hal mengenai seluk beluk Myasthenia Gravis dan bagaimana keluarga dapat memahami karakter serta penanganan medis yang diambil.
"Pendekatan emosional dari keluarga sangat dibutuhkan, karena penyandang Myasthenia Gravis ini merasakan aktifitas kesehariannya serba tidak enak" jelasnya kepada sekitar 50an hadirin.

Gathering Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia
Gathering Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia
Eka Diah Purwanti dari Cahaya Foundation selaku panitia pelaksana mengapresiasi peran aktif keluarga dalam setiap kesempatan sesi tanya jawab diakhir penyampaian materi oleh nara sumber.
"Dalam suasana kekeluargaan seperti ini semua pihak yang terkait bertemu, segala pertanyaan yang mungkin telah lama tersimpan satu persatu disampaikan dan dijelaskan oleh yang berkompeten di bidangnya" ungkap Eka saat mendampingi Lusiana Mono Hevita selaku MC dalam acara ini.

Pukul 14.30 acara ditutup dengan tausiah dan motivasi dan doa bersama ustadzah Tri Handayani, MA.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi menyebutkan dalam pilkada 2018 nanti akan ada 209 ribu lebih pemilih pemula atau sekitar 20 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ada. 

Pemilih Pemula di Kota Bekasi Lebih 200 Ribu Jiwa

Anggota KPU Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilh dan Pengembangan SDM, Nurul Sumarheni, mengatakan Pemilih pemula tersebut ialah berasal dari kalangan pelajar SMA-SMK yang usianya mulai masuk 17 tahun. 
“Kalau lihat realnya aja sekolah SMA Negeri aja udah ada 22. Kalau asumsinya satu sekolah ada 700 siswa yang jadi pemilih pemula, dikali 22 itu berarti angkanya kurang lebih 209 ribu potensinya, itu belum di tambah sekolah Swasta,” ujar Nurul di Bekasi, Jumat (28/7). 

Dikatakannya, jumlah ini juga akan terus bertambah lagi pada pilpres tahun 2019 mendatang. Dimana penambahan tersebut diprediksi akan bertambah sekitar 100 ribu Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari pemilih pemula. 
“Amat disayangkan kalau di tahun 2013 lalu, jumlah partisipasi pemilih hanya 49 persen dari total DPT. Kita berharap, dengan para pemilih pemula yang totalnya mencapai 20 persen DPT ini bisa membantu mendongkrak presentasi parsipasi pemilih di tahun 2018 nanti,” ungkapnya.

 Pihaknya mengaku, sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Dinas Sosial untuk mendata potensi pemilih jelang Pilkada 2018. 
“Untuk pemilih pemula, kami koordinasi dengan Dinas Pendidikan, penyandang disabilitas dengan Dinas Sosial, dan Disdukcapil untuk pemilih umum,” kata Nurul. 

Nurul menambahkan, pihaknya saat ini tengah menunggu Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilihan (DP4) dari Kementerian dalam negeri. Data itu akan menjadi basis untuk mengetahui Daftar Pemilih Sementara (DPS) guna ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT). 
“Pemutakhiran data dari DP4 menjadi DPS sendiri akan dilakukan sekitar bulan Agustus seiring dengan pembentukan panitia khusus. Untuk itu, kami berharap Disdukcapil dapat menyelesaikan perekaman e-KTP sebelum panitia khusus melakukan pemutakhiran data agar validasi data bisa lebih optimal,” katanya. 

Sementara itu, Kepala Disdukcasip Kota Bekasi, Erwin Effendi memebenarkan telah berkoordinasi dengan KPU. Untuk mendata pemilih pemula, pihaknya akan melakukan roadshow ke sejumlah SMA/SMK. “Pemilih pemula itu biasanya kelas 1 atau 2 SMA. Kami akan datang ke sana untuk mendata calon pemilih pemula sekaligus sosialisasi pelaksanaan Pilkada oleh KPU,” tandasnya. [regional.kini.co.id]
Presiden Joko Widodo akan meluncurkan pendidikan vokasi industri. Peluncuran akan dilakukan di PT Astra Otoparts, kawasan Greenland Industrial Center Deltamas, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/7/2017).

 Presiden Lunncurkan Pendidikan Vokasi Industri Di Bekasi 

Hal ini sebagai implementasi Kementerian Perindustrian yang berupaya meningkatkan peran pendidikan kejuruan dan vokasi dalam menunjang penyediaan tenaga kerja agar sesuai kebutuhan di dunia industri. Kementerian Perindustrian menjadi tuan rumah dalam penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) lima menteri tentang pengembangan pendidikan kejuruan dan vokasi berbasis kompetensi yang link and match dengan Industri.

MoU itu berlangsung pada Selasa 26 November 2016. Lima menteri yang menandatangani MoU tersebut adalah Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartato, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno dan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Muhamad Natsir.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartato mengatakan, MoU ini merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

Penandatanganan ini juga implementasi dari arahan Presiden Joko Widodo pada rapat terbatas tentang pendidikan dan pelatihan vokasi.
"Untuk mewujudkan itu perlu dibangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, khususnya kementerian terkait untuk mendorong dan memfasilitasi terwujudnya link and match pendidikan dengan industri," kata Airlangga.

Tak hanya itu, dengan menghadapi era industri 4.0 yang melibatkan unsur digital dalam setiap rantai nilai proses manufaktur, para pekerja dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. "Kerja sama dan dukungan industri juga menjadi faktor penting terselenggaranya pendidikan kejuruan dan vokasi yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja," tutur dia.

Ia berharap industri bisa memberikan masukan terhadap kurikulum pendidikan sesuai dengan perkembangan teknologi, serta menyediakan fasilitas praktik magang bagi pelajar maupun guru. Dengan begitu, mereka bisa mengikuti perkembangan teknologi industri terkini. [lampost.co]
Geram ada buruh ditahan 3 hari di dalam Pabrik, DPRD Sidak malam hari ke PT.Arta Boga Cemerlang


SINGKAP BEKASI. COM - Miris nasib yang dialami 5 buruh PT.Arta Boga Cemerlang yang beralamat di Jl.Kruing 2 Kawasan Industri Delta Silicon Cikarang, niat bekerja sesuai jam kerja, berbuah penahanan tidak boleh pulang 3 hari dari hari Senin  24 Juli 2017 sampai dengan hari ini dan tidak diijinkan pulang. Berbekal tindak lanjut laporan dari Sdr.Turangga Cakraudaksana LSM Benteng Bekasi, DPRD lakukan sidak ke lokasi perusahaan, Rabu malam (26/07/2017.)

Lima buruh PT.Arta Boga Cemerlang bernama Samsudin, Darmawan, Agus, Didi dan Jamal, ditahan dan tidak diperbolehkan pulang oleh Pihak Perusahaan. Belum jelas diketahui apa penyebab buruh sampai ditahan selama 3 hari kerja ini. Pengaduan ini menyulut emosi DPRD Kabupaten Bekasi, geram dengan pengaduan yang ada, meski malam hari DPRD lakukan sidak ke lokasi pabrik. Sidak dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, Sunandar, tampak hadir dalam sidak tersebut Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi Anden, dan 2 (dua) Anggota Komisi IV Nyumarno dan Nurdin Muhidin.

Geram buruh ditahan 3 hari di dalam Pabrik, DPRD kab.Bekasi Sidak malam hari ke PT.Arta Boga Cemerlang

Sebelum sidak, pimpinan dan anggota DPRD berkumpul di Mc D Lippo Cikarang, bersama para pelapor LSM Benteng Bekasi, Staff Komisi IV, dan beberapa rekan pers/media sambil berkomumikasi dengam pihak kepolisian.

Salah satu anggota DPRD yang ikut sidak, Nyumarno geram saat dilokasi, apapun alasannya tidak dapat dibenarkan penahanan terhadap buruh di dalam pabrik, apalagi sampai berhari-hari. Kerja ada aturannya, 8 jam per hari, kalau lembur juga ada aturan mainnya, harus ada kesepakatan antara Pekerja dan Pemberi Kerja, ungkapnya.

Nyumarno menambahkan, ini tindak pidana lho, menurut pasal 333 KUHP, yaitu “barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum merampas kemerdekaan (menahan) orang atau meneruskan tahanan itu dengan melawan hak”, ancamannya bisa pidana sekurang-kurangnya 8 hingga 12 tahun penjara. Ini harus diproses hukum, pelakunya, pemberi kerjanya, pemilik pabriknya semua bisa kena ancaman pidana, ungkap Nyumarno dengan geram.
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meminta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kabupaten/kota di seluruh Jawa Barat mempercepat perekaman data untuk pembuatan KTP elektronik. Deddy mendorong agar perekaman data bisa dituntaskan tahun ini.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar
Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar
Deddy mengatakan perekaman data KTP elektronik menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam rangka menyambut pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018. Pasalnya, kata dia, KTP elektronik sangat berpengaruh pada pemilih yang akan menggunakan hak suaranya.

Dia berharap dapat terjalin komunikasi dan koordinasi yang lebih erat dan sinergis antara Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota dengan Dinas Provinsi serta Direktorat Jenderal Kemendagri. Ini bertujuan agar dihasilkan solusi terbaik untuk mengatasi kendala-kendala yang ada di lapangan secara bersama-sama.

Berdasarkan data konsolidasi bersih (DKB) per 31 Desember 2016, tercatat jumlah penduduk Jawa Barat sebanyak 43,74 juta jiwa. Sedangkan daftar penduduk potensial pemilih pemilihan (DP4) untuk pilkada serentak 2018 di 16 kabupaten/kota dan satu provinsi, yaitu sebanyak 31,76 juta orang. Terdiri dari 16,08 juta pemilih pria dan 15,68 juta pemilih wanita. 

"Artinya, terdapat lebih dari 72 persen penduduk yang akan menjadi pemilih dalam pilkada serentak tahun 2018 di Jawa Barat," ujarnya, Selasa (25/7).

Hingga Februari 2017 masih terdapat sekitar 1,37 juta penduduk wajib KTP yang belum melakukan perekaman KTP elektronik. Sedangkan yang belum dicetak KTP elektroniknya sebanyak 1,43 juta orang. Ada pula datanya tidak tunggal dan sebagian gagal rekam, serta datanya masih dalam proses penunggalan.

Pilkada serentak 2018 di Jawa Barat akan diikuti oleh 16 kabupaten/kota yang meliputi enam kota, yaitu Bandung, Bogor, Cirebon, Sukabumi, Banjar, dan Bekasi, serta 10 kabupaten yaitu Bogor, Purwakarta, Sumedang, Subang, Bandung Barat, Kuningan, Majalengka, Cirebon, Garut, dan Ciamis. Selain itu adapula pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat periode 2018-2023.

"Oleh karenanya perekaman KTP elektronik ini harus segera dituntaskan," kata dia.

Kepala Dinas Dukcapil Jawa Barat, Abas Basari, mengatakan masih banyaknya penduduk Jawa Barat yang belum melakukan perekaman karena terbatasnya sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana tersebut meliputi jumlah mesin pencetak yang masih belum sesuai kebutuhan, alat perekam banyak yang tidak berfungsi, terbatasnya sumber daya manusia dari segi kualitas dan kuantitas, terbatasnya anggaran, serta sering terjadinya gangguan jaringan dan pendistribusian blanko.

Abas pun berharap perekaman di tingkat kota/kabupaten bisa segera dituntaskan. Dia mendorong disdukcapil kota/kabupaten untuk menjemput bola melakukan perekaman penduduknya. [republika]
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendy mengatakan akan merencanakan Kota Bekasi sebagai Kota yang Layak Anak. Persiapan yang telah dilakukan Pemkot Bekasi, kata dia adalah memepersiapkan sarana dan prasarana, terutama pembangunan tempat-tempat berekspresi anak seperti taman bermain.

Kota Bekasi Rencanakan Bangun 1000 Taman Demi Kota Layak Anak

Dia mengatakan, rencana Kota Layak Anak telah dibuat sejak lama, namun hingga kini belum dapat terwujud. Terkait jaminan perlindungan anak, dia mengatakan telah menugaskan Satuan Tugas yang fokus untuk mencegah terjadinya kekerasan pada anak. Menurut dia, Satgas tersebut sudah cukup efektif dalam mengurangi kasus kekerasan pada anak, mengingat saat ini kerap terjadi kasus kriminal yang melibatkan anak usia dini. 

"Sudah ada satgas. Kalau nggak ada lebih parah lagi," ujar dia.

Menurut dia, terkait struktur, Kota Bekasi sudah meraih sekitar 60 hingga 70 persen, namun hal yang perlu diperbaiki adalah perilaku dan kebiasaan masyarakat. Dia menjelaskan, rencana Kota Bekasi sebagai Kota Layak Anak akan merujuk kepada beberapa wilayah yang telah terlebih dulu menerapkannya, seperti Surabaya, Bali dan Solo.

Dengan menjadikan Surabaya sebagai rujukan, Rahmat mengatakan telah mengusulkan pembangunan 1000 taman layaknya yang telah dilakukan Kota Surabaya. Meskipun saat ini, kata dia hanya beberapa taman saja yang sudah dibangun. Dia menyatakan akan memulai persiapan Kota Layak Anak pada tahun ini, namun kemungkinan akan rampung pada 2018 nanti. 

"Harus seperti itu, kan saya udah canangkan tuh seribu taman. Sekarang baru beberapa, kan korelasinya ke sana. Tapi buat mewujudkan itu kan susah, bertahap," kata dia. 
[REPUBLIKA]
Kegiatan baksos pengobatan gratis PT CL Tbk
CIKARANG UTARA bekasitoday.com-Sudah menjadi komitmen PT Cikarang Listrindo (CL Tbk) untuk selalu bersinergi dengan masyarakat sekitar perusahaan, salah satunya dengan cara melakukan bakti sosial dalam bentuk pengobatan gratis kepada masyarakat sekitar perusahaan secara berkesinambungan.

Atas dasar itulah, PT CL Tbk kembali melakukan aksi bakti sosial untuk periode bulan Juli 2017. Dimana kegiatan ini merangkul Puskesmas Mekarmukti sebagai tim medis, Babinsa dan Bimaspol sebagai keamanan dan aparat Desa Wangunharja sebagai pelaksana.

"Kegiatan kali ini dilakukan di rumah pak H Sukriah, salah satu warga Desa Wangunharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Kegiatan kali ini dihadiri oleh 95 (sembilan puluh lima) pasien yang melakukan pemeriksaan, termasuk pemeriksaan Gula Darah 22, Kolesterol 22 dan Asam Urat 18, "ujar Yohanes Siahaan, SH, Legal & Gov.Rel Spesialist PT CL Tbk ketika di temui di kantornya, Rabu (26/7).

Menurutnya, Bakti Sosial ini merupakan komitmen dari PT.CL Tbk terhadap program Corporate Sosial Responsibility (CSR).

"Kegiatan pengobatan gratis ini dilakukan karena kami ingin terus bersinergis kepada warga masyarakat disekitar perusahaan berada, "terang pria yang akrab di sapa bang Anes ini.(*)

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot




KPU Kabupaten Lebak Studi Banding ke KPU Kabupaten Bekasi

Jelang pelaksanaan pilkada 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lebak melakukan studi banding ke KPU Kabupaten Bekasi. Turut ikut juga, unsur kepolisian, TNI dan dinas pendidikan Lebak.

Ketua KPU Lebak, Ahmad Saparudin menilai, KPU Kabupaten Bekasi berhasil menyelanggarakan pilbup dengan kondusif.

"Kita ingin belajar dari KPU Bekasi yang suskses menyelenggarakan pilbup tanpa ada gugatan, konflik, dan tingkat partisipasi pemilihnya pun tinggi," kata Saparudin, Rabu (26/7/2017).

Komisioner KPU Lebak, Cedin R. Nurdin menilai, studi banding sangat penting dalam menghadapi pilkada.

"Banyak regulasi yang berbeda dari pilkada 2013, untuk itu semua pihak termasuk KPU perlu belajar kepada yang sudah melaksanakan,"  jelasnya.

Studi banding tak hanya diikuti oleh KPU melainkan beberapa unsur lain, mengingat pilkada bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab KPU

"Semua pihak punya andil menyukseskannya terutama wartawan," ucap Cedin.

Ketua KPU Kabupaten Bekasi, Ihdam kholik menyampaikan terima kasih atas kunjungan KPU Lebak. Kata Idham, suksesnya penyelenggaraan pemilu karena proaktifnya KPU dengan semua pihak termasuk dengan pasangan calon dan tim pemenangan

"Kuncinya silaturahmi, komunikasi dan jemput bola untuk suksesnya pilkada," terang Idham.

"Kita roadtour, merangkul dan mengajak media, serta selalu menjalin komunikasi dengan muspida. Yang terpenting adalah cepat menindaklanjuti ketika ada temuan," jelas Idham.(Nda) [bantenhits]
Sebanyak 140 siswa Sekolah Menengah Atas Negeri 18 Kota Bekasi, Jawa Barat, menjalani aktivitas belajar mengajar secara lesehan akibat ketiadaan meja dan kursi.

140 Siswa SMAN Di Bekasi Belajar Di Lantai


"Mereka adalah siswa kelas X yang terpaksa mengampar di lantai untuk belajar sejak sepakan lalu saat tahun ajaran baru dimulai Senin (17/7)," kata Wakil Kepala Urusan Sarana dan Prasarana SMAN 18 Arenjaya, Elfi Suyanti, di Bekasi, Selasa.

Menurut dia, sekolah yang berlokasi di Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Timur itu belum dilengkapi kursi dan meja sebagai pendukung aktivitas belajar. 

Pihak sekolah selaku pengelola tempat pendidikan itu bahkan tidak mampu membeli karpet atau tikar sebagai alas siswa belajar di kelas.

"Ada empat kelas atau rombongan belajar yang belum dilengkapi fasilitas meubeler. Keempat itu adalah kelas X IPA 1, X IPS 1 sampai X IPS 3. Hal ini dialami oleh sekitar 140 siswa dengan asumsi satu kelasnya terdapat 35 pelajar," katanya.

Dia mengaku telah mengajukan kebutuhan itu ke Provinsi Jawa Barat selaku pemegang kendali terhadap SMAN/SMKN di Jawa Barat. 

"Namun belum direspons," katanya.

Elfi berharap, agar Pemerintah Kota Bekasi dapat turun tangan bila provinsi belum juga melengkapi fasilitas meubeler mengingat tingkat kebutuhan siswa yang mendesak. 

Skema pemberiannya, kata dia, bisa melalui hibah dari pemerintah kota ke sekolah. 

"Kita berharap pemerintah kota membantu mengatasi hal ini, karena kasihan anak-anak belajar tanpa kursi dan meja," katanya.

Salah seorang murid X IPS 2, Octavia Hotmauli (16), mengatakan para siswa terpaksa urunan untuk membeli kebutuhan karpet belajar di ruang kelas.

"Teman-teman sudah mengumpulkan uang sekitar Rp400 tibu untuk membeli karpet dan peralatan lain seperti sapu, pengki dan kain pel," katanya.

Octavia mengatakan, belajar di sekolah tanpa dilengkapi meubeler sangat menyulitkan siswa untuk meresapi materi pelajaran yang disampaikan guru. 

"Pinggang saya pegal dan bokongnya sakit, belajar tanpa meubeler juga membuat kita mengantuk," katanya.

Editor: Tasrief Tarmizi (Antara)
HINGGA saat ini kasus dugaan penyelewengan pembangunan Jembatan Bagedor di Kecamatan Muaragembong belum ada kejelasan. Proyek pembangunan jembatan yang menelan anggaran Rp5,6 miliar tersebut mendapat perhatian elemen masyarakat dan wakil rakyat.

Anggota DPR RI Desak Penyelesaian Tuntas Kasus Jembatan Bagedor

Anggota Komisi III DPR RI, Daeng Muhammad, mendesak agar penegak hukum segera mengusut tuntas kasus tersebut. Pihak kepolisian dan kejaksaan segera mengambil langkah dalam pencegahan maupun pemberantasan tindak pidana korupsi yang merugikan negara.

“Saya meminta kepolisian maupun kejaksaan segera mengambil langkah-langkah untuk mengusut tuntas kasus tersebut,” katanya.

“Jangan sampai ada dugaan kasus korupsi di Kabupaten Bekasi yang terkesan mandek. Terlepas apakah ditangani oleh kejaksaan maupun kepolisian, silakan saja penegak hukum berkoordinasi. Yang penting kasusnya bisa ditangani dengan baik dan profesional,” lanjutnya.

Sebelumnya, penanganan kasus dugaan penyelewengan pembangunan Jembatan Bagedor di Kecamatan Muaragembong membuat masyarakat Kabupaten Bekasi kebingungan. Pasalnya, sampai saat ini pihak Polres Metro Bekasi belum menerima surat limpahan dari Polda Metro Jaya terkait penanganan perkara tersebut.

Kapolres Metro Bekasi, Kombespol Asep Adisaputra, mengaku sampai saat ini pihaknya belum menerima limpahan penanganan kasus tersebut secara resmi dari Polda Metro Jaya.

“Belum jelas limpahannya, tanyakan dulu suratnya mana,” katanya.

Pihaknya juga mempertanyakan jika ada pernyataan yang menyebut pengananan kasus jembatan tersebut dilimpahkan ke Polres Metro Bekasi. Karena kata dia, sampai saat ini belum mendapat instruksi untuk menangani kasus tersebut.

“Kata siapa? Pangkatnya apa? Bagian apa?,” tanyanya.

Kata Asep, sejak awal kasus Jembatan Bagedor ditangani Polda Metro Jaya.

“Jembatan Bagedor itu ditangani polda ya,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombespol Argo Yuwono, mengatakan belum bisa menjelaskan kepada publik jika dalam perkara yang ditangani pidana korupsi. Alasannya, dikhawatirkan akan mengganggu proses penyidikan.

“Kalau tipikor kita nunggu P21 baru bisa kita jelaskan, nanti saya cek dulu ya sudah dilimpahkan atau belum ke Polres Metro Bekasi,” ucapnya saat dihubungi Radar Bekasi beberapa waktu lalu.

(dho/pj/gob) - Gobekasi.
Kapolsek Babelan Kompol Suriyat SH
saat hadiri halal bihalal MUI di Ponpes Attaqwa
BABELAN bekasitoday.com-Kepala Kepolisian Sektor Babelan Kompol Suriyat. SH, hadiri halal bi halal dan silaturahmi keluarga besar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi, bertempat di Halaman Masjid At-Taqwa Pusat Komplek Pondok Pesantren At-Taqwa di kampung Ujung Harapan, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (22/7).

Kegiatan tersebut di hadiri oleh Ketua MUI Provinsi Jawa Barat Prof. Dr. H. Achmad Syafei. MA, Ketua MUI Kabupaten Bekasi KH. Nurul Anwar. Lc, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, Wakil Bupati Bekasi Bpk. Eka Supriatmaja. SH, Anggota DPRD Prov Jawa Barat Dr. H. Abdul Jabar, Camat Babelan Drs. Surya Wijaya. MM, Kapolsek Babelan Kompol Suriyat. SH, Danramil Babelan Kapten Infanteri M. Sulemi, Kepala KUA Kecamatan Babelan dan seluruh Dewan guru Ponpes attaqwa.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Kabupaten Bekasi KH. Nurul Anwar. Lc, mengatakan dengan acara halal bihalal ini semoga silaturahmi ulama dan umaro tetap dapat bersinergi, karena dengan terjalinnya kerjasama antara ulama dan umaro umat menjadi baik.

"Jika umaro punya rakyat maka ulama punya umat, Kedepan acara ini akan terus dilaksanakan setiap tahun dengan berpindah dari satu pesantren ke pesantren lainnya yang ada di Kabupaten Bekasi, "ujaarnya.

Sementara,Kepala Kepolisian Sektor Babelan Kompol. Suriyat. SH, Mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat utamanya para Tokoh Agama, tokoh masyarakat atas sinergitas kamtibmas diwilayah. yang telah bahu membahu untuk menciptakan rasa aman dan kondusif diwilayah hukum Polres Metro Bekasi (Polsek Babelan).

"Apabila ditemukan permasalahan kamtibmas diwilayah silahkan untuk menghubungi kami, "pungkasnya.(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
3 karakter Penting Generasi Muda Bekasi Menurut Bang Jamaludin SH
Jamaludin SH, tokoh pemuda dan aktivis pendidikan Bekasi
Yayasan Nurul Yaqin Desa Sukatenang Kecamatan Sukawangi pada hari Jumat 21 Juli 2017 telah melaksanakan Kemah MPLS (masa pengenalan lingkungan sekolah) di Rumah Pelangi Bekasi Sukawangi.

Dalam kesempatan kemah MPLS bersebut Bang Jamaludin S.H. selaku pembina TBM Rumah Pelangi Bekasi mengaku senang dapat mengisi materi sesi motivasi setelah acara api unggun.
"Saya senang bisa berkenalan dengan adik pramuka dan melihat langaung wajah-wajah bersemangat muda para generasi penerus bangsa ini" ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut Jamaludin yang kerap mengikuti kegiatan-kegiatan kepemudaan ini menyampaikan 3 karakter penting yang sudah seharusnya dimiliki para generasi  muda agar siap menerima tanggung jawab dari generasi sebelumnya.

3 karakter itu diuraikan panjang lebar dalam materi motivasi malam api unggun kepada seluruh peserta kemah MPLS Orientasi siwa baru. 3. karakter itu adalah, pertama tentang percaya diri, hal ini sangat penting ditanamkan dalam kepramukaan ataupun dalam proses pendidikan formal dan non-formal. "Karena dengan rasa percaya diri seseorang tidak takut mencoba berbuat  hal-hal baru yang positif, di samping itu percaya diri juga sering menjadi masalah dalam SDM kita", jelas konsultan hukum yang sehari-hari berpraktek di Jakarta ini.

Hal yang kedua adalah unsur keberanian. Tentu sangat penting rasa percaya diri didampingi dengan keberanian yang cukup, karena untuk melakukan sesuatu diperlukan keberanian. Jika karakter berani tertanam dalam jiwa para pemuda ini tentunya banyak hal yang dapat dicoba untuk menambah nilai pengalaman mereka.

Yang ketiga atau yang  terakhir adalah faktor kemampuan.
"Kemampuan ini penting sebagai tolak ukur dari rasa percaya diri dan keberanian tersebut, jadi kemampuan adalah pembuktian bahwa seseorang mempunyai rasa percaya diri dan keberanian" tutup pemuda kelahiran aktivis pendidikan dan kepemudaan di Sukawangi Bekasi ini.

Menurut Jamaludin minimal ketiga karakter tersebut yang harus ditanamkan dalam setiap diri peserta pramuka malam ini untuk menerjemahkan Dasadarma Pramuka.
H Rojih
Ketua PGRI Cabang Babelan
BABELAN bekasitoday.com-Ratusan guru yang tergabung dalam anggota serta pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Babelan lakukan acara halal bihalal, yang bertempat di gedung PGRI Babelan, Sabtu (22/7).

Terlihat dalam acara halal bihalal tersebut, H Agus Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), H Rojih Ketua PGRI Cabang Babelan, Namah Kepala UPTD Pendidikan Babelan, Seluruh Kepala Sekolah SD Negeri Kecamatan Babelan, serta para guru yang tergabung dalam PGRI Cabang Babelan.

Sementara, H Rojih, Ketua PGRI Cabang Babelan ketika di konfirmasi kepada bekasitoday.com mengatakan, kegiatan halal bihalal ini sekaligus untuk menjalin silaturahmi antar anggota PGRI, dimana dengan bersilaturahmi akan terciptanya solidaritas antar pengurus serta anggota PGRI khususnya di Cabang Babelan.

"Walaupun Idul Fitri 1437 H sudah berlalu kurang lebih satu bulan lalu, tetapi rasa idul Fitri itu sangat terasa, ketika kami para guru saling bersalam-salaman untuk bermaaf-maafan, semoga kita kembali ke Fitri, seperti pakaian yang bersih dan tidak ada noda, "ujarnya.

Menurutnya, silaturahmi antar guru yang ada di PGRI Cabang Babelan ini bukan hanya pada saat acara halal bihalal saja, setiap hari juga kita sering silaturahmi.

"Silaturahmi kami para guru bukan hanya ketika halal bihalal saja, setiap hari-pun kita selalu berkordinasi dan bersilaturahmi, walaupun tidak kumpul bareng, dan alhamdulillah saat ini kita bisa kumpul bareng untuk bersilaturahmi,(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
Jamaluddin SH
SUKAWANGI bekasitoday.com-Menanggapi banyaknya nama kampung berubah jauh dari konteks frase maupun substansinya, di kritik pedas oleh Aktivis Pemuda Bekasi.

"Perubahan nama ini merupakan sebuah "Penjajahan Identitas" terhadap kearifan lokal. Bahkan cenderung tanpa kita sadari hal tersebut sebagai salah satu bentuk pelanggaran HAM, oleh karena Identitas adalah merupakan hak dasar yang dianggap dalam hukum Internasional, "ujar Jamaluddin SH saat di temui di kediamannya, Kamis (20/7).

Lebih lanjut dirinya mengatakan, berkaitan dengan hal tersebut, lantaran masih sangat lemahnya peran Pemerintah dalam menjaga identitas kearifan lokal, alih-alih mengejar pembangunan infrastruktur tapi melabrak sebagian besar kekayaan lokal yang sudah tumbuh sejak lama.

"Sebagian masyarakat yang berperan aktif dalam issue ini menilai diperlukannya pembuatan central museum khususnya di daerah Bekasi Raya, tentunya hal tersebut sangat penting sebagai bentuk upaya menjaga dan proses asset management kekayaan lokal di Bekasi, ada satu hal penting dan serius yang harusnya diambil oleh eksekutif bersama legislatif untuk bagaimana membuat aturan perlindungan terhadap kekayaan identitas kearifan lokal ini, "terang pria yang akrab di sapa bang Jamal ini. (*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
Suasana pagi dalam acara Kemah Orientasi SMK 03 Attaqwa Babelan di Rumah Pelangi Bekasi
Suasana pagi dalam acara Kemah Orientasi SMK 03 Attaqwa Babelan
Rabu siang 19 Juli 2017 di Lapangan Rumah Pelangi Bekasi Sukawangi yang dikelilingi kawasan persawahan warga tampak beberapa kelompok siswa sedang memunguti sampah dipandu kakak-kakak pembinanya. Di lapangan tersebut akan didirikan beberapa tenda untuk acara orientasi siswa baru SMK 03 Attaqwa Babelan Rabu - Kamis tanggal 19 -20 Juli 2017.

SMK Attaqwa 03 Babelan melaksanakan Kemah Orientasi Murid Baru di Rumah Pelangi Bekasi
Serah terima buku dari SMK Attaqwa 03 Babelan kepada Nana mentor Bahasa Jepang di Rumah Pelangi Bekasi
Acara kemah orientasi yang diikuti sekitar 60 orang ini terdiri dari siswa kelas 10, 11 dan 12 serta dari unsur guru, pembina pramuka dan simpatisan dari relawan Rumah Pelangi Bekasi dan lain-lain.

"Kemah orientasi siswa ini masih dalam rangkaian pengenalan lingkungan sekolah, bina akrab antara siswa dan silaturahim" ungkap Arief Surahman salah seorang guru pendamping kegiatan menjelaskan.

Kemah orientasi ini juga ditujukan sebagai belajar di luar ruangan dan pengenalan kegiatan kepramukaan.
"Kemah orientasi ini merupakan pembelajaran banyak materi ekstra kurikuler dan pendidikan karakter siswa. Di sini kami belajar tentang disiplin, tanggung jawab, pembinaan mental, kerja sama tim, dan motivasi" jelas Pak Marfudin, salah seorang guru dari SMK Attaqwa 03 Babelan.

Kegiatan ini juga diharapkan akan melatih kepekaan siswa pada kondisi dan situasi di lingkungan mereka.
"Sengaja kami memilih berkemah di Rumah Pelangi ini agar siswa kami dapat melihat dan belajar banyak hal, utamanya kreativitas dan kepedulian lingkungan seperti yang dilakukan warga Babakan Kali Bedah ini dengan mendirikan Taman Bacaan Masyarakat Rumah Pelangi" jawab Arief saat ditanyakan mengapa memilih melaksanakan kegiatan kemah orientasi di Rumah Pelangi Bekasi di Kecamatan Sukawangi Bekasi.

SMK Attaqwa 03 Babelan melaksanakan Kemah Orientasi Murid Baru.
Siswa Siswi SMK Attaqwa 03 Babelan peserta Kemah Orientasi 
Dikatakannya jika warga masyarakat ada yang putus sekolah atau ingin melanjutkan sekolah, SMK Attaqwa 03 selalu terbuka bagi warga masyarakat yang ingin belajar.

"Ya jangan sampai karena tidak diterima di sekolah negeri lalu berhenti sekolah, pendidikan itu penting dan masa depan Bekasi adalah tanggung jawab para pemuda sebagai generasi penerus, karenanya mereka harus berpendidikan", ujar Arief ketika selesai acara serah terima sumbangan buku  dan cat untuk Rumah Pelangi Bekasi.
Camat Babelan Pilih Posyandu Wangi Melati Dalam Lomba Tingkat Kabupaten

BABELAN bekasitoday.com-Posyandu Wangi Melati yang berada di komplek perumahan Taman Kebalen, Kelurahan Kebalen RW027, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, dipilih untuk di lombakan oleh Camat Babelan untuk mengikuti lomba posyandu mewakili Kecamatan Babelan ditingkat Kabupaten Bekasi tahun 2017.
"Kami sengaja memilih posyandu Wangi Melati untuk mewakili kita di lomba posyandu tingkat Kabupaten Bekasi tahun 2017, karena kami menilai posyandu Wangi Melati sangat layak untuk diikut sertakan dalam lomba posyandu tahun 2017 ini,  "ujar Drs H Surya Wijaya MM, Camat Babelan, Rabu (19/7).

Terpisah, Yeli Ketua Posyandu Wangi Melati saat di konfirmasi mengatakan, kami di tunjuk oleh pihak Kecamatan dalam hal ini camat Babelan untuk menjadi peserta lomba posyandu tingkat Kabupaten Bekasi tahun 2017.
"Mudah-mudahan posyandu Wangi Melati yang di percayakan oleh pihak Kecamatan Babelan, dapat menang, walaupun ini baru kali pertama kami mengikuti lomba posyandu tingkat Kabupaten Bekasi, "terangnya. 

Camat Babelan Pilih Posyandu Wangi Melati Dalam Lomba Tingkat Kabupaten

Sementara dalam sambutan Bupati Bekasi yang di bacakan oleh Soegiana, Kabid Kelembagaan dan Partisipasi Pengembangaan Masyarakat mengatakan, perlombaan posyandu ini kami anggap penting, dan merupakan salah satu bentuk atau model dalam upaya untuk mengetahui efektifitas tingkat perkembangan dan layanan posyandu.
"Kita ketahui bersama bahwa kegiatan perlombaan posyandu dilaksanakan secara berjenjang dan berkelanjutan mulai dari tingkat Kecamatan, Kabupaten, sampai Provinsi, hingga tingkat Nasional, sebagaimana Permen RI nomor 19 tahun 2011, tentang pedoman pengintegrasian layanan sosial dasar di posyandu untuk mendapatkan hasil evaluasi perkembangan posyandu, "ujarnya mengikuti teks yang di bacakan.

Menurutnya, manfaat dari perlombaan posyandu akan lebih di rasakan apabila masing-masing posyandu sadar untuk selalu berusaha memelihara dan menindaklanjuti prestasi yang sudah di capai. Memperbaiki berbagai kekurangan serta sekaligus mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi yang sudah ada.
"Dalam perlombaan posyandu tingkat Kabupaten kali ini, tim juri akan menilai secara obyektif, hasil dari perlombaan posyandu di tingkat kecamatan, tahapan penilaian lomba meliputi penilaian awal, dan penilaian ulang, dan penilaian terdiri dari, tingkat administrasi pojkanal posyandu kecamatan, administrasi pokja posyandu desa/kelurahan, kesehatan, pendidikan, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan Keluarga Berencana (KB), "terangnya.(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot


Posyandu Cempaka Wakili Kecamatan Tarumajaya Dalam Lomba Posyandu Tingkat Kabupaten

TARUMAJAYA bekasitoday.com - Posyandu Cempaka, Desa Setia Mulya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, ditunjuk untuk mewakili KecamatanTarumajaya, Kabupaten Bekasi dalam lomba Posyandu tingkat Kabupaten Bekasi tahun 2017, Rabu (19/7).

Turut hadir dalam acara lomba Posyandu tingkat Kabupaten Bekasi di balai desa Setia Mulya, Sekcam Tarumajaya, Kepala Desa Setia Mulya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Sesa, jajaran pengurus PKK Cempaka desa Setia Mulya.

Dalam sambutannya Bupati Bekasi yang di bacakan oleh Soegiana, Kabid Kelembagaan dan Partisipasi Pengembangaan Masyarakat mengatakan, perlombaan posyandu ini kami anggap penting, dan merupakan salah satu bentuk atau model dalam upaya untuk mengetahui efektifitas tingkat perkembangan dan layanan posyandu.
"Kita ketahui bersama bahwa kegiatan perlombaan posyandu dilaksanakan secara berjenjang dan berkelanjutan mulai dari tingkat Kecamatan, Kabupaten, sampai Provinsi, hingga tingkat Nasional, sebagaimana Permen RI nomor 19 tahun 2011, tentang pedoman pengintegrasian layanan sosial dasar di posyandu untuk mendapatkan hasil evaluasi perkembangan posyandu, "ujarnya mengikuti teks yang di bacakan.

Posyandu Cempaka Wakili Kecamatan Tarumajaya Dalam Lomba Posyandu Tingkat Kabupaten

Menurutnya, manfaat dari perlombaan posyandu akan lebih dirasakan apabila masing-masing posyandu sadar untuk selalu berusaha memelihara dan menindaklanjuti prestasi yang sudah di capai. Memperbaiki berbagai kekurangan serta sekaligus mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi yang sudah ada.
"Dalam perlombaan posyandu tingkat Kabupaten kali ini, tim juri akan menilai secara obyektif, hasil dari perlombaan posyandu di tingkat kecamatan, tahapan penilaian lomba meliputi penilaian awal, dan penilaian ulang, dan penilaian terdiri dari, tingkat administrasi pojkanal posyandu kecamatan, administrasi pokja posyandu desa/kelurahan, kesehatan, pendidikan, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), dan Keluarga Berencana (KB), "terangnya.

Terpisah, Ahmadi Kepala Desa Setia Mulya mengatakan, alhamdulillah posyandu kami dipercaya untuk mewakili Kecamatan Tarumajaya di dalam lomba Posyandu tingkat Kabupaten Bekasi tahun 2017.
"Awalnya pak camat perintahkan saya untuk mewakili kecamatan dalam lomba Posyandu tingkat Kabupaten Bekasi, karena pak Camat melihat Posyandu yang ada di sebelah kantor desa dianggap layak untuk mengikuti lomba ini, "ujarnya.(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot


Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan smart city di Kota Bekasi saat ini baru dimulai sehingga masih banyak tahapan yang harus dilakukan.

Wali Kota: "Bekasi: Smart City" Baru Dimulai
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi
"Smart city di Kota Bekasi ini baru dimulai, bukan berarti semuanya langsung jadi. Ini baru tahapan (awal)," ujar Rahmat saat ditemui di Universitas Islam Bekasi, Selasa (18/7/2017).

Ia menjelaskan, beberapa waktu lalu pemerintahan kota (Pemkot) Bekasi sudah menerapkan smart city dan tahapan yang dilakukan ini barulah tahapan awal. Sehingga tidak serta merta semuanya jadi dengan instan.

"Jangan pernah berpikir saat di-launching smart city tuh orang sudah sedemikian rupa, kita kan baru mulai nih smart city," kata Rahmat.

Rahmat menekankan, di tahapan awal smart city di Kota Bekasi belumlah bisa dikatakan canggih, sebab masih banyak tahapan yang harus dilakukan.

Menurutnya, Pemkot Bekasi memiliki fungsi untuk membangun peradaban masyarakat. Sehingga instrumen dalam rangka smart city di Kota Bekasi masih terus dibentuk.

Adapun lembaga yang dibentuk di antaranya adalah dewan transportasi kota dan dewan kota cerdas yang baru dimulai.

Selain lembaga-lembaga yang sudah dibentuk, Rahmat menjelaskan akan membangun sistem IT yang tentunya membutuhkan dana. Sehingga, kata Rahmat harus ada sinergitas agar dapat mencapai tujuan bersama.

"Tujuannya kan sekarang sedang kita lakukan yaitu Kota Bekasi maju, sejahtera dan ihsan," tambahnya. [Kompas]

BABELAN bekasitoday.com-Terkait aksi demo warga ke Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Babelan, tentang sistem PPDB Online, Kepala SMAN 1 Babelan merasa terharu bercampur gembira, karena begitu pedulinya kepada Putra-Putri-nya untuk ke sekolah, Senin (17/7).

"Saya terharu dan gembira karena begitu peduli dan antusiasnya masyarakat,  kepada pendidikan putra putrinya untuk bersekolah, "jelas Abu Darda Kepala Sekolah SMAN 1 Babelan

Dalam hal ini kata dia, kami hanya menjalankan sistem yang diterapkan pemerintah, serta keterbatasan kuota,  dan usulan masyarakat tentang PPDB Online ini selanjutnya akan kami usulkan kembali ke Provinsi Jawa barat, di kantor BP3 wilayah yang ada di wilayah Karawang, Jawabarat.

"Kami pihak sekolah intinya menampung aspirasi masyarakat, nanti kita bersama-sama menemui pihak BP3 yang ada di Karawang, kalau tidak ada halangan Kamis besok, mudah-mudahan usulan kita di dapat di terima, "terangnya.(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot

BABELAN bekasitoday.com-Puluhan personil jajaran Polsek Babelan Polres Metro Bekasi amankan aksi demonstrasi warga, di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Babelan. Pengamanan aksi demontrasi itu di pimpin langsung oleh Kapolsek Babelan Kompol Suriyat SH,  Senin (17/7).

"Pengamanan ini berdasarkan surat yang masuk ke Mapolsek Babelan pada Sabtu(15/7) kemarin, yang isinya terkait rencana aksi demonstrasi warga ke SMAN 1 dan SMAN 2 Babelan "ujar Kapolsek Babelan Kompol Suriyat SH, didampingi Brigadir Anwar Fadillah SH Kasi Humas Polsek Babelan.

Menurutnya, kami kerahkan sebanyak 30 personil anggota Polsek Babelan, untuk membantu pengamanan aksi demonstrasi warga ke SMAN 1 Babelan.

"Kita kerahkan sebanyak 30 personil untuk membantu pengamanan, kekuatan pengamanan diambil dari semua unit, "terangnya.

Dirinya berharap, aksi warga dalam melakukan aksi demontrasi tidak anarkis,  dan permasalahan yang di tuntut warga bisa berjalan kondusif.

"Saya berharap aksi warga ini tidak anarkis, dan dapat berjalan kondusif, "ungkapnya. (*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot


BABELAN bekasitoday.com-Sejumlah masyarakat Kecamatan Babelan datangi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Babelan untuk melakukan aksi demonstrasi lantaran, anak mereka yang berdomisili di wilayah Kecamatan Babelan tidak diterima bersekolah di SMAN 1 Babelan,  Senin (17/7).
Sementara Abdul Syukur dalam orasinya mengatakan, PPDB Online yang diterapkan sangat menyinggung masyarakat Babelan, lantaran mereka yang diterima untuk sekolah di SMAN 1 Babelan adalah orang luar Babelan dan juga ada yang diluar Provinsi Jawa barat. Dan yang jelas-jelas orang Babelan.
"Jangan remehkan kami orang Babelan. Karena kami punya hak sebagai orang Babelan, untuk sekolah di Babelan, "jelasnya.
Kami minta, untuk penerimaan siswa baru kembalikan sistem ke awal, dan penerimaan harus di kembalikan ke Kabupaten Bekasi.
"Sistem penerimaan siswa baru harus di kembalikan ke sistem awal,  karena sistem PPDB belakangan ini menciderai masyarakat Babelan,  "ujarnya.
Kalau aspirasi kami tidak di indahkan oleh pihak sekolah, kami minta ganti nama SMAN 1 Babelan menjadi SMAN Jawabarat,  karena Babelan milik kami.
"Nama Babelan punya kami karena kami warga Babelan,  jadi kalau aspirasi kami tidak di respon,  maka ganti nama SMAN 1 Babelan menjadi SMAN Jawabarat,  "ungkap Abdul Azis Muslim perwakilan warga.
Menurutnya, kami juga minta untuk di pampangnya nama-nama siswa yang di terima sebanyak 40%, karena kami menduga ada kejanggalan dalam penerimaan tersebut.
"Kami mencurigai penerimaan siswa yang 40% di SMAN 1 Babelan, karena nama-nama siswa tidak terpampang jelas, sehingga tidak bisa terpantau oleh kami,  "terangnya.
Pantauan bekasitoday.com beberapa orang perwakilan masyarakat akhirnya diterima oleh pihak sekolah, untuk membicarakan hal ini. (*).
Penulis : Nurdin
Editor: Bisot

TARUMAJAYA bekasitoday.com-Dinilai masyarakatnya masih membutuhkan sarana air bersih, Kepala Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, alokasikan anggaran Dana Alokasi Desa (DAD) tahun 2017, sebesar Rp. 122.088.000, untuk pembuatan sarana air bersih berupa sumur satelit, di kampung turi, Gang AT-Taqwa, Sabtu (15/7).

"Warga kampung turi, kini bisa menikmati air bersih dari sumur satelit, semoga keberadaan sumur satelit ini bisa di manfaatkan oleh warga, seperti mencuci pakaian, mandi, dan minum, dan juga keberadaan sumur satelit ini diharapkan dapat dijaga oleh warga sekitar, ”ujar H Agus Sopyan SE, Kepala Desa Segara Makmur, Sabtu (15/7).

Menurutnya, selama ini masyarakat desa sangat kesulitan mendapatkan air bersih, karena air yang ada tidak bisa dimanfaatkan oleh warga untuk sarana MCK.

"Alhamdulilah sekarang warga tidak akan kesulitan untuk mendapatkan air bersih,  pembangunan sumur satelit ini dianggarkan dari DAD dengan biaya sebesar Rp. 122.088.000, dan kita percayakan pekerjaan tersebut ke TPK Desa Segara Makmur, "terangnya.

Warga Desa Segar Makmur yang nantinya dapat memanfaatkan air bersih ini terdiri 400 Kepala Keluarga.

“Pada prinsipnya, anggaran dana desa dan yang lainnya kita rencanakan sesuai kebutuhan masyarakat, air adalah sumber kehidupan manusia, air yang jernih bagai hati kita, seperti air sejuk  bagaikan embun dipagi hari, "ungkap Kepala Desa yang juga Ketua Apdesi Kabupaten Bekasi ini. (*)

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot

BABELAN bekasitoday.com-Dalam rangka membangun sinergitas, jajaran Kepolisian Sektor Babelan (Polres Metro Bekasi), saat ini sedang gencarnya melakukan silaturahmi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan alim ulama. Melalui kegiatan jumling (Jum' at keliling) serta melakukan himbauan dan silaturahmi Kamtibmas di wilayah, Jumat (14/7).

Sementara, Kepala Kepolisian Sektor Babelan Kompol. Suriyat. SH, mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka membangun sinergitas dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan alim ulama, sehingga dapat membentuk hubungan emosional yang pada akhirnya dapat menghasilkan situasi kamtibmas yang kondusif.

"Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menjaga kondusifitas diwilayah hukum  Polres Metro Bekasi (Polsek Babelan), saya juga berharap kepada masyarakat dapat berperan serta dapat membantu menjaga stabilitas Kamtibmas diwilayah, "ujarnya.

Selain itu, dirinya juga menghimbau kepada para jamaah masjid Jamie Babusalam untuk meningkatkan pengawasan terhadap buah hatinya agar terhindar dari pergaulan yang akan menghancurkan masa depan.

"Jaga buah hati kita dari pergaulannya, jangan sampai menjadi pengguna narkoba atau obat-obat terlarang yang saat ini sedang marak terjadi dari anak anak sampai kalangan remaja tentang penyalahgunaan narkotika.(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot

CIKARANG BARAT bekasitoday.com-Bertempat di Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Bekasi, memberikan santunan kepada ratusan anak yatim piatu, dalam acara kegiatan halal bi halal, dengan tema  Sucikan hati menuju kemenangan sejati, Kamis (13/7).

Ketua APDESI Kabupaten Bekasi H.Agus Sopyan.SE dalam  sambutannya
Menjelaskan, bahwa selaku ketua APDESI beserta pengurus lainnya, kami  mohon maaf kepada seluruh kepala Desa beserta jajarannya apabila, ada khilaf atau salah, dalam pergaulan dan komunikasi yang kurang berkenan,  melalui momen bahagia ini, dalam acara Halal bi halal, mengucapkan minal a'idin wal faizin.

"Kami beserta pengurus jajaran APDESI beserta seluruh Kepala Desa di kabupaten Bekasi, mohon maaf kepada seluruh rekan seperjuangan, kepala Desa, dan juga kepada rekan-rekan media yang saat ini hadir, serta warga  masyarakat kabupaten Bekasi, dan tentunya tak lupa pula mengucapkan terima kasih kepada  H.Subur selaku Kepala desa Mekar Wangi, yang telah memberikan tempat dan sarana lainnya untuk acara Halal Bi halal APDESI  tahun 2017 kali  ini, "ujarnya.

Dalam hal penggunaan anggaran kata dia, acara Halal  bihalal yang di laksanakan  oleh APDESI kali ini,  adalah anggaran dari Uang Kas  anggota APDESI, yang dikumpulkan melalui iuran gaji pokok kepala desa.

"Bahwa anggaran  acara ini bersumber dari uang kas iuran gaji pokok Kepala Desa, bukan anggaran ADD maupun APBD dan sebagainya, "terangnya.

Dirinya berharap,  kepada seluruh kepala Desa yang ada di Kabupaten Bekasi, agar terus meningkatkan kinerja dalam menjalankan tugas, dengan memberikan pelayanan terbaik kepada warganya.

"Saya berharap seluruh anggota APDESI, untuk meningkatkan kinerja dalam melaksanakan tugasnya, mengingat tahun depan sudah ada Pemilihan kepala Desa (Pilkades) dan tentunya APDESI akan selalu mengawal pilkades 2018. Dan mudah-mudahan para Kepala Desa bisa lanjut terus memimpin 2 (dua) periode, "tutupnya.

Dari pantauan bekasitoday.com di lokasi acara, tidak semua kepala Desa se-kabupaten Bekasi yang hadir dalam acara halal bi halal APDESI tahun 2017 tersebut, hanya beberapa kepala Desa saja yang menyempatkan diri untuk hadir.

Terlihat hadir dalam acara, Wakil Bupati Kabupaten Bekasi H.Eka Supriatmaja SH, Camat Cikarang Barat diwakili oleh Sekcam Hj.Nana, Danramil Cikarang Barat, Ketua APDESI H.Agus Sopyan SE, Kejaksaan Negeri Bekasi, Tokoh ulama, Tokoh Masyarakat, para Kepala Desa serta warga sekitar.(*)

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot

CIKARANG bekasitoday.com - Banyaknya keluhan orang tua siswa terkait pembatasan kuota saat PPDB melalui jalur online, ditanggapi serius oleh Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, dan dalam hal ini Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi akan memastikan bakal menambah kuota Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui jalur zonasi desa.

Dinas Pendidikan Kab Bekasi akan Tambah Kuota Melalui Jalur Zonasi
"Langkah ini atas dasar perintah Bupati Bekasi demi masyarakat Kabupaten Bekasi, untuk mengambil kebijakan supaya bisa menambah kuota penerimaan murid. Saya diintruksikan ke Kemendikbud." ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, MA Supratman.

Menurutnya pihaknya sudah mendatangi Kemendikbud. Hasilnya, Kementerian memperbolehkan penambahan kuota sesuai dengan kondisi yang ada, serta dibarengi dengan kebijakan pemerintah daerah.
“Jadi hasil pertemuan kami kemarin, kami diperbolehkan untuk menambah kuota, tapi setiap rombel tetap isinya 32 murid untuk SMP dan 28 untuk SD" terangnya.

Dia mengungkapkan, Kemendikbud memberi kebebasan antara menambah kuota atau rombongan belajar. Melihat situasi di Kabupaten Bekasi, ia memilih penambahan rombel. Alasannya karena jumlah murid di setiap rombel yang sudah ditetapkan sangat mendukung efektivitas saat proses belajar mengajar.

“Hasil ini (pertemuan dengan Kemendikbud-red) akan saya rapatkan dengan komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi dan akan menerbitkan Keputusan Bupati atau Peraturan Bupati sebagai legalitas untuk penambahan kuota PPDB melalui zonasi rayonisasi desa, "jelasnya.

Namun penambahan rombel, lanjut Supratman, hanya diterapkan di wilayah yang terjadi gejolak atau polemik.
“Alhamdulillah proses berjalannya PPDB ini tidak seluruh wilayah yang mengalami polemik. Melainkan hanya wilayah yang padat, jadi kami priotaskan penambahan rombel ini hanya di wilayah padat" pungkasnya(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi Danto mendesak agar Bupati Neneng Hasanah Yasin merombak struktural pengurusan pada dua Perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Bekasi, yakni BBWM dan PDAM Tirta Bhagasasi.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi Desak Perombakan NNWM dan PDAM Tirta Bagasasi

Sebab selain PAD yang dihasilkan dua perusahaan tersebut setiap tahun semakin merosot, juga tidak jelas keuntungannya. Sejauh ini kata dia, dua perusahaan milik daerah tersebut tidak ada keterbukaan dan tidak rasional dalam pemasukan terhadap PAD Kabupaten Bekasi.

"Tidak rasional misalnya  jika diberi modal sepuluh juta, penghasilan dua juta. Itu tidak masuk logika, karenanya kepengurusannya mesti dirombak," tegasnya.

Kalau memang ada keseriusan dari pemerintah dalam pengelolaan BUMD, depidennya harus jelas. Di tahun 2016, BBWM maupun PDAM Tirta Bagasasi yang masuk dalam PAD hanya Rp 11 miliar padahal semakin kemari penggunaannya semakin banyak.

"Mestinya mah dalam hitungan kita harus bisa 70 miliar kan semakin kemari banyak pengunanya dan harus jelas juga keuntungannya," cetusnya.

"Sekarang PDAM dipihakketigakan. Ada PT. Moya ketika jatuh ke masyarakat sangat dirugikan. PDAM yang saya mau kepentingan masyarakat dulu setelah itu baru penjualan terhadap apartemen juga perusahaan," pungkasnya. (cr14/fzy) - tvberita.co.id
CIKARANG PUSAT – Penyerapan APBD Kabupaten Bekasi 2017 hingga semester kedua masih sangat minim. Hingga akhir Mei 2017 kemarin, penyerapan anggaran belanja tidak langsung baru mencapai 20 persen, sedangkan penyerapan anggaran belanja langsung hanya sembilan persen.

Penyerapan APBD Kabupaten Bekasi 2017 Masih Minim

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Uju Juhaeri, mengatakan setiap Organisasi Perangkat Daerah terus mengevaluasi penyerapan anggaran sesuai tahapannya.

“Dalam evaluasi itu untuk mengetahui lemahnya penyerapan anggaran itu apa, penyebabnya kenapa sehingga menjadi hambatan,” ucapnya.

Kata Uju, setiap OPD harus menyerap anggaran sesuai jadwal kegiatan yang sudah direncanakan dan sesuai dengan DPA, agar penyerapan anggaran maksimal hingga akhir tahun.

“Yang terpenting kan sekarang kegiatannya tetap berjalan termasuk kegiatan fisik juga,” katanya.

“Makanya sebelum pembahasan ABT kita juga lihat pengerjaannya salah satunya kegiatan fisik sudah sejauh mana, tapi kalau belum selesai kita tidak bisa juga bayar 100 persen kalau misalnya baru dilakukan 90 persen, tapi memang kita ingin pengerjaan fisiknya dipercepat karena pengerjaan fisik memang paling besar penyerapannya,” sambungnya.

Uju mengaku sudah memerintahkan semua OPD agar melaksanakan kegiatan sesuai jadwal. Supaya penyerapan anggaran bisa maksimal, terutama OPD yang memiliki anggaran besar.

“Jadi itu arahan dari bupati untuk semua OPD,” katanya.

Sebelumnya hasil laporan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bekasi, hingga 31 Mei 2017 penyerapan anggaran di setiap OPD baru 20 persen. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menjadi OPD yang paling rendah penyerapannya, yaitu 0,9 persen dari Rp1,036 triliun.

(dho) [Pojok Satu]

BABELAN bekasitoday.com-Dengan memakai iring-iringan kuda delman, dari kantor Kecamatan Babelan, Bupati Bekasi Dr Hj Neneng Hasanah Yasin, hadiri kegiatan bulan bakti gotong royong masyarakat ke-14, serta hari gerakan pemberdayaan kesejahteraan keluarga ke-45, yang diadakan di lapangan sepak bola desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (11/7).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, perwakilan Dandim 0509 Kabupaten Bekasi, perwakilan Kapolres Metro Bekasi, perwakilan Kejari Cikarang, Camat se-Kabupaten Bekasi, Muspika Babelan, Kepala Desa dan Lurah se-Kecamatan Babelan, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta masyarakat Babelan.

Dalam sambutannya Drs H Surya Wijaya MM Camat Babelan mengucapkan minal aidin walfaidzin, mohon maaf lahir bathin, tentunya kami selaku pemerintahan Babelan mungkin banyak kesalahan, kami minta dibuka kan pintu maaf yang seluas-luasnya.

"Masih di momen idul fitri, kami segenap pemerintahan Kecamatan Babelan di dalam pelayanan mungkin mempunyai salah, kami mohon di buka kan pintu maaf, karena sebagai manusia tidak luput dari kesalahan, "ujarnya.

Tadi di sela acara kata dia, kita sama-sama saksikan simulasi pantauan keamanan wilayah desa, untuk dapat di ketahui bahwa sebagian besar wilayah desa di Kecamatan Babelan sudah mempunyai radio komunikasi, untuk memantau situasi keamanan wilayah.

"Alhamdulillah sebagian wilayah desa diantaranya desa Babelan Kota, desa Kedung Pengawas, desa Kedung Jaya, desa Muara Bakti, sudah mempunyai radio komunikasi untuk melombok patikan wilayah, dan dapat dipastikan dalam waktu tidak lama, semua wilayah desa yang ada di wilayah Kecamatan Babelan, seluruhnya mempunyai radio komunikasi, agar wilayah Kecamatan Babelan aman dan terkendali, "terangnya.

Sementara Bupati Bekasi mengucapkan selamat atas diadakannya kegiatan bulan bakti gotong royong masyarakat ke-14, serta hari gerakan pemberdayaan kesejahteraan keluarga ke-45, di Kecamatan Babelan.(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot

Cibuntu - Bekasi. Dalam rangka melestarikan Warisan Budaya Indonesia Dengan Keanekaragaman Budaya Di dalamnya ( Heritage Culture & Heterogen Culture ) - Cibuntu Art & Culture Carnival akan melaksanakan Festival Adu Bedug 2017 pada hari Sabtu tanggal 8 Juli 2017.


Selain bertujuan sebagai hiburan masyarakat setelah hari raya Idul Fitri, jadikan momentum Ngadu Bedug Festival 2017 sebagai ajang saling mempererat tali silaturahmi & ruang untuk berekspresi. 

Acara ini terbuka untuk umum, gratis tanpa HTM & biaya regirstrasi. Kepada Komunitas Budaya & Komunitas Non Budaya Se - Bekasi Raya yang mau berpartisipasi dalam meramaikan acara Karnaval Budaya Ngadu Bedug Festival 2017, silahkan langsung saja datang ke lokasi yang beralamat di Kp. Cibuntu 001/002 Jln. H. Saimun Ds. Cibuntu Kec. Cibitung Kab. Bekasi 

Acara Karnaval Budaya akan dilaksanakan dengan berjalan kaki keliling kampung dimulai setelah Sholat Ashar. (asep)

Warga Cibuntu Kembali Laksanakan Festival Adu Bedug 2017

BABELAN - Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke 71 tahun 2017, jajaran Polres Metro Bekasi melaksanakan upacara tabur bunga di Makam Pahlawan Nasional, KH. Noer Ali di Kompleks Pondok Pesantren At-Taqwa Putri, Kampung Ujung Harapan RT 06/02 Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Rabu 5/7/2017, pukul 08.00 Wib.

Polrestro Bekasi Tabur Bunga Di Makam KH Noer Ali Dalam Peringatan Hari Bhayangkara 71

Dalam acara tersebut turut hadir Wakapolrestro Bekasi, AKBP. Putu Putera Sadana. SIK. M. Hum. MM, selaku Inspektur Upacara, para PJU Polrestro Bekasi, seluruh Kapolsek jajaran Polrestro Bekasi serta utusan Bhayangkari Polres Metro Bekasi.

Polrestro Bekasi Tabur Bunga Di Makam KH Noer Ali Dalam Peringatan Hari Bhayangkara 71
Kegiatan Upacara tabur Bunga juga dihadiri oleh Keluarga Besar Almarhum KH. Noer Ali. Kegiatan upacara ditutup dengan pembacaan do’a dan dilanjutkan dengan tabur bunga ke Makam Pahlawan Nasional KH. Noer Ali. Penaburan bunga dilakukan oleh Wakapolrestro Bekasi, selanjutnya di ikuti seluruh PJU Polrestro Bekasi, Para Kapolsek Jajaran Polrestro Bekasi, Bhayangkari Polrestro Bekasi dan seluruh peserta upacara.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Asep adisputra. SH. SIK. MH. M. si, Dalam sambutannya melalui Wakapolrestro Bekasi AKBP. Putu Putera Sadana. SIK. M. Hum. MM, menyampaikan Tabur Bunga ini sebagai wujud penghormatan atas jasa-jasa pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi bangsa dan negara.
"Acara ini dilaksanakan agar para anggota Polrestro Bekasi dapat meneladani semangat almarhum KH. Noer Ali dan senantiasa menghormati jasa Almaghfurlah KH. Noer Ali dan para pahlawan lainnya".

BABELAN bekasitoday.com-Unit Reskrim Polsek Babelan berhasil amankan HR, laki- laki, berumur 30 tahun, warga Kelurahan Kebalen, Rt 005/003, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, yang diduga sebagai pelaku spesialis pencurian rumah kosong, sebagaimana di maksud dalam pasal 363 KUHP. Penangkapan tersebut berdasarkan laporan polisi nomor : Lp/218-bbl/K/VI/2017/Restro.bks, tertanggal 29 Juni 2017, sekitar pukul 23.00 Wib, Sabtu (24/6).

Sementara, Iptu Romli Hairudin. SH, Kanit Reskrim Polsek Babelan yang di dampingi Kasi Humas Polsek Babelan, Bripka Anwar Fadillah SH kepada bekasitoday.com mengatakan, pelaku berhasil di tangkap di Perum Taman Kebalen Indah, Blok L 3/11 Rt 004/016, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

"Awalnya pada hari Kamis (22/6), pelaku mengambil seekor burung warna putih jenis jalak bali di halaman  belakang di salah satu rumah warga di perumahan taman kebalen, dan untuk masuk mengambil burung tersebut pelaku meminta ijin ke penjaga rumah, "ujarnya, Selasa (4/7).

Menurutnya, pelaku masuk kedalam rumah lewat pintu depan langsung ke belakang rumah dengan mengambil burung, setelah di tanyakan pelaku mengaku bahwa burung tersebut milik Eko warga sekitar, dan pelaku mengaku di perintah oleh Eko untuk mengambil burung tersebut.

"Kemudian pada Jumat (30/6) pagi hari pemilik burung (Joko-red) di beritahu oleh penjaga rumahnya bahwa dua ekor burung kicau jenis jalak bali dan cililin hilang, kemudian Joko ngobrol dengan salah satu warga bernama Isa dan menceritakan tentang burung yang hilang, dan Isa pun menceritakan bahwa saat kembali mudik rumahnya di masuki pelaku dan barang-barang miliknya diambil, "terangnya.

Sore harinya lanjutnya, Joko pemilik burung di panggil oleh Irsan selaku ketua RT, bahwa telah ditemukan satu ekor burung warna putih jenis jalak bali di rumah tersangka HR dan Joko membenarkan bahwa burung tersebut miliknya sesuai dengan sertfikat atas burung tersebut.

"Menanggapi laporan tersebut, dua anggota piket reskrim Bripka Purwanto dan Bripka M.Rizah, mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pelaku HR sudah bersama warga sekitar. Menurut keterangan salah satu warga yang juga anggota polri Aiptu Mulyadi, bahwa yang mengambil burung jenis jalak bali adalah tersangka HR, dan diduga masih terdapat tiga ekor burung serta tiga ekor kucing jenis anggora dikontrakan tersangka, "ungkapnya.

Atas keterangan tersebut, piket reskrim mendatangi rumah kontrakan tersangka di kp Babelan, dan ternyata benar setelah dilakukan pengembangan dan dilakukan penggeledahan dikontrakan tersngka.

"Hasil dari penggeledahan tersebut di temukan tiga ekor burung dan tiga ekor kucing anggora serta barang lain berupa satu unit tv merk panasonic 32 inc warna hitam, dua unit laptop merk accer dan hp, satu unit hp nokia warna putih, dan dua kotak batu cincin. Yang semua barang tersebut di akui oleh pelaku adalah barang yang diambil di rumah Isa Krismawan. Kemudian tersangka berikut barang bukti dibawa untuk diamankan ke Polsek Babelan, "jelasnya.(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot