Agustus 2017
CIKARANG bekasitoday.com-Berkomitmen untuk terus bersinergi kepada masyarakat, kembali PT Cikarang Listrindo (CL) Tbk, lakukan bakti sosial dalam bentuk penyaluran hewan kurban ke sejumlah instansi dan masyarakat.

Johanes Irawan Eddianto sebagai Head Legal & Govrel yang di dampingi Johanes Siahaan SH, Legal & Gov.Rel Spesialist PT CL kepada bekasitoday.com mengatakan, program penyaluran hewan kurban di setiap idul adha, adalah kegiatan rutin tahunan perusahaan.

"Jumlah keseluruhan hewan kurban yang kita salurkan pada idul adha tahun ini, sebanyak 13 ekor sapi, dan 18 ekor kambing, "terangnya.

Dan untuk di wilayah kecamatan Babelan sendiri perusahaan menyalurkan sebanyak lima ekor sapi, untuk lima lokasi penyaluran.

"Kebetulan di wilayah Kecamatan Babelan perusahaan telah menyalurkan sebanyak lima ekor, satu ekor untuk kecamatan babelan, dua ekor untuk desa muara bakti, satu ekor untuk desa kedung pengawas, dan satu ekor lagi untuk warga buni bakti, dan untuk selebihnya hewan kurban tersebut kita salurkan ke Desa Wangunharja satu ekor sapi, untuk Polres Kabupaten dua ekor sapi, untuk Kodim Kabupaten Bekasi satu ekor sapi, untuk Desa Danau Indah satu ekor sapi, untuk pemerintah Kabupaten Bekasi satu ekor sapi, dan untuk Desa Sukadanau satu ekor sapi, "jelasnya.

Dirinya menambahkan, penyaluran hewan kurban sebanyak 31 ekor, adalah program Corporate Sosial Responsibility (CSR) PT CL Tbk, tentunya untuk terus bersinergi kepada masyarakat sekitaran perusahaan.

"Kami berharap penyaluran hewan kurban di Hari Raya Idul Adha 1438 H, dapat bermanfaat bagi warga sekitaran perusahaan, "ungkapnya(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot

KOTA BEKASI bekasitoday.com-Yusuf Handono Ongko Wijoyo (70) tewas mengenaskan akibat terpanggang di rumah tempat tinggalnya yang mengalami kebakaran hebat, di jalan Pulo Sirih Tengah, Blok EB, No. 275 RT04/14 Kelurahan Jaka Setia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, sekira jam 15.00 wib, Rabu (30/8).

Menurut Hesty (49) warga tetangga korban, awalnya dia melihat ada asap tebal yang berasal dari rumah korban, kemudian dirinya berteriak-teriak minta tolong dan tidak lama kemudian warga berdatangan ke lokasi kebakaran.

"Saat kejadian pak Yusuf sendirian, sedangkan anak korban keluar beli lauk, untuk makan malam tetapi saat anak korban meninggalkan rumah, dan sempat melihat pakk Yusuf masak ayam di dapur, dan diduga api berasal dari kompor gas, "ujarnya.


Menurutnya, Ester dan Lidia (Anak korban-red) kemungkinan di perintah oleh ayahnya pergi untuk beli lauk buat makan malam, dan saat anak-anaknya pergi, dirinya melihat ayahnya menyalakan kompor mau masak ayam.

"Saat kejadian warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya dan di bantu dengan mobil tangki penyiraman taman, dan berusaha memadamkan api, "terangnya.

Diketahui, sekitar pukul 16.30 Wib, api dapat di padamkan dengan menggunakan empat unit mobil pemadam, dan selanjutnya dilaksanakan pengecekan ke dalam rumah dan didapatkan bahwa kondisi korban sudah tergeletak di dapur dengan posisi terlungkup dan sudah meninggal, kondisi sekujur tubuh bekas kebakar. Proses selanjutnya ditangani oleh pihak Polsek Bekasi Selatan, dan Polres Metro Bekasi Kota, guna penyidikan lebih lanjut.

Berikut identitas korban, Nama Yusuf Handoyo Ongko Wijoyo, umur 70 tahun, Agama Kristen Protestan, Pekerjaan Wiraswasta, Alamat, Jl. Pulo Sirih Tengah Blok EB No. 275 RT04/14 Kel. Jaka Setia Kec. Bekasi Selatan Kota Bekasi.

Sementara Identitas Saksi diantaranya, Lidia Hanong (anak korban), perempuan, Jakarta, 5 Desember 2004, alamat TKP, Ester Hanong (anak korban), perempuan, Bekasi, 29 Desember 2006, alamat TKP, dan Hesty (tetangga korban) umur 49 thn, Islam, Ibu Rumah Tangga, alamat Jl. Pulo Sirih tengah EB 236, Kel. Pelayan Jaya Kec. Bekasi Selatan Kota Bekasi.(*).

Penulis : Bisot
BABELAN bekasitoday.com-Sadar akan pentingnya hubungan yang sinergis dan berkelanjutan dengan lingkungan sekitarnya, PT Cikarang Listrindo (CL) Tbk, focus menyalurkan program-program Corporate Social Responsibility (CSR), ke bidang Pendidikan dan Kesehatan warga sekitar.

Sementara, Fajar Wibawa Tenaga Pendamping Lapangan (TPL-PT CL Tbk),  kepada media mengatakan, salah satu program kesehatan yang sudah dijalankan PT Cikarang Listrindo Tbk, sejak akhir 2015 adalah dengan melakukan pendampingan Posyandu di Desa Muara Bakti, dan Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Sampai saat ini sudah ada 11 posyandu yang sudah didampingi oleh PT. Cikarang Listrindo, Tbk. dimana delapan posyandu di Desa Muara Bakti dan tiga Posyandu di Desa Buni Bakti.

"Program pendampingan ini bekerjasama dengan Puskesmas Babelan II Kabupaten Bekasi, yang didukung oleh Asmawi Kepala Desa Muara Bakti, dan perangkatnya, adapun PT. Cikarang Listrindo, Tbk, telah melibatkan pemuda lokal yang sudah dibekali dengan keterampilan dan pengetahuan mengenai Community Development. Pendamping lokal yang dilibatkan dalam hal ini ada dua orang TPL (Tenaga Pendamping Lapangan), "ujarnya.

Terpisah, Nijan salah satu TPL Posyandu kepada media menyampaikan, bahwa  pendampingan Posyandu bertujuan untuk meningkatkan peran dan fungsi Kader Posyandu, meningkatkan jumlah kunjungan balita serta meningkatkan status gizi pada balita.


"Tolak ukur Keberhasilan program ini tentunya sangat bergantung kepada kesadaran dan partisipasi masyarakat, oleh karena itu bantuan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) dari PT. Cikarang Listrindo, Tbk secara regular, yang pengelolaan nya diserahkan kepada para kader posyandu sebagai perangsang masyarakat untuk datang ke posyandu, "terangnya.

Retnoningtyas, Kepala Puskesamas Babelan II, mengatakan, selain bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) PT. Cikarang Listrindo, Tbk. juga memberikan bantuan berupa bangunan Gedung Posyandu, di Posyandu Alam Jaya Kampung Pendayakan Rt. 09 Rw. 05 Dusun 2B Desa Muara Bakti.


"Evaluasi program pendampingan posyandu setiap tahun yang dilakukan PT CL Tbk,  bekerjasama dengan Puskesmas Babelan II, sehingga Level atau Grade posyandu akan meningkat yang dari Pratama ke Madya, kemudian ke Purnama, dan bisa sampai ke Poyandu Mandiri, "jelasnya.

Bagus Nugrohadi, Community Development Specialist PT CL Tbk menuturkan, selain concern dalam rangka penyelesaian pembangunan proyek  Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), PT. Cikarang Listrindo, Tbk. akan terus berkomitmen untuk berupaya semaksimal mungkin bersinergi dalam rangka implementasi program-program CSR di wilayah Kabupaten Bekasi pada khususnya.

"Kegiatan ini tentunya untuk memberikan kemanfaatan yang positif bagi masyarakat di sekitar perusahaan, "ungkapnya seraya mengatakan kegiatan ini rutin kami lakukan di setiap bulannya.


Diketahui, Cikarang Listrindo (CL) Tbk, adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bidang energy listrik yang saat ini sedang melakukan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di wilayah Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi, tepatnya di Desa Muara Bakti sejak tahun 2013.(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
MUARA GEMBONG bekasitoday.com-Ratusan nelayan adakan nyadaranan atau pesta laut, di perairan larung dondang, muara bendera, Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, yang mana kegiatan ini adalah tradisi nelayan, agar mendapat keberkahan dan keselamatan dalam meencari ikan di laut, Senin (27/8).

Sementara, Fahruroji Camat Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, kepada media mengatakan, ada sekitar 300 perahu besar dan kecil, ikuti kegiatan nyadaranan yang diadakan per dua tahun sekali.

"Ini adalah tradisi para nelayan sejak dulu, gunanya untuk keselamatan dan keberkahan saat melaut, dan ini rutin dilakukan para nelayan yang ada khususnya di muara bendera, Muara Gembong, "ujarnya dengan didampingi Maman Kepala Desa Pantai Bahagia.

Dia menambahkan, karena nelayan masih banyak yang melaut, sehingga kegiatan rutin nelayan terlihat kurang semarak.

"Lantaran kesibukan, acara rutin nelayan ini banyak yang tidak menghadiri, mudah-mudahan tahun depan dapat berjalan dengan meriah  tentunya dengan dihadiri oleh semua nelayan yang ada khususnya nelayan muara bendera, "terangnya.

Pantauan bekasitoday.com bahwa dalam acara pesta laut atau yang lebih dikenal oleh nelayan dengan sebutan nyadaranan dibarengi dengan memotong kepala kerbau untuk di tenggelamkan ditengah laut sebagai bentuk rasa syukur.(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
TAMBUN UTARA bekasitoday.com-Warga RT5/RW5, kampung Gabus Turi, Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, laksanakan acara puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia bertemakan Gebyar Merah Putih dan Kirab Budaya.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sriamur, Eman Sulaiman sangatt mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh warga.

"Warga Kampung Turi khususnya RW 5 ini membuat saya bangga, masih menunjukkan sifat gotong royong yang kompak untuk memajukan kampungnya, semoga tahun depan kita dapat membuat acara yang lebih meriah lagi dalam menyambut ulang tahun kemerdekaan Indonesia, "ujarnya.

Arsan Saidin selaku ketua panitia juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan warga sehingga acara ini dapat berlangsung dengan aman dan lancar.

"Acara ini berlangsung atas dasar dukungan warga sekitar dan dari semua pihak, sehingga acara ini berjalan lancar, dan saya berterima kasih akan hal itu, "terangnya.

Acara diramaikan dengan hiburan rebana dari anak-anak, qasidah ibu-ibu, Hadrah dan atraksi silat dari ISMD Putera Setia Ranting Kampung Gabus Turi. Mijar Saputra selaku pimpinan ranting Putera Setia ingin generasi muda warga sekitar dapat melestarikan silat budaya sebagai kearifan lokal warisan leluhur.

Pantauan bekasitoday.com, selain diselingi pembagian hadiah lomba, acara juga di isi dengan atraksi silat dari berbagai perguruan dan padepokan silat yanng hadir dalam acara kirab budaya tersebut.(*).

Penulis : Bisot
TAMBUN bekasitoday.com-Ratusan komunitas budaya bekasi hadiri bebaritan puncak rangkaian acara Hari Puisi Indonesia (HPI) yang di gelar di gedung juang Tambun, Minggu (27/8).

Rangkaian kegiatan baca puisi dari kampung ke kampung di Bekasi Raya baik Kota maupun Kabupaten sudah berlangsung sejak pertengahan Juli dengan tajuk “Taklim Puisi Kampung".
Taklim Puisi Kampung sudah dilaksanakan dari Kampung Sukawangi (22 Juli), Kampung Pule Cikarang (29 Juli), Kampung Dua Kranji (6 Agustus), Rumah Budaya Bekasi, Jati Asih (12 Agustus), dan Vila Mutiara Gading 3 Taman Kebalen Babelan pada tanggal 16 Agustus belum lama ini.

Hadir dalam prosesi pembukaan, antara lain Kepala Desa Srijaya Drahim Sada selaku Ketua Paguyuban Pemangku Seni Budaya Bekasi, Komarudin Ibnu Mikam dari Bamus Masyarakat Budaya Bekasi, Mandor Jimmy, Jamaludin SH dari TBM Rumah Pelangi Bekasi, Silaturahim Bekasi Raya, serta ketua-ketua padepokan perguruan silat, dan komunitas serta para undangan.

Dalam sambutan Kong Guntur Elmogas yang terkenal dengan Situn (Puisi Pantun)-nya menyampaikan harapan agar warga Bekasi tidak melupakan kesusasteraan, agar hidup dapat seimbang antara olah pikir dan olah rasa.

"Warga bekasi harus tahu kesusasteraan, agar hidup dapat seimbang, "ujarnya.

Sementara, Fahmi Benhud yang membawakan puisi "Air Tuba Untuk Tarumanagara" merasa bersyukur acara yang digelar di pelataran halaman Gedung Juang 45 Tambun disambut antusias oleh warga Bekasi.

"Istilah babaritan kita gunakan sebagai gelaran rangkaian kegiatan yang mengunjungi kampung-kampung seakan mengambil bibit-bibit dari banyak tempat, kami berikan panggung untuk berekspresi pengembangan bakat-bakat generasi muda, "papar Fahmi Benhud salah satu panitia perayaan HPI di Bekasi hari ini.(*).

Penulis : Bisot
CABANG BUNGIN bekasitoday.com-Jauh sebelum media online diminati masyarakat luas, dan sebelum keberadaan media online sangat berpengaruh untuk masyarakat dan pemerintah, Lintas Wartawan Bekasi (LIWASI) sudah mengikut sertakan wartawan media online bergabung di LIWASI. 

"Dulu saat baru di bentuknya LIWASI pada tahun 2010, di LIWASI memang sudah tergabung beberapa wartawan dari media online, dan selain media online media cetak harian dan media elektronik pun ikut bergabung didalamnya, "ujar Karman Supardi SE pimred suarabekasi salah satu media online.

Tentunya keberadaan LIWASI sejak awal adalah sebagai wadah berkumpul untuk bersilaturahmi rekan-rekan media, khususnya yang wilayah liputannya di utara Kabupaten Bekasi dan umumnya di Kabupaten Bekasi.

"Untuk menjalin kebersamaan dan menjalin komunikasi yang baik, saya dan rekan-rekan wartawan yang bekerja di media online dan rekan-rekan media cetak dan elektronik senantiasa akan mengibarkan LIWASI sebagai wadah berkumpul kami, "ujarnya didampingi Ahmad Suryadi pimred wajahbekasi.com.saat ditemui usai liputan bedah rumah yang dilakukan Polres Metro Bekasi, Sabtu (26/8).

Menurutnya, keberadaan wartawan sangat penting untuk sosial kontrol kinerja aparatur pemerintah, juga sebagai corong masyarakat di era keterbukaan saat ini.

"Di era keterbukaan serta di era modernisasi seperti sekarang ini, media online sangat diminati masyarakat, selain simple, juga mudah untuk diakses melalui handphone android, "terangnya.

Dirinya juga mempersilahkan untuk rekan-rekan wartawan agar bersama-sama menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan bergabung di LIWASI

"Tidak ada kriteria dan persyaratan khusus, yang terpenting temen-temen wartawan punya niatan untuk saling bersilaturahmi, dan membagi informasi, "ungkapnya saat menggelar rapat kecil.(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot


CABANG BUNGIN bekasitoday.com-Kapolres Metro Bekasi Kombespol Asep Adisaputra berserta jajaran lakukan bakti sosial bedah rumah ibu Asiah salah satu warga kampung kandang sapi, Desa Jaya Laksana, Kecamatan Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi, Sabtu (26/8).

Selain Kapolres Metro Bekasi, turut hadir dalam kegiatan bedah rumah, Wakapolres Metro Bekasi, Kapolsek, Danramil, serta Camat Cabang Bungin, Kepala Desa Jaya Laksana, dan beberapa kepala desa se-Kecamatan Cabang Bungin, serta tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Disela kegiatan bedah rumah, Kombespol Asep Adisaputra kepada media menjelaskan, bahwa kegiatan ini rangkaiannya sangat panjang, kita mulai dari bentuk kepedulian Kepolisian terhadap masyarakat dalam wujud bakti sosial, serta dalam rangka HUT Bhayangkara, HUT Polwan, HUT Gerak Hari Bhayangkari, dan dalam rangka HUT RI ke-72.

"Bakti sosial kami ini berdasarkan penilaian dan pengajuan dari beberapa Kapolsek yang ada di Kabupaten Bekasi, dan tentunya yang layak untuk di bedah, "ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini untuk memancing kepedulian sesama, meskipun Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi sudah ada program rumah tidak layak huni (rutilahu-red). Karena persoalan dimasyarakat tidak semua dapat tercover, jadi kita bahu membahu untuk saling melengkapi.

"Saat ini baru rumah ibu Asiah saja yang kita bedah, tapi kita sudah berkordinasi dengan camat setempat, jangan sampai rumah yang kita bedah ini bentrok dengan program rutilahu pemerintah daerah, dan rumah ini kebetulan belum terdaftar di program rutilahu, "terangnya.

Dia menambahkan, dengan kegiatan bedah rumah ini kita bisa membantu kesulitan masyarakat, serta dapat meningkatkan hubungan emosional masyarakat dengan kepolisian, pemerintah daerah, dan juga TNI untuk menjadi sebuah sinergitas.

"Kita semua berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan sinergitas antara pemerintah, TNI, dan Polri, untuk berperan aktif dalam membantu masyarakat, "ungkapnya.

Terpisah, Suwarto MM, Camat Cabang Bungin ketika ditanya kepada media mengatakan, alhamdulillah warga kami berkesempatan di bantu dalam bakti sosial yang diadakan oleh jajaran Polres Metro Bekasi.

"Bedah rumah yang dilakukan jajaran Polres Metro Bekasi atas dasar usulan mulai dari tingkat RT, RW, Kepala Desa, saya sebagai Camat hanya mengetahui, alhamdulilah hari ini terealisasi, "ujarnya.

Diketahui, selain membedah rumah ibu Asiah, Kapolres juga memberikan sejumlah sembako, diantaranya, beras, bingkisan, dan makanan siap saji. (*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
KUB Putra Samudera bersama PJB Muara Tawar
Saat tanam bibit mangrove
MUARA GEMBONG bekasitoday.com-Melalui program Corporate Sosial Responsibility (CSR) Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Muara Tawar, dan sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-72 'Indonesia Kerja Bersama', Sebanyak 5.000 bibit mangrove di tanam di pantai beting, Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, melalui Kelompok Usaha Bersama (KUB) Putra Samudera yang berada di Kampung Bungin, Rabu (23/8).

Disela acara penanaman mangrove, Arsani pelaksana kegiatan kepada bekasitoday.com mengatakan, bibit mangrove jenis bakau yang ditanam di pantai beting, Desa Pantai Bakti, atas bantuan PJB Muara Tawar dalam rangka peringati HUT RI ke-72, dan sekaligus untuk menjaga ekosistem tanaman mangrove, dan untuk menjaga bencana abrasi pantai.

"Bibit yang kami terima dari PJB Muara Tawar sebanyak 5.000 Batang, dan kita cadangkan 1.000 Batang bibit lagi untuk penyulaman, untuk mengantisipasi apabila ada bibit yang mati, dan jumlah keseluruhan ada sebanyak 6.000 batang bibit mangrove  jenis bakau, "ujarnya.

Sementara, Catur Budi Prasetyo Supervisior CSR yang didampingi Awang Asmoro Humas PJB Muara Tawar ketika ditanya kepada bekasitoday.com mengatakan, penanaman bibit mangrove jenis bakau di pantai beting dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, dan untuk mempersiapkan ekowisata yang ada di Kecamatan Muara Gembong.

"Ada sekitar 5.000 batang bibit mangrove jenis bakau yang kita tanam di tepi pantai beting, dan ini adalah program CSR PJB Muara Tawar, dan kita percayakan pemeliharaannya ke Kelompok Usaha Bersama (KUB) Putra Samudera yang ada di Desa Pantai Bakti, dan semoga bibit mangrove jenis bakau yang kita tanam dapat terjaga dengan baik, "terangnya.

Diketahui turut hadir dalam kegiatan penanaman mangrove jenis bakau di pantai beting tersebut adalah Syareat A, Manajer pemeliharaan PJB Muara Tawar. (*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot


Tujuh Perguruan silat dari beberapa Kecamatan yang bernaung di Perguruan Silat Cinong Bekasi, hadiri milad pertama yang diadakan di lapangan saung PS Cinong Bekasi di Kecamatan Babelan, Minggu (20/8).

Lapangan kecil yang terletak di belakang Kantor Desa Babelan Kota, tepatnya di RT018/RW003 sesak dipadati tamu dan undangan. Acara Milad Perguruan Silat Cinong Bekasi ini diisi beragam kegiatan, dari ujuk kabisa, flashmob silat Cinong Bekasi, demonstrasi silat dari berbagai perguruan silat yang hadir, Lenong Betawi, penampilan seni tari Srikandi Cinong, pameran gambar/lukisan hingga santunan, permainan ujungan dan lain-lain.

Milad pertama PS Cinong Bekasi juga dihadiri Kong Guntur Elmogas, Bang Damin Sada ketua Jajaka, Baba Roy Kumbesi, Jamaludin SH Rumah Pelangi Bekasi, Eko Prasetyo Cahaya Foundation dan berbagai perguruan silat serta komunitas pemuda di sekitar Bekasi lainnya.

Sementara, Jamaludin, Ketua Perguruan Silat Cinong yang didampingi Choky salah satu pengurus PS Cinong saat ditanya kepada bekasitoday.com mengungkapkan terimakasih atas kehadiran tamu undangan, serta bantuan dari banyak pihak sehingga acara milad pertama ini berjalan dengan aman dan tertib.

"Alhamdulillah, berkat bantuan dari semua saudara dan teman-teman yang terlibat dalam acara milad pertama ini berjalan lancar, semoga menjadi penyemangat lagi untuk kami agar lebih bermanfaat bagi masyarakat, mohon maaf atas kekurangannya, "ungkapnya. 

Dirinya juga menjelaskan sejak berdiri sekitar Agustus 2016, kini PS Cinong Bekasi telah berkembang dan memiliki tujuh cabang perguruan yang tersebar di beberapa kecamatan. Cinong Bekasi juga aktif dalam kegiatan literasi dengan membuka saung baca dan perpustakaan keliling, yang bertujuan untuk membudayakan budaya baca khususnya pada anak-anak dan generasi muda di sekitar wilayah Kecamatan Babelan.

"Kami sering tampil dalam acara palang pintu baik untuk acara-acara formal pemerintahan ataupun resepsi pernikahan warga, selain itu setiap Sabtu dan Ahad di saung juga ada pelatihan menari dan melukis untuk adik-adik di sekitar saung Cinong, "terangnya..(*).

Penulis : Bisot
Editor : Nurdin
Rully M Simorangkir
bekasitoday.com-PT. Cikarang Listrindo, Tbk melalui kuasa hukumnya, Rully M Simorangkir membantah tuduhan PT. Hamson Indonesia terkait gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas dugaan pemutusan pekerjaan proyek pengerukan sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL).

Rully menegaskan PT. Cikarang Listrindo, Tbk adalah sebuah perusahaan dengan reputasi yang sangat baik. Dia pun mengakui pernah ada kontrak kerja antara kliennya dengan PT. Hamson Indonesia (HI), namun HI tidak melaksanakan kewajibannya sekalipun sudah berkali-kali diperingatkan.

"Justru HI sudah melakukan suatu cidera janji atau wanprestasi kepada klien kami PT. Cikarang Listrindo, Tbk, karena pekerjaannya tidak beres sesuai yang disepakati. Malah kami sudah memberikan uang muka sebesar 10 persen dari nilai proyek, "ujar Rully dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (17/8).

Dia mengaku heran dengan klaim pihak HI yang menyatakan pengerjaan sudah rampung 90 persen.

"Rasanya tidak masuk akal. Kami saja baru membayar uang muka atau DP tapi kok mereka mengklaim sudah merampungkan 90 persen pekerjaan. Ini aneh hitung-hitungan apa yang mereka gunakan, "ujar Rully.

Kami sangat meragukan bahwa HI sudah dirugikan oleh Klien kami, karena tidak ada satupun bukti yang menunjang ke arah sana. Bahkan nilai proyek yang sedang dilaksanakan oleh HI tidak sebesar apa yang mereka katakan.

"Terkait gugatan ke PN Selatan dengan Register Perkara Nomor: 526/ Pdt.G/ 2017/PN.Jkt, Rully mengatakan, pihaknya merasa senang guna mengungkap kebenaran dimana kliennya justru dirugikan pihak HI, "terangnya. 

Pihaknya, kata dia, telah mempelajari dokumen-dokumen yang ada. Kalau memang benar ada gugatan dari HI, pihaknya akan menghadapi dengan sebaik-baiknya untuk mempertahankan hak-hak kliennya. Sekaligus melaIui gugatan nanti pihak HI selaku pihak yang telah melakukan kesalahan justru harus mengganti kerugian kliennya.

"Mengenai kerugian justru klien kami yang sudah sangat dirugikan oleh wanprestasi yang dilakukan oleh Hl. Kalau benar ada gugatan, saya selaku kuasa hukum justru mengaku senang karena dengan demikian akan terbukti siapa yang salah dan siapa yang benar," pungkas Rully yang resmi ditunjuk PT. Cikarang Listrindo Tbk.

Sebelumnya, PT. Hamson Indonesia menggugat PT. Cikarang Listrindo Tbk (POWR) atas dugaan pemutusan pekerjaan proyek pengerukan sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL) berdasarkan tenggang waktu yang tak layak.

Perkara dengan Register Perkara Nomor: 526/ Pdt.G/ 2017/PN.Jkt.Sel telah didaftarkan Rabu (16/7).
Akibat dugaan pemutusan kerjasama sepihak PT. Hamson Indonesia mengklaim telah merugi hingga mencapai total Rp 300 miliar akibat POWR mengakhiri pekerjaan yang sedang dilakukan secara sepihak. Proyek yang dikerjakan oleh Hamson adalah Proyek Pengerukan Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL) dan merupakan bagian dari rangkaian Proyek PLTU Babelan dari tergugat selaku pembeli kerja.(*).
bekasitoday.com-Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo, meminta kepada masyarakat agar turut serta dalam mengawasi dana desa. Hal itu bertujuan agar dana desa bisa digunakan secara maksimal dan benar-benar untuk kepentingan desa. Mengingat jumlahnya yang cukup besar.

“Pemerintah telah memberikan dana desa itu Rp.60 triliun. Dengan masing-masing desa dapat Rp.800 juta. Jadi masyarakat harus ikut berpartisipasi dalam menentukan dana desa itu untuk apa, "ujarnya dalam sebuah diskusi Forum Merdeka Barat di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Sabtu (19/8).

Menurutnya, masyarakat juga bisa ikut serta mengawasi agar tidak ada penyelewengan terhadap dana desa oleh kepala desa. Jika ditemukan penyelewengan, masyarakat bisa langsung melaporkan kepada pemerintah melalui satgas dana desa ataupun kepada Kementerian Desa secara langsung.

“Masyarakat juga harus membantu mengawasi kalau ada keganjilan nanti bisa menghubungi 1500040, "terangnya.

Dirinya pun berpesan untuk kepala desa agar jangan takut, dan jika ditemukan upaya kriminalisasi, menurutnya, bisa menghubungi nomor yang sama.

“Nanti kita akan berikan pendampingan hukum. Hal ini agar menghindari ketakutan untuk kepala desa yang jujur dan bagus agar tidak ada kriminalisasi, "ungkapnya.

Diketahui, anggaran dana desa untuk tahun 2018 akan mengalami kenaikan. Jumlah ini naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 60 triliun. Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018, pemerintah menganggarkan Rp.120 triliun untuk anggaran dana desa.

Saat pertama kali diluncurkan, dana desa hanya dialokasikan sebesar Rp.20 triliun. Kemudian pada tahun-tahun selanjutnya dana desa ditingkatkan menjadi Rp.47 triliun dan meningkat pada tahun ini menjadi sebesar Rp.60 triliun.(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
BABELAN bekasitoday.com-Dibalut kesederhanaan, siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kedung Pengawas 04 rayakan kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 tahun 2017, dengan menggelar perlombaan tradisional panjat pinang. Bukan hanya kesederhanaan dalam lomba peringati HUT RI saja, terkait pembangunan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar pun dinilai sangat kekurangan. Itu bisa dilihat dari kondisi bangunan sekolah yang jauh dari kata layak serta halaman sekolah yang masih berlantaikan tanah, ini bukti bahwa pemerintah tidak serius dalam menunjang sarana dan prasarana pendidikan khususnya sekolah dasar.

"Sekolah kami ini (SDN kedung pengawas 04-red) sangat tertinggal dengan Sekolah Dasar lain yang ada di wilayah Kecamatan Babelan, ini dapat di buktikan dengan kondisi sekolah yang masih jauh dari kata layak, mulai dari halaman sekolah yang masih berlantaikan tanah, kondisi kelas yang sudah rusak, serta belum tersedianya pagar sekolah, "ujar Basyiruddin S.Pd Kepala Sekolah SDN 04 Kedung Pengawas, Sabtu (19/8).

Menurutnya, tahun lalu kondisi sekolah kami sudah di cek oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi komisi 4, saat itu dia janji akan membantu pihak sekolah dalam hal sarana dan prasarana sekolah, namun hingga saat ini belum terihat kerja nyata dari kunjungan anggota DPRD tersebut.

"Tahun lalu keluhan kami sudah di dengar dan direspon oleh anggota DPRD komisi 4 Muhtada Sobirin dan langsung mendatangi sekolah kami, kami bersyukur sekolah kami kedatangan anggota dewan yang langsung bisa melihat kondisi sekolah sebenarnya, mudah-mudahan apa yang telah di ajukan oleh anggota dewan dapat segera terealisasi, "terangnya.

Dia menambahkan, bahwa untuk menunjang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), kami butuh perbaikan halaman sekolah, penambahan ruang kelas, serta pembuatan pagar sekolah, agar sekolah kami tidak tertinggal dengan sekolah lain yang ada di wilayah Kecamatan Babelan.

"Selama ini sekolah kami sangat tidak diminati, itu terbukti dengan sedikitnya minat orang tua siswa untuk menyekolahkan anaknya di SDN Kedung Pengawas 04 di setiap tahun ajaran baru, karena sarana dan prasarana yang belum mendukung, dan di HUT RI ke-72 ini kami merasa belum merdeka, "ungkapnya.(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
MUARA GEMBONG bekasitoday.com-Jajaran Lintas Wartawan Bekasi dan Kelompok Kerja (Pokja-red)  wartawan Kabupaten Bekasi apresiasi kesediaan para donatur yang sedia membantu di setiap kegiatan yang diadakan rekan-rekan media, dari mulai kegiatan bakti sosial hingga kegiatan sakral pengibaran bendera merah putih saat HUT RI di setiap tahunnya.

Sementara, Karman Supardi SE yang di dampingi beberapa rekan media usai melaksanakan pengibaran bendera merah putih memperingati HUT RI ke 72 di atas jembatan bagedor, di kampung penombo, Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong, mengatakan, hampir di setiap kegiatan kita ada sejumlah donatur tetap dan tidak mengikat yang selalu mensuport.

"Alhamdulillah di setiap kegiatan yang kita adakan, selalu di dukung dan di suport oleh para donatur tetap namun tidak mengikat, salah satunya adalah Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) dimana CCAI selalu memberikan bantuan berupa minuman kamasan, "ujarnya Kamis (17/8).

Bukan hanya di acara sakral upacara HUT RI saja, kegiatan seminar jurnalistik yang diadakan ke sekolah-sekolah oleh Pokja Wartawan Kabupaten Bekasi pun CCAI selalu mensuportnya. 

"Tahun lalu Pokja Wartawan Kabupaten Bekasi mengadakan seminar jurnalistik di sekolah menengah yang ada di Kabupaten Bekasi, dan CCAI juga mendukung, dan hari ini di HUT RI ke-72, CCAI juga berpartisipasi dalam kegiatan kita, dan semoga kegiatan-kegiatan para wartawan yang tergabung di Lintas Wartawan Bekasi (LIWASI) selalu mendapat dukungan dari semua pihak, "terangnya.(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
Suasana saat pengibaran bendera merah putih
MUARAGEMBONG bekasitoday.com–Dianggap unik, Lintas Wartawan Bekasi (Liwasi) bersama warga Kampung Penombo menggelar kegiatan pengibaran bendera Merah Putih untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-72, di atas jembatan bagedor, Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (17/8).

Karman Supardi SE, penanggung jawab kegiatan ketika ditanya terkait kegiatan pengibaran bendera peringati HUT RI ke 72, yang diadakan diatas jembatan bagedor kepada bekasitoday.com mengatakan, rekan-rekan media yang tergabung dalam LIWASI seperti media elektronik, online, maupun cetak, sangat antusias mengikuti acara pengibaran bendera yang digagas oleh para pekerja pers yang bertugas di wilayah Kabupaten Bekasi. Menurutnya, kegiatan pengibaran bendera Merah Putih sudah menjadi agenda rutin yang setiap tahun di bulan Agustus dilaksanakan oleh jurnalis sebagai bagian kepedulian terhadap sejarah perjuangan untuk merebut kemerdekaan Republik Indonesia dari tangan penjajah.

“Ya kegiatan ini sudah menjadi rutinitas kita para insan pers baik yang tergabung dalam Pokja Wartawan, maupun Lintas Wartawan Bekasi. Tahun lalu, kita mengadakan acara yang sama di jembatan cinta, yang berada di kampung Paljaya, Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya. Dan tahun ini kita mengadakan di jembatan Bagedor Muaragembong, "ujarnya.

Dirinya menjelaskan, alasan dipilihnya jembatan Bagedor Muaragembong sebagai tempat pelaksanaan pengibaran bendera Merah Putih, karena hasil musyawarah para wartawan yang tergabung dalam Lintas Wartawan Bekasi (Liwasi). Di samping itu, kata dia, tempat yang unik dan nyentrik sangat menarik dan memiliki nilai tersendiri dibandingkan dengan tempat-tempat lain yang sudah lazim dipergunakan, seperti halaman kantor instansi pemerintahan.
suasana santunan anak yatim

“Kita coba tampil beda, cari tempat yang unik yang orang lain belum pernah mengadakannya. Di atas jembatan ini kan unik. Bahkan, bila kita siap, tahun depan kita berencana akan mengadakan upacara bendera di tengah laut di atas kapal nelayan, "tukas Pemimpin Redaksi Media Suara Bekasi ini.
Dirinya menambahkan, selain kegiatan pengibaran bendera Merah Putih di atas jembatan Bagedor, panitia juga mengadakan bhakti sosial berupa santunan kepada puluhan anak yatim dan aneka perlombaan untuk warga setempat.

“Intinya di hari yang sakral ini kita sebagai anak bangsa ikut ambil bagian mengenang sejarah perjuangan kemerdekaan, dan mengisinya dengan hal-hal yang positif, "terangnya.

Ia berharap, dengan diadakan pengibaran bendera Merah Putih oleh para wartawan, mudah-mudahan potensi Muaragembong yang masih terpendam akan semakin terangkat, dan juga diperhatikan oleh pemerintah pusat maupun daerah. Apalagi, tambah dia, di Desa Pantai Harapan Jaya ini terdapat Benda Cagar Budaya (BCB), berupa situs Masjid Alam Blacan yang konon kabarnya telah dibangun oleh leluhur kita ratusan tahun silam.
“Semoga ke depan Muaragembong menjadi salah satu tempat alternatif ekowisata mangrove maupun wisata religi seperti Masjid Alam Blacan yang dibangun ratusan tahun yang lalu, "pungkasnya.

Pantauan di lapangan upacara bendera memperingati HUT RI ke-72, dimulai dari pukul 08.00 Wib, semua petugas upacara dibawakan oleh para wartawan. Seperti inspektur upacara, pembaca teks Pancasila, UUD 1945, dan teks Proklamasi. Kecuali untuk pembina upacara, dipimpin oleh Binmaspol desa Pantai Harapan Jaya, dan pembacaan doa diserahkan kepada tokoh agama setempat. Turut hadir dalam upacara tersebut Ormas Garda Tipikor Indonesia (GTI) DPC Kabupaten Bekasi, masyarakat nelayan, dan para staf desa Pantai Harapan Jaya. (*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
BABELAN bekasitoday.com-Dalam rangka Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT-RI) ke72, Muspida Kabupaten Bekasi adakan giat tabur bunga di makam pahlawan KH Noeralie yang berada di komplek Pondok Pesantren Asrama Puteri Attaqwa kampung Ujung Harapan Rt06/02, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Rabu (16/8).

Hadir dalam acara tersebut, H. Eka Supriyatmadja, SH Wakil Bupati Kab Bekasi, Drs.H.Suhup SH MM Ka.Dishub Kab.Bekasi, H.Subarja Kasie Trantib UM Kab.Bekasi, Drs.Surya Wijaya,MM. Camat Babelan, AKBP. Heru P Kasat Lantas Restro Bekasi, AKBP. Ys Muryono Kasat Binmas Restro Bekasi, Kompol. Suriyat SH Kapolsek Babelan, Kompol. Suwarto Pamen Polrestro Bekasi, Kompol Rosdiana S Kasi Propam Restro Bekasi, Seluruh Kapolsek Jjr Polrestro Bekasi. Kapt.Inft Sulemi Danramil Babelan, Seluruh Lurah dan Kepala Desa Se-Kecamatan Babelan, Kyai H.Amien Noer.Lc, Perwakilan keluarga Alm Kyai H.Noer Alie, Santriwan dan Santriwati Ponpes At-Taqwa Pusat.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Bekasi H. Eka Supriatmadja, SH, mengatakan, dalam acara memperingati HUT RI Ke-72, dan HUT Kabupaten Bekasi Ke-67, kita mengadakan kegiatan dzikir bersama, ini merupakan wujud rasa syukur dan mendekati diri kita kepada Allah.S.W.T dan menumbuhkan rasa kebersamaan untuk kita dan pada tanggal 17 Agustus 2017 besok, kita rayakan rasa kebanggaan kita kepada para pejuang terdahulu yang turut serta dalam memerdekakan Negara Indonesia.

"Kita rayakan rasa syukur kita kepada para pejuang dengan cara mendoakan beliau, ini merupakan wujud syukur dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT, "ujarnya.

Terpisah, KH. Nurul Anwar.Lc mengatakan, dalam rangka memperingati HUT RI Ke-72 atas nama keluarga, dirinya mengucapkan terima kasih atas kehadirannya.

"Keinginan Alm meminta doa dan penghargaan sebagai rakyat Indonesia, saat Itu sebagai Pahlawan Nasional Karawang - Bekasi dan semoga kita dapat meneruskan perjuangan beliau, saat Itu Alm Kyai H.Noer Alie berjuang saat muda pada usia 28 tahun, artinya sosok beliau masih sangat muda sudah bertemu dengan tokoh pemuda, artinya "tidak mengahalangi pemuda saat ini untuk berjuang saat ini para pemuda untuk melanjutkan perjuangan beliau untuk berprestasi, "ungkapnya.(*).

Penulis : Nurdin
Editor Bisot
H Mahfudz saat mengapresiasi veteran RI
BEKASI KOTA bekasitoday.com-82 perguruan silat pelestari budaya dan komunitas yang tergabung di Gerakan Moral (GM), adakan upacara ala jawara, di alun-alun Kota Bekasi, dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 72, Minggu (13/8).

Hadir dalam acara tersebut, Edi Nalapraya sesepuh pencak silat Indonesia,  H Rahmat Malik pemerhati budaya, Mahfudz Abdrurahman anggota DPR-RI, Drahim Sada pelestari budaya, Mardani ketua GM, para veteran, Wakapolres Metro Bekasi Kota, Danramil 0507 Bekasi. H Ahmad Syaikhu wakil Walikota Bekasi.

pengibaran bendera merah putih ala jawara
Mahfudz Abdurahman Anggota DPR-RI Komisi V kepada media mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT, dirinya mengatakan, silat bukan hanya semata-mata kelompok olah raga. Silat adalah budaya asli nenek moyang yang harus kita lestarikan, dan alhamdulillah generasi muda sudah banyak yang melestarikan budaya nenek moyang, khususnya di Kota Bekasi.

"Saya sangat bangga hari ini banyak anak muda berkreatifitas dalam seni budaya pencak silat, mudah-mudahan Allah memelihara silaturahmi kita, sehingga budaya kita khususnya pencak silat akan berjaya, "ujarnya.

Menurutnya, dalam gelar kegiatan upacara ala jawara juga turut menghadirkan veteran RI yang dulu berjuang dalam merebut kemerdekaan RI,  dan dirinya sangat mengapresiasi veteran RI yang ada.

"Sengaja para veteran RI diundang dalam perhelatan budaya pencak silat menyambut HUT RI ke 72, hanya untuk mengapresiasi mereka, karena tanpa mereka tidak mungkin NKRI bisa merdeka, walaupun apresiasi yang kita berikan tidak sebanding dengan perjuangan mereka, "terangnya.

Terpisah, H Rahmat Malik Pemerhati Budaya ketika di mintai komentarnya disela acara upacara ala jawara kepada bekasitoday.com mengatakan, dirinya merasa khawatir dengan semangat berbangsa dan bernegara masyarakat akan berkurang.

"Malu lah kita dikenal sebagai kota patriot kalau perjuangan masyarakat bekasi hilang, dan saya akan mencoba berkordinasi kepada semua pihak agar semangat perjuangan kota patriot terus berkobar, "ungkapnya.

Pantauan bekasitoday.com diketahui bahwa dalam acara upacara bendera menyambut HUT RI ke 72 ala jawara yang diadakan di alun-alun Kota Bekasi, dihadiri langsung oleh H Dedy Mizwar Wakil Gubernur Jawa barat, (*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
suasana saat sosialisasi
BABELAN bekasitoday.com-Tim komunitas radio komunikasi kedung pengawas (rakompas) bersama PT Konsuil Perdana Indonesia Area Bekasi lakukan sosialisasi cegah bahaya dan kebakaran akibat instalasi listrik yang tidak sesuai standar, kepada masyarakat Kedung Pengawas Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi, Kamis (10/8). 

Sementara, Asep Satria ST Asmen Teknik pada Konsuil Area Bekasi dalam sosialisasi tersebut mengatakan, lantaran penggunaan kabel yang tidak laik, sehingga mengakibatkan terjadi kebakaran.

"Akibat kabel tidak laik atau tidak standar itu membuat instalasi listrik  tidak laik, misalnya pemasangan listrik di bangunan rumah milik penduduk, perkantoran atau gedung swasta, pemerintah, serta sekolah juga pabrik industri, "ujarnya.

Menurutnya, di Babelan ini jika ada bangunan atau rumah yang pemasangan instalasi listrik itu tidak sesuai standar, atau instalasi bangunan tersebut banyak berusia tua, itu juga harus di remajakan agar laik digunakan.

"Keselamatan instalasi listrik itu penting dan harus diutamakan atas laik nya pemasangan instalasi listrik. Akibat kebakaran karena pemasangan jaringan listrik yang kurang baik, juga pemakaian material yang tidak SNI, "terangnya.

Terpisah, Ketua Rakompas Nasarudin juga mengajak masyarakat agar dapat memperhatikan tentang pemasangan instalasi listrik tersebut, agar sesuai dengan standar.

"Dari pada terjadi lebih baik kita mencegah bahaya dari kebakaran, "pungkasnya.(*)

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
poto bersama wartawan LIWASI
CIKARANG PUSAT bekasitoday.com-Sejumlah wartawan dari berbagai media mulai dari media cetak harian, media online, serta media cetak mingguan, melakukan rapat kecil pembentukan panitia untuk melakukan upacara bendera merah putih di hari kemerdekaan ke 72 tahun yang akan di lakukan diatas jembatan penombo, Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Kamis (10/8).

Lukman Hakim MN koordinator acara kepada media mengatakan, kumpulnya kita disini untuk melanjutkan rencana kita untuk melakukan acara pengibaran bendera merah putih saat hari kemerdekaan di tanggal 17 Agustus 2017, di atas jembatan penombo.

"Kenapa kita lakukan di atas jembatan penombo, karena kami menilai kasus jembatan penombo kita anggap jalan di tempat, kita harapkan jembatan yang sempat di soal ini,  dilanjutkan kasus hukumnya, agar hak-hak masyarakat tidak terabaikan, "terangnya.

Sementara, Karman Supardi SE, mengatakan, ini adalah momentum kita untuk menghormati para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari penjajah dan merupakan bentuk keprihatinan terhadap pembangunan jembatan begedor, yang memakan anggaran hingga milyaran rupiah.

"Kita melakukan hal yang unik, dan kita anggap jembatan begedor ini unik untuk kita gunakan dalam proses pengibaran bendera merah putih dalam peringatan HUT RI ke 72, dan tahun lalu, kita lakukan kegiatan upacara pengibaran bendera di HUT RI ke 71 di PPI Paljaya, Desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, "ujarnya sembari lempar senyum.(*)

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
camat Babelan saat lepas gerak jalan sehat
BABELAN bekasitoday.com-Ratusan peserta mulai dari siswa Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas serta instansi pemerintah ikuti acara gerak jalan sehat dalam memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke 72, dan Hari jadi Kabupaten Bekasi ke 67.
Drs H Surya Wijaya MM ketika di temui di ruang kerjanya kepada bekasitoday.com mengatakan, gerak jalan ini sengaja kami buat dalam rangka memperingati HUT-RI ke 72, dan hari jadi Kabupaten Bekasi ke 67.

"Gerak jalan ini diikuti dari berbagai instansi selain pemerintahan peserta juga dari UPT pasar, UPT pendidikan, kepala KUA beserta staf,  Ketua PGRI Babelan, Kapolsek Babelan beserta jajaran, Danramil Babelan dan anggota, "ujarnya.

Adanya rasa nasionalisme itu dibuktikan dengan memasang bendera merah putih di setiap rumah warga di setiap bulan kemerdekaan, guna menghormati jasa para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Saya menghimbau masyarakat Babelan agar di setiap rumah memasang bendera merah putih, serta umbul- umbul dan juga saya berharap agar bisa menjaga kebersihan dilingkungan sekitar dan menciptakan keindahan dan juga kenyamanan, "ungkapnya.

Pantauan bekasitoday.com dalam kegiatan acara gerak jalan tersebut juga di banjiri hadiah sebagai doorprize, diantaranya, satu buah mesin cuci, satu buah sepeda gunung, penanak nasi, kompor gas, dan lain-lain.(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
Jamaluddin SH
SUKAWANGI bekasitoday.com-Terkait tragedi pembakaran terduga maling ampli player di pasar Muara Bakti, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, adalah bukti dugaan ketidakpercayaan masyarakat terhadap hukum yang berlaku.

Insiden yang terjadi  mengenai kekerasan main hakim sendiri hingga menyebabkan meninggal dunia yang di alami MA 30 tahun alias Zoya di Bekasi beberapa waktu lalu, merupakan pukulan telak jika dikaitkan dengan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap hukum yang berlaku.

"Kejadian ini menjadi momentum kita secara kolektif untuk berbenah terutama dalam hal kesadaran masyarakat terhadap hukum, pertegas lagi tentang bagaimana langkah kongkrit yang dimaksud, dirinya menanggapi hal tersebut  dan perlu adanya upaya edukasi masyarakat terhadap hukum dengan cara yang lebih persuasif yang bersifat antisipasi, "ujarnya Kamis (10/8).

Dirinya sedang persiapkan dalam waktu dekat untuk dibentuknya Lembaga Bantuan Hukum sebagaimana amanat undang-undang, nantinya kegiatan bukan hanya sebatas memberikan Advokasi terhadap masyarakat yang kurang mampu, tapi lebih kepada memberikan penyuluhan hukum dalam rangka mewujudkan kesadaran hukum di masyarakat dan kita akan bekerjasama dengan Pemerintah sebagai mitra dalam hal ini.

"Yang jelas LBH ini bukan baru tapi memang sudah berpengalaman dalam memberikan layanan hukum skala nasional, berbadan hukum yang sudah di sahkan banyak cabangnya didaerah hingga pelosok, dan kebetulan di Bekasi khususnya Kabupaten Bekasi wilayah utara ini belum terbentuk pengurusnya, saya di minta untuk menjadi Direktur LBH untuk wilayah ini. Kita sudah siapkan terutama rekan-rekan yang menangani masalah litigasi dan nonlitigasi, kita juga akan adakan pelatihan buat rekan-rekan yang berminat mendalami bidang ini untuk dilatih menjadi paralegal, kita tunggu saja yah persemiannya, nanti saya undang rekan-rekan, "ungkapnya.

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
BABELAN bekasitoday.com-Puluhan personal Polsek Babelan lakukan giat pengamanan arus lalulintas di enam titik di kegiatan Jalan sehat dalam rangka peringati ulang tahun Kabupaten Bekasi ke 67 Dan HUT Republik Indonesia ke 72, Kamis (10/8).

Dalam giat jalan sehat kali ini kita kerahkan sekitar 20 personil polsek babelan, di setiap perempatan dan pertigaan, untuk membantu pengamanan arus lalulintas.

"Ada sebanyak dua personil kepolisian di setiap titik perempatan dan pertigaan, agar dapat mengurai kemacetan saat peserta gerak jalan melintas, dan semoga dalam kegiatan gerak jalan ini tidak ada kendala khususnya keamanan wilayah, "ujar Kompol Suriyat SH Kapolsek Babelan.

Pantauan bekasitoday.com bahwa peserta kegiatan sangat antusias dalam mengikuti kegiatan gerak jalan yang diadakan ini, diketahui bahwa peserta kegiatan gerak jalan diikuti dari sejumlah instansi, diantaranya instansi pemerintahan seperti, peserta dari desa/kelurahan, kecamatan, UPT KUA, UPT Pasar, UPT Pendidikan, dan TNI/POLRI.

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Bekasi Anim Imamudin mensinyalir bahwa operasional 800 koperasi di wilayahnya mulai disusupi kalangan rentenir berkedok koperasi.
"Dari 800 koperasi di Kota Bekasi, 50 persen di antaranya sudah tidak aktif, bahkan dari sekitar 400 yang aktif ada yang berkedok sebagai rentenir," katanya di Bekasi, Senin.

Koperasi Bekasi Disinyalir Disusupi Rentenir

Hal itu dikatakannya setelah menghadiri jalannya upacara perayaan Hari Koperasi 2017 di Lapangan Alun-Alun Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Menurut dia, koperasi yang dikategorikan aktif, sebagiannya masih menggelar rapat anggota tahunan yang rutin mereka selenggarakan.
Sementara koperasi yang tidak aktif, kata dia, mayoritasnya sudah tidak memiliki papan nama alias fiktif dan banyak disusupi kepentingan lain, salah satunya rentenir.
"Dari yang tersisa sekarang banyak yang tidak punya nama atau bisa jadi mereka adalah rentenir yang berkedok keporasi," katanya.

Pihaknya dalam waktu dekat akan meminta Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Bekasi untuk memverifikasi ulang aktivitas koperasi di wilayah itu.
"Dalam waktu dekat akan kita data ulang, bila positif rentenir kita hapus," katanya.

Dikatakan Anim, ratusan koperasi yang bangkrut di wilayah itu mayoritasnya disebabkan kelemahan pada sisi manajemen dan modal.

Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu mengatakan, pihaknya tengah berupaya menyelamatkan pengusaha koperasi yang kini nyaris bangkrut dengan bantuan dana pinjaman modal dari Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Kota Bekasi.
"Kalau modal akan dibantu lewat BPRS sebagai BUMD Kota Bekasi yang fokus menangani permodalan usaha," katanya.

Selain melakukan pembinaan koperasi, pihaknya akan mengarahkan usaha mereka pada layanan online dengan memanfaatkan kemajuan teknologi.
"Ini adalah langkah kita meningkatkan kapasitas usaha menuju Indonesia Digital Energy of Asia pada 2020," katanya.

Sumber : Antara
warga kp sembilangan, samudera jaya
TARUMAJAYA bekasitoday.com-Lantaran dianggap belum merdeka,  puluhan warga kampung sembilangan Rt01/09, Desa Samudera Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, enggan memasang bendera merah putih saat bulan Agustus, karena warga sembilangan merasa dianaktirikan terkait pembangunan dan infrastruktur.

"Kami sebagai warga Negara hingga saat ini belum  merasakan merdeka, karena sejak dahulu hingga sekarang kami tidak pernah di sentuh dan di perhatikan terutama dalam hal pembangunan fisik dan non fisik oleh pemerintah  desa maupun pemerintah daerah kabupaten bekasi, "ujar Madnung warga kampung sembilangan Rt 01/09 Samudra jaya Tarumajaya, Minggu (6/8) kemarin.

Menurutnya, bahwa selama ini kehidupan kami di era modern masih hidup dalam kekurangan dan keterbatasan, mana perhatian Pemerintah, warga sembilangan bagai tamu di negeri sendiri dan hanya menjadi penonton.

"Sejak dulu, warga sembilangan tidak  memiliki akses jalan, bagai terasingkan,  yang sangat dirasakan adalah sulitnya mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, kami harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan air minum, dan apa yang kami rasakan, bukti kami belum merdeka,  "terangnya.

Hal senada dikatakan Ahmad, menurutnya sangat miris yang di rasakan masyarakat sembilangan, untuk mendapatkan air minum kami harus membeli air seharga Rp 8 ribu per 1 jerigen, itu pun kami harus jauh ke Desa Segara Jaya, harus melewati baro baro bambu (karna laut sudah di patok bambu-red) dan setiap hari kami harus mengeluarkan uang minimal Rp 20 ribu hanya untuk air bersih.

"Pemda Kabupaten Bekasi katanya sedang membangun​, mana pemerataan pembangunan, tolong perhatikan kami, sebagai warga kabupaten bekasi juga di mohonkan jangan di anak tirikan seperti ini, warga sembilangan juga butuh perhatian, terkait akses jalan dan sarana air bersih serta kembalikan fungsi laut pesisir Tarumajaya seperti semula, "tegasnya.

Terpisah, H.Nana Supriyatna SE, Ketua Garda Tipikor Indonesia (GTI) DPC Kabupaten Bekasi, kepada media menuturkan, sangat menyayangkan sikap antipati masyarakat kampung sembilangan, yang mengabaikan nilai nilai luhur para pejuang kemerdekaan bangsa Indonesia terdahulu.

"Sudah sepatutnya momentum 17 Agustus dapat dijadikan refleksi sejarah perjuangan bangsa, sebagai bangsa yang besar harus menghargai pengorbanan para pejuang terdahulu, "ujarnya Senin (7/8).

Menurutnya sangat naif kalau masyarakat satu kampung tidak ikut meramaikan pesta demokrasi bangsa dengan melakukan pemasangan dan pengibaran bendera merah putih sebagai simbol kemerdekaan 72 tahun silam.

"Soal hasil pembangunan yang belum dirasakan oleh masyarakat kampung sembilangan, harusnya Pemda Kabupaten Bekasi lebih peka lagi, jangan sampai di hubungkan dengan nilai nilai sejarah perjuangan bangsa, serta tidak ada istilah warga  di anak tirikan dan kurang perhatian, "pungkasnya(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
bekasitoday.com - Di Kota Bekasi, Jawa Barat, terdapat sebuah jalan dengan nama pahlawan nasional Dewi Sartika, namun dalam pencarian google Maps, nama jalan tersebut menjadi Jalan Dewi Persik.

Perubahan nama jalan Dewi Sartika menjadi jalan Dewi Persik mulai ramai dibicarakan. Bahkan akun twitter @_mazeko dengan nama akun Eko Prasetyo dalam kicauannya mempertanyakan perubahan nama jalan tersebut.


Saat redaksi  menuliskan nama jalan Dewi Sartika, Kota Bekasi di laman pencarian Google Maps, ternyata benar. Hasil pencarian di Google Maps menunjukan nama jalan yang dimaksud tidak ada. Yang ada di laman Google Maps malah Jalan Dewi Persik. Ketika mencoba mengetik Jalan Dewi Sartika di mesin pencarian Google Maps, hasil merujuk pada Jl. Dewi Persik Margahayu Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat 17113.

Hingga saat ini, belum diketahui jelas apa penyebabnya nama jalan itu berubah dari nama  Pahlawan Nasional itu menjadi nama penyanyi pedangdut yang dikenal dengan goyang khas gergajinya itu.

Seiring munculnya pemberitaan di media online dan menanyakan komentar Bang Jamaludin SH, ia pun kaget dan menyayangkan hal itu terjadi.

“Kok bisa yah nama jalan berubah dari nama pahlawan nasional menjadi nama lain? Apa sudah resmi ada perubahan nama jalan seperi itu? Ada Perda yang mengatur soal pemberian nama jalan, tidak bisa semau kita itu” kata Bang Jamaludin SH salah seorang tokoh pemuda dan aktivis Bekasi.
Jamaluddin SH
bekasitoday.com-Terkait dengan pengangkatan penjabat sementara (Pjs) Kepala Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi yang tersangkut permasalahan hukum dengan status tersangka oleh Bupati Bekasi, ternyata banyak menuai kritikan dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satu diantaranya adalah kritikan pedas dari aktivis Utara Kabupaten Bekasi.

Landasan Yuridis berhentinya Kepala Desa bisa terjadi karena Kepala Desa meninggal dunia, mengundurkan diri, atau karena diberhentikan.

"Salah satu alasan diberhentikannya kepala desa antara lain karena habis masa jabatannya, karena kondisinya tidak memungkinkan untuk melanjutkan tugas, dan melanggar larangan sebagai kepala desa, "ujar Jamaluddin SH.

Dan terhadap kepala desa yang melanggar larangan dan tersangkut hukum kata dia, Bupati bisa memberhentikan sementara kepala desa tersebut jika status "tersangka" pada kasus yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi, terorisme, makar, kasus yang dianggap mengancam keamanan negara. Bupati juga bisa memberhentikan sementara jika kepala desa tersebut berstatus "terdakwa" dengan ancaman pidana paling singkat lima tahun.

"Bupati bisa memberhentikan kepala desa jika dinyatakan sebagai "terpidana" berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Jika kita cermati peraturan yang ada saat ini hanya menjelaskan secara jelas bagaimana memberhentikan sementara atau memberhentikan "Kepala Desa" yang sudah menjabat. Namun tidak dijelaskan secara jelas bagaimana cara memberhentikan atau memberhentikan sementara "Pjs Kepala Desa" yang diangkat oleh Bupati, "terangnya.

Karena hal yang mendasar "Kepala desa" dengan "Pjs Kepala Desa " adalah subjek hukum yang berbeda jika dilihat dari peristiwa hukumnya, dimana kepala desa dihasilkan dari proses Pilkades sedangkan Pjs Kepala Desa dari hasil pengangkatan oleh Bupati oleh karena amanat peraturan yang berlaku.

"Jika kita anggap "Pjs Kepala Desa" sama dengan "Kepala Desa" yang dimaksud, maka peraturannya mengenai bagaimana pemberhentian dan pemberhentian sementara Pjs Kepala Desa sama dengan pemberhentian Kepala Desa, "jelasnya.

Hematnya, penyidik harus memberikan surat pemberitahuan kepada Bupati Bekasi terhadap kasus yang sedang dijalani oleh Pjs Kepala Desa yang berstatus tersangka tersebut kepada Bupati Bekasi. Dan Bupati memberikan surat persetujuan tertulis untuk dilakukannya penyelidikan, hal ini tidak berlaku untuk tindak pidana yang tertangkap tangan atau tindak pidana yang diduga dengan ancaman hukuman mati.

"Bupati juga bisa langsung memberikan sanksi teguran, skorsing, atau pemberhentian kepada Pjs Kepala Desa tersebut jika melakukan perbuatan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, sehingga merugikan Negara, Daerah/Desa dan atau masyarakat Desa. Dan permasalahan lain yang patut di soroti dimana peristiwa status tersangka ini terlebih dahulu terjadi sebelum waktu pelantikan Pjs Kepala Desa Buni Bakti, Hal ini terjadi karena Bupati tidak memegang prinsip kehati-hatian dalam menjalankan tugas pemerintahan, "ungkapnya.

Dia menambahkan, seharusnya Bupati mempertimbangkan dampak yang akan terjadi jika tetap melanjutkan pelantikan terhadap sesorang yang berstatus tersangka untuk dijadikan pejabat sementara. Hal ini perlu dilakukan dalam rangka melaksanakan amanat Undang-Undang khususnya UU Desa untuk membentuk Pemerintahan Desa yang professional, efisien, terbuka, bertanggung jawab, serta meningkatkan pelayanan publik bagi warga masyarakat Desa.

"Saya kira pelaksanaan hal tersebut akan terganggu jika adanya permasalahan hukum Pjs Kepala Desa yang ditunjuk. Bagaiaman mungkin berfikir dan bertindak menjalankan tugas dengan konsentrasi yang terpecah akibat menjalani permasalahan hukumnya sendiri, "tambahnya.(*).


PONDOK GEDE-bekasitoday.com-Kesenian khas betawi, seperti tanjidor, ondel-ondel bergoyang, gambang kromong, tarian, silat, rebana biang, lenong, gambus, orkes melayu, lomba pantun, dan layar tancep, meriahkan acara lebaran betawi yang di selenggarakan oleh komunitas orang bekasi (koasi),  DPD PKS bidang seni budaya dan puluhan komunitas Betawi Bekasi, di halaman yayasan Fisabilillah Pondok Melati, Pondok Gede yang nantinya bakal dijadikan perkampungan budaya betawi (PBB). Minggu (5/8).

Selain itu, Lebaran Betawi juga semakin meriah dengan acara dialog budaya yang di isi oleh para sejarawan dan budayawan seperti kong Ridwan Saidi, Anggota DPR RI Mahfudz Abdurahman dan Endra Kusnawan. 

Sementara, Ketua pelaksana Lebaran Betawi M Yusuf mengatakan, Lebaran Betawi yang kedua ini membawa pesan rasa syukur.

"Lebaran Betawi kali ini kami maksudkan dalam rangka rasa syukur orang Betawi terhadap beberapa hal, "ujarnya tanpa menjelaskan hal-hal yang dimaksud.

Sementara, Mahfudz Abdurahman anggota DPR-RI di acara resesnya mengatakan, warga betawi harus bersyukur karena Pemerintah Kota Bekasi ikut hadir dalam acara ini, terlebih lagi di hadiri oleh Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu.

"Saya berharap dan mendesak agar DPRD dan Pemkot Bekasi secepatnya membuat payung hukum dan undang-undang yang mengatur tentang budaya bekasi, dengan adanya peraturan-peraturan tersebut, masyarakat betawi bekasi dan budayanya secara hukum telah diakui menjadi tuan rumah di daerah nya sendiri dan nasional. Dan gagasan tentang pondok melati dipilih sebagai lokasi Lebaran Betawi karena mencerminkan kelestarian budaya betawi. Selain itu, tempat tersebut dipilih atas usulan seluruh element masyarakat, "ujarnya.

Lebih lanjut Mahfudz mengatakan, acara lebaran betawi merupakan "Kearifan Lokal" di tengah mewabahnya serba impor,  jadi janganlah semuanya berakhir dengan hal yang berbau impor terutama budaya,  coba bayangkan kalau semua serba impor seperti beras, garam dan lain-lain, nanti akan seperti apa bangsa ini.

"Salah satu cara mengembangkan potensi budaya bekasi adalah dengan sering menggelar lebaran betawi dan event-event budaya. Tadi anda sudah mendengar bahwa semua sepakat antara pemerintah Kota Bekasi dan masyarakat akan terus mencoba menggelar acara-acara budaya. Pada tahun-tahun sebelumnya, lebaran betawi selalu digelar di lokasi yang berbeda, nah nantinya atau di tahun depan akan kita pusatkan di suatu tempat.(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
Jaidi dilantik sebagai Pjs Kades Satria Jaya
Jaidi dilantik sebagai Pjs Kades Satria Jaya
TAMBUN UTARA bekasitoday.com - Jaidi Supriyadi Penjabat sementara (Pjs) Kepala Desa Satria Jaya yang dilantik pada Senin (31/7) kemarin, diharapkan mampu untuk dapat membangun wilayah Satria Jaya lebih baik lagi ke depannya, diketahui sebelum ada Pjs Kepala Desa setelah masa bakti Kepala Desa H Sukardi berakhir pada 15 Juni 2017 lalu, Drs Sopian Hadi selaku Camat Tambun Utara menunjuk Sukma Kamaluddin sebagai Plt Kades Satria Jaya, agar pelayanan masyarakat terus berjalan.

"Sejak tanggal 16 Juni 2017, sampai adanya Pjs kades Satria Jaya yang baru, saya ditugaskan oleh Drs.Sopian Hadi selaku Camat Tambun Utara untuk menjabat sebagai Plt Kades, menunggu pejabat Pjs dilantik, "ujar H.Sukma Kamaludin di aula Kantor Kecamatan Tambun Utara.

Menurutnya, pelantikan yang saat ini dilaksanakan berdasarkan keputusan Bupati Bekasi dr. Hj. Neneng Hasanah Yasin yang telah mempercayakan Jaidi Supriyadi untuk menjabat sebagai Pjs Kepala Desa Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, dan semoga amanah.

"Ini merupakan keputusan pimpinan, tentunya sebagai Plt Kades Satria Jaya sejak 16 Juni 2017 sampai dengan dilantiknya Pjs yang baru, saya terima dengan legowo, saat ini beliau (Jaidi Supriyadi-red) saudara saya, pimpinan saya, senior saya, semoga dapat memberikan nuansa baru dengan segudang pengalamannya, tentunya buat kemajuan desa dan masyarakat Satria Jaya, "tutur Sekdes Satria Jaya ini.

Ditambahkannya, dengan telah dilantiknya Pjs Kades Satria Jaya, tentunya proses pembangunan di Satria Jaya dapat berjalan, karena selama ini proses pencairan alokasi Anggaran Dana Desa belum dapat dicairkan dan masih "parkir" di bank.

"Yah, selama ini dana desa belum dapat dicairkan sampai dilantiknya Pjs Kades Satria Jaya, dan agar pembangunan terus berjalan, setelah pelantikan Pjs Kades ini diharapkan anggaran yang masih ada di bank dapat segera di cairkan, "terangnya.

Sementara, Drs Sopian Hadi Camat Tambun Utara mengatakan, dirinya berharap dengan dilantiknya Pjs Kades Satria Jaya yang baru, kegiatan pembangunan dan infrastruktur lainnya dapat terselenggara dengan baik, termasuk perbaikan rutilahu.
"Setelah pelantikan Pjs Kades Satria Jaya ini,  diharapkan pembangunan di desa terus berjalan, dan jangan di macem-macemin" jawabnya sambil menuju kendaraan, karena ada kegiatan lainnya.

Namun  Jaidi Supriyadi sendiri, saat ingin dikonfirmasi terkait jabatan yang baru sebagai Pjs Kepala Desa Satria Jaya, dirinya enggan memberikan komentar kepada awak media, dan langsung meninggalkan Kantor Kecamatan Tambun Utara. (*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
Cikarang Bekasi (Antara Megapolitan) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bekasi, Jawa Barat memberikan pelatihan Bahasa Inggris kepada 40 warga binaan.

Lapas Bekasi beri pelatihan Bahasa Inggris kepada warga binaan

"Kegiatan ini adalah salah satu langkah agar dapat dijadikan bekal untuk mencari nafkah setelah keluar dari Lapas," kata Kepala Lapas Kelas III Bekasi, Kadek Anton Budhiharta di Kabupaten Bekasi, Sabtu.

Menurut dia dengan adanya kegiatan seperti ini akan menstimulus warga binaan untuk lebih kritis dalam hal perberdayaan ilmu.

"Saya berharap dengan adanya kegiatan ini agar tentunya dapat memberikan bekal berupa pengenalan bahasa asing yang dimana warga binaan belum mampu mengenal secara baik," katanya.

Pasalnya pemberian materi ini dikemas dengan baik dan lebih memfokuskan diri kepada cara pengenalan Bahasa Inggris sebagai kegunaan hidup sehari-hari.

Dan juga memiliki peranan aktif dalam pengenalan itu dengan cara-cara belajar sambil bermain.

Dalam kegiatan itu, warga binaan merasa terhibur dan antusias tinggi untuk lebih mengenal Bahasa Inggris.

Ia menambahkan dalam hal ini Lapas Kelas III Bekasi menyediakan tenaga pengajar baik pegawai maupun orang asing yang sudah lama tinggal di daerah setempat dan bisa berbahasa Inggris dengan baik.

Dalam hal ini adalah salah satu celah baik dimana pelatihan yang dikemas dengan adanya permainan akan lebih menstimulus untuk warga binaan lebih berkembang.

Sementara itu, warga binaan Lapas Kelas III Bekasi, Ridwan, mengaku sangat antusias mengikuti kelas Bahasa Inggris.

"Ternyata belajar Bahasa Inggris menyenangkan. Memang agak malu-malu awalnya, namun ada games dan interaktif juga sehingga kami tidak bosan" katanya. (ANTARA)