Rully M Simorangkir
bekasitoday.com-PT. Cikarang Listrindo, Tbk melalui kuasa hukumnya, Rully M Simorangkir membantah tuduhan PT. Hamson Indonesia terkait gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan atas dugaan pemutusan pekerjaan proyek pengerukan sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL).

Rully menegaskan PT. Cikarang Listrindo, Tbk adalah sebuah perusahaan dengan reputasi yang sangat baik. Dia pun mengakui pernah ada kontrak kerja antara kliennya dengan PT. Hamson Indonesia (HI), namun HI tidak melaksanakan kewajibannya sekalipun sudah berkali-kali diperingatkan.

"Justru HI sudah melakukan suatu cidera janji atau wanprestasi kepada klien kami PT. Cikarang Listrindo, Tbk, karena pekerjaannya tidak beres sesuai yang disepakati. Malah kami sudah memberikan uang muka sebesar 10 persen dari nilai proyek, "ujar Rully dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (17/8).

Dia mengaku heran dengan klaim pihak HI yang menyatakan pengerjaan sudah rampung 90 persen.

"Rasanya tidak masuk akal. Kami saja baru membayar uang muka atau DP tapi kok mereka mengklaim sudah merampungkan 90 persen pekerjaan. Ini aneh hitung-hitungan apa yang mereka gunakan, "ujar Rully.

Kami sangat meragukan bahwa HI sudah dirugikan oleh Klien kami, karena tidak ada satupun bukti yang menunjang ke arah sana. Bahkan nilai proyek yang sedang dilaksanakan oleh HI tidak sebesar apa yang mereka katakan.

"Terkait gugatan ke PN Selatan dengan Register Perkara Nomor: 526/ Pdt.G/ 2017/PN.Jkt, Rully mengatakan, pihaknya merasa senang guna mengungkap kebenaran dimana kliennya justru dirugikan pihak HI, "terangnya. 

Pihaknya, kata dia, telah mempelajari dokumen-dokumen yang ada. Kalau memang benar ada gugatan dari HI, pihaknya akan menghadapi dengan sebaik-baiknya untuk mempertahankan hak-hak kliennya. Sekaligus melaIui gugatan nanti pihak HI selaku pihak yang telah melakukan kesalahan justru harus mengganti kerugian kliennya.

"Mengenai kerugian justru klien kami yang sudah sangat dirugikan oleh wanprestasi yang dilakukan oleh Hl. Kalau benar ada gugatan, saya selaku kuasa hukum justru mengaku senang karena dengan demikian akan terbukti siapa yang salah dan siapa yang benar," pungkas Rully yang resmi ditunjuk PT. Cikarang Listrindo Tbk.

Sebelumnya, PT. Hamson Indonesia menggugat PT. Cikarang Listrindo Tbk (POWR) atas dugaan pemutusan pekerjaan proyek pengerukan sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL) berdasarkan tenggang waktu yang tak layak.

Perkara dengan Register Perkara Nomor: 526/ Pdt.G/ 2017/PN.Jkt.Sel telah didaftarkan Rabu (16/7).
Akibat dugaan pemutusan kerjasama sepihak PT. Hamson Indonesia mengklaim telah merugi hingga mencapai total Rp 300 miliar akibat POWR mengakhiri pekerjaan yang sedang dilakukan secara sepihak. Proyek yang dikerjakan oleh Hamson adalah Proyek Pengerukan Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL) dan merupakan bagian dari rangkaian Proyek PLTU Babelan dari tergugat selaku pembeli kerja.(*).
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.