September 2017
Peringati HUT ke-22, PJB UP Muara Tawar Lakukan Giat Jalan Sehat
TARUMAJAYA bekasitoday.com - Pembangkitan Jawa Bali (PJB) UP Muara Tawar, Desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, gelar kegiatan jalan sehat dalam rangka HUT ke-22 PJB yang dilaksanakan di kantor PJB UP Muara Tawar, Jumat (29/9).

Lavi Rumandioko General Manager PJB UP Muara Tawar dalam sambutannya mengatakan, gerak jalan sehat ini dilakukan untuk memperingati hari jadi yang ke-22 tahun PJB, dan jarak yang ditempuh peserta sepanjang lima kilometer.

"Kegiatan ini kami lakukan untuk peringati HUT ke-22 PJB,  dan kegiatan jalan sehat ini untuk membentuk karakter kebersamaan, antar pegawai, masyarakat, dan Muspika Tarumajaya, "ujarnya.

Menurutnya, jalan sehat ini adalah salah satu bentuk komitmen kami untuk terus bersinergi kepada masyarakat serta muspika setempat. Semoga kegiatan jalan sehat yang kita lakukan ini dapat mempererat tali silaturahim kita.

"Selain untuk kesehatan, jalan sehat ini juga bertujuan untuk mempererat kebersamaan kita, dan semoga jalan sehat di HUT PJB ini dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar perusahaan, "terangnya.

Sementara, Dwy Sigit Ardian Camat Tarumajaya, mengucapkan selamat kepada PJB yang telah berusia 22 tahun, dan semoga dapat berguna bagi penerangan di Indonesia.

"Slogan Terus Terang Terang Terus memang benar adanya, dan kalau tidak ada PJB mungkin slogan itu hanya isapan jempol, dan semoga dapat terus menerangi bumi Indonesia, "ungkapnya.(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
TARUMAJAYA bekasitoday.com-Wakil Bupati Bekasi H Eka Supriatmaja, bersama Holilah Eka Supriatmaja Ketua Tim PKK Kabupaten Bekasi hadiri kegiatan Monev 10 Program Pokok PKK dan Penilaian lima lomba dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK dan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat tingkat Provinsi Jawa barat tahun 2017, yang diadakan di aula Desa Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Rabu (27/9).

H Eka Supriatmaja, Wakil Bupati Bekasi dalam sambutannya mengatakan, mengucapkan selamat datang kepada tim penilai dari Provinsi Jawabarat, di Kabupaten Bekasi dalam hal ini Desa Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya.

"Melalui Desa Setia Asih, diharapkan menjadi contoh untuk desa-desa lainnya yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi, diketahui bahwa Desa Setia Asih adalah desa pemenang dalam lomba desa yang diadakan Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu, "ujarnya singkat.

Ellypianih, tim penggerak PKK Provinsi Jawa Barat dalam sambutannya mengatakan, berkeinginan untuk meningkatkan kreatifitas PKK se Provinsi Jawabarat. 

"Perlu diketahui, bahwa selama ini PKK Provinsi Jawa Barat telah mendapat 238 penghargaan, dalam hal ini Gubernur Jawa Barat sangat memberikan apresiasi kepada TP PKK baik tingkat Kota-Kabupaten, Kecamatan dan desa, yang telah bekerja keras selama ini, "terangnya.
 
Terpisah, Hj Komariah Kepala Desa Setia Asih kepada media mengatakan, sangat berterimakasih sekali kepada pemerintah Kabupaten Bekasi yang telah mempercayakan desa Setia Asih di lomba yang diadakan provinsi Jawa Barat, dalam rangka Hari Kesatuan Gerak PKK dan Bulan Bakti Gotong Royong masyarakat tingkat provinsi Jawa Barat tahun 2017.

"Mudah-mudahan Desa Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya dalam mewakili Kabupaten Bekasi di lomba yang di gelar Provinsi Jawa Barat dapat membuahkan hasil maksimal, dan tentunya dapat memenangkan lomba tingkat Provinsi ini, "ungkapnya. 

Diketahui hadir dalam kegiatan tersebut, TP PKK Kabupaten Bekasi, Camat Tarumajaya, H Agus Sopian. SE Ketua Apdesi Kabupaten Bekasi, Kepala Desa se-kecamatan Tarumajaya, dan TP PKK se-kecamatan Tarumajaya.(*)

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
Dilanda Krisis Air Bersih, LPM MBS Kirim Air Bersih Ke Tiga Kampung
BABELAN bekasitoday.com - Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Muara Bakti Seberang (LPM MBS) membantu pengadaan air bersih untuk warga Kampung Pendayakan, warga Kampung Utan, serta warga Kampung Pasar Emas, lantaran krisis air bersih yang terjadi di kampung tersebut karena dilanda kemarau panjang, Senin (25/9).

"Ini adalah bentuk solidaritas serta kepedulian terhadap saudara-saudara yang menderita dilanda krisis air bersih" ujar Lili Ketua LPM MBS saat ditemui di kediamannya.

Dirinya merencanakan pembuatan toren di tiga wilayah, yang ada di Muara Bakti Seberang, yang nantinya akan dijadikan penampungan air sementara.

"Nanti akan kita sediakan toren besar untuk menampung air, agar masyarakat bisa mengambilnya secara bergiliran, selain pengadaan toren, kita juga akan sediakan semacam gerobak air, untuk nantinya digunakan warga mengambil air dipenampungan" terangnya.

Dirinya menambahkan, saat ini baru tiga unit tangki air bersih yang kita kirim ke tiga wilayah kampung yang ada di Muara Bakti Seberang, mudah-mudahan ke depan lebih dari sekarang.

"Alhamdulillah pengiriman air bersih untuk tiga wilayah kampung yang ada di seberang Muara Bakti telah terselesaikan, semoga apa yang kita perbuat bermanfaat bagi warga di tiga kampung tersebut, dan semoga rencana kita untuk menyuplai air bersih ke masyarakat kedepannya mendapatkan jalan kemudahan" ungkapnya.(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
BABELAN bekasitoday.com-Banyak laporan masyarakat terkait jalan licin akibat pengurugan perum Grand New Residence yang berada di wilayab desa Kedung Pengawas, Camat Babelan tinjau lokasi jalan yang dimaksud dan menjadi perhatian khusus.

"Kedatangan kita disini ditemani oleh Kapolsek Babelan untuk melihat secara langsung kegiatan penambalan jalan berlubang, serta penyiraman jalan berdebu yang di lakukan oleh pengembang Green new residence "ujar Camat Surya di lokasi proyek GNR, Senin (25/9).

Menurutnya, sudah menjadi kewajiban kita, ntuk selalu mendengar keluhan warga serta melihat secara langsung kegiatan apa saja yang sedang berlangsung di wilayah kerja Kecamatan Babelan.

"Tentunya sebagai pemerintah kecamatan babelan sangat apresiasi kepada pengembang perumahan Green New Residence di wilayah Desa Kedung pengawas, yang  sedang melakukan penambalan jalan menggunakan Scrap Aspal, dari perbatasan Kota Bekasi (kelurahan kebalen-red) sampai dengan proyek pembangunan Perumahan Green New Residence, "terangnya.

Kegiatan penambalan jalan oleh pengembang perumahan GNR kata dia, cukup banyak membantu pengguna jalan.

"Diharapkan kegiatan perbaikan tambal sulam jalan yang di lakukan oleh pengembang GNR, dapat diikuti oleh pengusaha lainnya yang berada di wilayah Kecamatan Babelan,"harapnya.


Sementara itu Ikhsan dari pihak pengembang Green New Residendce, kepada media mengatakan, kegiatan penambalan dan penyiraman jalan yang di lakukan oleh GNR, untuk memenuhi kewajiban pengembang terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar, dalam hal membantu program pemerintah, perbaikan/penambalan jalan dengan menggunakan Scraft aspal.

"Kegiatan yang dilakukan oleh pengembang GNR tetap berkoordinasi dengan pihak kecamatan Babelan, kita akan terus bersinergi dengan pemerintah kecamatan, Pemerintahan Desa serta masyarakat sekitar, "ungkapnya. 


Dalam hal perizinan, GNR telah melengkapi semua perizinan yang ada dan akan terus menyelesaikan pembangunan.

"Green New Residence selaku pengembang di wilayah kecamatan Babelan telah mengantongi izin, dalam melakukan segala aktivitas pembangunan sesuai dengan arahan Camat Babelan, serta sesuai dengan aturan dan norma norma yang ada, "tutupnya.

Dari pantauan media di lapangan, kunjungan Camat Babelan di lokasi Proyek GNR dan lokasi perbaikan jalan, di dampingi kapolsek Babelan, Sekdes Nata, MP Babelan dan anggota Satpol PP, serta Ikhsan dari pengembangan perumahan Green New Residence.(*)

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot

BEKASITODAY.COM – Seorang warga Kabupaten Bekasi tertangkap tangan memiliki 10 butir tablet mengandung paracetamol, cafein, carisoprodol (PCC) saat Kepolisian Polres Metro Bekasi Kota melakukan razia pada Senin (18/9/2017) di depan Stadion Patriot Candrabhaga, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan.

Wakapolres Metro Bekasi AKBP Wijionarko (kedua kiri) menunjukan barang bukti senjata api dan sejumlah jenis obat-obatan terlarang saat ungkap kasus di Mapolres Metro Bekasi, Jumat (22/9). Foto:Raiza Septianto/Radar Bekasi
Wakapolres Metro Bekasi AKBP Wijionarko (kedua kiri) menunjukan barang bukti senjata api dan sejumlah jenis obat-obatan terlarang saat ungkap kasus di Mapolres Metro Bekasi, Jumat (22/9). Foto:Raiza Septianto/Radar Bekasi
Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Wijonarko menjelaskan bahwa selain PCC, pihak kepolisian juga mendapatkan satu buah senjata airsoftgun jenis pistol beserta delapan tablet peluru gotri air softgun, dua tablet peluru revolver, dan enam tablet asli peluru SS1.

Dalam pada itu juga, pihaknya berhasil mengamankan tujuh tablet obat Merlopam, tujuh tablet obat Prohiper dan satu tablet obat Atarax.

AKBP Wijonarko menyatakan, razia tersebut dilakukan jajarannya untuk mengantisipasi penyebaran obat PCC. “Supaya di wilayah Kota Bekasi tidak terjadi korban seperti beberapa waktu lalu di Kendari,” ungkapnya, Jumat (22/9/2017).

Belum dapat dipastikan dari mana tersangka mendapatkan barang-barang tersebut dan apakah tersangka yang diamankan merupakan pengedar atau pemakai.

Pelaku terancam akan dijerat dengan Pasal 196 UU RI Nomor 36 dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara dan Pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara.

Selain itu MC juga terancam dikenakan Pasal 62 UU RI N9 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara. Serta Undang – Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan dan Penggunaan Senjata Tanpa Hak. (neo - pojoksatu)
Paguyuban Wartawan Polres Metro Bekasi Dikukuhkan di Mapolsek Muara Gembong
MUARA GEMBONG bekasitoday.com -Kombespol Asep Adisaputra Kapolres Metro Bekasi hadiri pengukuhan paguyuban wartawan cetak dan elektronik Polres Metro Bekasi, yang bertempat di mapolsek Muara Gembong,  Sabtu (23/9).

"Kenapa kita buat paguyuban wartawan, ini dibentuk untuk menjaga solidaritas wartawan yang wilayah liputannya di wilayah hukum Polres Metro Bekasi, agar lebih kompak, "ujarnya.

Menurutnya, saat ini banyak wartawan yang memegang wilayah liputan di Kota dan Kabupaten Bekasi, sehingga ketika ada giat rilis kasus terlambat hadir.

"Wartawan yang tergabung di paguyuban wartawan Polres Metro Bekasi harus bisa berbagi dengan rekan-rekan media yang lain, dalam hal pemberitaan, dan lahirnya paguyuban wartawan Polres Metro Bekasi diharapkan dapat bersinergi dengan Polri, karena media dan Polri saling membutuhkan, "terangnya.

Hari ini Sabtu (23/9) adalah hari bersejarah untuk rekan-rekan media yang tergabung di paguyuban wartawan Polres Metro Bekasi , karena telah di kukuhkan.

"Saat ini adalah sejarah untuk rekan-rekan wartawan, dimana paguyuban wartawan Polres Metro Bekasi telah dikukuhkan di ujung wilayah Hukum Polres Metro Bekasi yaitu di mapolsek Muara Gembong, "ungkapnya.

Pantauan bekasitoday.com bahwa acara pengukuhan paguyuban wartawan Polres Metro Bekasi di barengi dengan pemotongan tumpeng oleh Kapolresta Metro Bekasi KombesPol Asep Adisaputra.

Sementara Rahmat Tubis, Ketua Paguyuban Wartawan Cetak Elektronik, sangat mengapresiasi Kapolres Metro Bekasi yang telah mensuport sehingga lahir paguyuban wartawan Polres Metro Bekasi ini. 

"Saya mewakili rekan-rekan wartawan mengucapkan terima kasih sekali, karena Kapolres telah mendukung lahirnya paguyuban wartawan ini, semoga dengan adanya paguyuban wartawan Polres Metro Bekasi kami semakin kompak dan solid, tentunya untuk memajukan Kabupaten Bekasi kedepan, " tutur wartawan yang bekerja di Jak TV ini.(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
CABANG BUNGIN bekasitoday.com-Kombespol Asep Adisaputra Kapolres Metro Bekasi serahkan bangunan rumah kepada emak Asiah, yang beralamat di kampung kandang sapi, Desa Jaya Laksana, Kecamatan Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi, yang beberapa waktu lalu di bedah dalam program peduli sosial Polres Metro Bekasi.

Dalam sambutannya Kapolres Metro Bekasi mengatakan, hari ini adalah hari yang ditunggu oleh emak Asiah, dan hari yang membahagiakan bagi kita lantaran bisa berbagi.

"Bakti Sosial ini merupakan program Polres alhamdulillah bisa terselesaikan, dimana dalam rencana pembangunannya tepat waktu, dan seluruh Polres melakukan hal yang sama, namun, kita bisa melaksanakannya hari ini, "ujarnya Sabtu (23/9).

Menurutnya, renopasi total tumah emak Asiah, ini adalah adalah satu bentuk program kegiatan yang awal utamanya adalah bagaimana kita peduli terhadap sesama.

"Selain baksos bedah rumah, kami juga santuni yatim piatu, dan jompo yang menjadi bagian dari baksos Polres Metro Bekasi, kita ingin hubungan masyarakat dengan aparatur pemerintah serta TNI dan POLRI semakin baik, baksos ini adalah jembatan yang baik untuk kita bersinergi, "terangnya.

Kritik dan saran untuk kinerja Polres Metro Bekasi sangat diharapkan dari elemen masyarakat, untuk energi lebih baik lagi kedepan. Dan diharapkan kerjasamanya dalam menjalin khamtibmas.

"Untuk lebih baik lagi kedepan, kami mengharapkan kritik dan teguran dari masyarakat, apabila dalam tugas kami masih ada yang kurang, "ungkapnya.

Diketahui, turut hadir dalam acara serah terima bangunan rumah emak Asiah, Wakapolres Metro bekasi, camat cabang bungin, para pejabat utama polres Metro bekasi, kapolsek cabang bungin, perwakilan danramil cabang bungin, ibu wakil ketua bhayangkari.

Sementara Suwarto Camat Cabang Bungin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada jararan Polres Metro Bekasi yang telah membantu warganya untuk menjadikan rumah emak Asiah rumah yang layak huni.

"Kami atas nama pemerintahan mewakili keluarga emak Asiah mengucapkan terima Kasih kepada pak Kapolres yang telah membantu dalam membedah rumah emak Asiah, "ungkapnya.(*)

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
BekasiToday.com - Butuh biaya puluhan juta rupiah, sejumlah atlet silat Bekasi terpaksa turun ke jalan untuk mengumpulkan dana yang akan mereka gunakan untuk bertarung mengikuti event bergengsi di Yogyakarta. Cara ini (turun kejalan -red) mereka tempuh setelah mencoba berbagai cara untuk ikut serta dalam event Yogyakarta Championship 2017 yang digelar 14-15 Oktober mendatang, pesilat Bekasi mengaku masih membutuhkan banyak dukungan dana.

Pesilat Bekasi Lakukan Penggalangan Dana Untuk Biayai Kejuaraan Di Jogja

Sementara itu, IPSI Kota Bekasi berencana mengirim 60 orang yang terdiri dari 40 atlet, 15 ofisial, dan 5 guru silat ini membutuhkan biaya lebih lima puluh rupiah. Namun hingga berita ini diterbitkan kendala keuangan masih menghantui para pesilat yang notabene pelajar dan mahasiswa Bekasi ini.

“Dana tersebut untuk membiayai akomodasi dan transportasi atlet dan ofisial. Bayangkan untuk membawa nama Bekasi ke kancah nasional aja musti ngecrek pake kencleng mungutin recehan gini di jalanan, “ungkap Deni Djiung, pegiat Silat Bekasi yang rela melelang Songko kesayangan demi memberangkatkan anak didiknya.

Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap olahraga warisan budaya ini dirasa kurang oleh pegiat dan pelaku silat Bekasi. Karenanya mereka berinisiatif melakukan mengumpulkan dana dengan cara ngecrek di jalanan dan penggalangan dana untuk kejuaraan pencak silat ini secara besar-besaran pada Car Free Day Kota Bekasi 24 September besok

Pesilat Bekasi Lakukan Penggalangan Dana Untuk Biayai Kejuaraan Di Jogja

“Kaga pake malu, atletnya sendiri yang turun ke jalanan. Setidaknya masyarakat jadi tahu, warisan budaya ini butuh perhatian dari berbagai pihak terutama pemerintah“ tutur ayah satu anak ini dengan mata berbinar, entah binar semangat atau sedih bercampur geram dengan sikap pemerintah terhadap budaya silat Bekasi.

Untuk memberangkatkan rombongan yang berjumlah 55 orang (40 atlet, 15 official, 5 guru) diperlukan dana sebesar Rp 50.700.000, dengan rincian sbb.:
Transportasi Bekasi-Yogya PP (bus atau kereta): Rp 10 juta, 
Penginapan: Rp 25 juta,
Biaya pendaftaran: Rp 10 juta (40 atlet @ Rp250.000), 
Transportasi di Yogya (sewa bis): Rp 3 juta, 
P3K: Rp 500 ribu 
dan biaya tidak terduga Rp 2 juta. 

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot

TAMBUN SELATAN bekasitoday.com-Sarja Winata Kepala Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, mewajibkan anak muda di wilayahnya untuk ikut serta dalam acara nonton bareng (Nobar) film G-30-S PKI di Desa Tambun, pada 30 September 2017 mendatang. 

“Artinya, kami pun akan mewajibkan, terutama anak-anak muda yang ada di desa Tambun khususnya, dan umumnya masyarakat Kabupaten Bekasi, bisa nonton dan mengetahui yang terjadi pada tahun 65 lampau, itu sebuah gerakan pengkhianatan, "jelasnya, Jumat (22/9).
 
Menurutnya, bahwa gejala-gejala adanya bibit-bibit PKI di Kabupaten Bekasi bisa saja muncul. Kewaspadaan kami adalah terhadap kelompok-kelompok yang kurang bersinergi dari pemerintah.
 
“Gejala ini bisa muncul dari kelompok-kelompok yang memang keliatan kurang sinergi dengan pemerintah. Kemudian ada simbol-simbol yang semestinhya tidak dimunculkan. Kalau dulu tidak ada yang berani memunculkan lambang-lambang komunis, seperti palu arit, "tukasnya.
 
Saat disinggung mengenai kekejaman film G-30-S PKI tersebut, dirinya juga mengatakan bahwa film G-30-S PKI bukan untuk mengajari para anak-anak dibawah umur untuk melakukan kekerasaan, melainkan untuk memberitahu tentang arti sejarah yang pernah dilakukan oleh komunis tersebut. 
 
"Saya pikir nobar ini sebagai pemberitahuan kita kepada masyarakat, anak-anak yang memang usia sekolah. Walaupun terlihat ekstrim, itu adalah sejarah, dan tidak usah ditutup-tutup, "tandasnya.(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot

Tanpa Identitas, Sesosok Mayat Hebohkan Warga Pasirsari
CIKARANG SELATAN bekasitoday.com - Puluhan Warga Kampung Kamurang RT 004/002, Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, dihebohkan dengan ditemukannya mayat yang mengapung di irigasi jalan Inspeksi Kalimalang Tegalgede,  sekitar jam 02.29 Wib, Jumat (22/09).

Mayat yang mengapung diketahui warga dari arah Cibatu, akhirnya diangkat oleh warga di penyeberangan Tegalgede, Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi

''Mayat itu kelihatan mengapung di irigasi dari arah Cibatu dan diangkat warga pas di penyeberangan perahu di Tegalgede, mayat tersebut tanpa identitas, "ujar warga.

Masih menurut warga, bahwa mayat yang sudah diangkat belum diketahui identitasnya, usianya sekira 60 tahun, kerumunan warga sekitar yang melihat, tak ada satu pun belum ada yang mengenali mayat tersebut.

''Warga kan banyak yang melihat, tapi ga ada yang kenal dengan mayat tersebut, "terang warga.
Terpisah, Pelda Suhari, Binmas AD Desa Pasirsari mengatakan bahwa mayat tersebut ditemukan tanpa identitas, mengenakan kaos tangan pendek dan celana pendek, usianya diperkirakan berumur 60 tahun, warga pun tidak ada yang kenal dengan mayat tersebut.

''Banyak warga yang sudah melihat dan mencoba mengenali tapi tidak ada satu pun yang mengenali mayat tersebut, memang tanpa identitas, sekarang masih menunggu petugas dari Polres Metro Bekasi, " ungkap Pelda Suhari. (*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
Polres Metro Bekasi Amankan Pemilik Toko Obat Tak Berizin
CIKARANG bekasitoday.com - Kepolisian Resort Metro Bekasi melaksanakan jumpa pers terkait penangkapan beberapa pemilik dan penanggung jawab peredaran obat ilegal. Dalam operasi pada Kamis malam (21/9), Kepolisian Resort Metro Bekasi menahan enam tersangka selaku pemilik dan penanggung jawab toko obat dan apotek. Mereka adalah ES pemilik toko obat Cung U dan YC pemilik toko obat Suka Cita serta HS, PE, EP dan K selaku pengelola Apotek Evita.

Kepolisian Resort Metro Bekasi mengungkapkan bahwa sedikitnya telah menyita 35.000-an butir obat yang tidak memiliki izin edar.

Kapolres Metro Bekasi, Kombespol Asep Adisaputra menjelaskan bahwa obat-obatan tersebut disita dari toko obat Cung U, toko obat Suka Cita dan Apotek Evita. Ketiga tempat tersebut terletak di Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Jawa Barat.

"Ribuan obat ini disita oleh petugas setelah menindaklanjuti laporan warga. Petugas kemudian bergerak ke tempat yang dituju dan mengamankan para pelaku dan barang bukti ini,  "jelas Asep di kantornya, Jumat (22/9).

Asep menjelaskan, pihaknya menggandeng BPOM dan Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam operasi tersebut. Di hadapan petugas, para tersangka ini tidak dapat menunjukkan dokumen resmi perizinan atas peredaran obat yang mereka jual sehingga obat-obatan ini jelas adalah obat-oabatan ilegal.

"Ada obat-obatan yang tidak memiliki izin edar dan juga ada yang mengandung bahan kimia obat (BKO) berbahaya. Apotek yang kami tindak juga tidak memiliki izin apoteker, "terangnya.

Penindakan ini bertujuan untuk memberikan efek jera dan menekan keleluasaan gerak penyalahgunaan dan peredaran gelap obat-obatan berbahaya seperti pil PCC yang saat ini sedang meresahkan masyarakat.

"Para tersangka akan dikenakan Pasal 196 dan 198 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman penjara di atas 10 tahun dan denda Rp 1 miliar.(*)

Penulis : Bisot
Tukang Gali Kubur Tagih Janji Bupati Bekasi
BABELAN bekasitoday.com - Sejak 2012 kemarin menjadi penjaga makam TPU Kelurahan Kebalen, yang bertempat di jalan warung ayu, Aminudin alias Ambon, dan Namat yang masing-masing telah mempunyai anak sebanyak tiga orang, hingga saat ini belum mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bekasi terkait honor jasa penggali kubur.

"Udah hampir lima tahun saya dan temen-temen menjadi tukang gali kubur dan sekaligus ngejagain makam di TPU Kebalen, tapi sampe sekarang kaga pernah dapet perhatian khusus dari pemkab bekasi, terkait honor, saya udah kepengen banget buka rekening buat nerima honor dari pemerintah, "ujar pria berbadan kekar mantan mandor ini Jumat (22/9).

"Karena pendapatan tukang gali kubur kata dia, tidak menentu, kita dapat rezeki kan ketika ada yang meninggal aja, dan dikubur dimakam sini (TPU Kebalen-red)" tambahnya.

"Saat kampanye Bupati Bekasi di Perumahan Villa Gading Baru Kebalen, beberapa waktu lalu kita sama-sama mendengar ucapan Ibu Neneng yang saat ini menjadi Bupati Bekasi di depan warga Villa Gading Baru, dia akan memberikan honor bagi penggali kubur, tapi hingga saat ini belum ada buktinya, "tutupnya sambil memperdengarkan rekaman suara yang dimilikinya.(*)

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
Akan Difungsikan dan Dibuat Jalan, DPRD Kabupaten Bekasi dan Kabid Pemakaman Tinjau TPU
BABELAN bekasitoday.com - Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, bersama Kepala Bidang Pemakaman pada Dinas Perumahan Rakyat Kabupaten Bekasi dan Sekretaris Kecamatan, serta Kepala Desa Muara Bakti melakukan pemeriksaan lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berada di wilayah desa Muara Bakti Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi, Jumat (22/9).

Dalam kesempatan tersebut, Suriyat anggota DPRD komisi III Kabupaten Bekasi kepada bekasitoday.com mengatakan, maksud kehadirannya adalah untuk memeriksa lahan TPU yang ada di Muara Bakti untuk direncanakan pembuatan jalan menuju TPU, serta perencanaan lahan seluas 2 hektar yang akan kita manfaatkan.

"Ada seluas 9 dari 10 hektar lahan makam desa Muara Bakti, sesuai dengan SK Bupati Bekasi. Nanti akan kita fasilitasi jalan untuk menuju TPU Muara Bakti, dan sudah kita ajukan dan akan terealisasi di tahun 2018, sementara akan kita berdayakan seluas 2 hektar terlebih dahulu, dari lahan TPU seluas 9 hektar, "ujarnya.

Menurutnya, H Maktub Kabid Pemakaman pada dinas Perumahan Rakyat juga meminta penambahan dari 10 hektar luas lahan yang ada.

"Kabid Pemakaman juga akan meminta penambahan luas lahan TPU dari 10 hektar yang ada, nah sebelum ada penambahan, 2 hektar lahan TPU yang kita rencanakan paling tidak terealisasi dulu, " terangnya.

Dirinya menambahkan, lahan TPU yang ada di Muara Bakti adalah lahan TPU milik warga Babelan khususnya, yang diambil dari lahan TPU dari pengembang yang ada di wilayah Kecamatan Babelan.

"Lahan ini adalah lahan TPU dari pengembang perumahan yang ada di wilayah Kecamatan Babelan, karena kewajiban dari pengembang mempunyai lahan TPU 2% dari luas lahan perumahan, " ungkapnya.

Diketahui hadir dalam kegiatan tersebut Suriyat anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Sekretaris Camat Babelan, Kepala Desa Muara Bakti, (*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
Sat Reskrim Polres Metro Bekasi Berhasil Bekuk Pelaku Curas
CIKARANG bekasitoday.com - Sat Reskrim Polres Metro Bekasi berhasil mengamankan enam dari tujuh tersangka pelaku pencurian disertai kekerasan (curas) di lokasi berbeda. Pada saat dilakukan penangkapan, petugas terpaksa melumpuhkan sedikitnya empat pelaku di bagian kaki, karena para tersangka berusaha melawan dan mencoba melarikan diri.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Asep Adisaputra menerangkan, tindak pidana curas tersebut terjadi pada Senin (28/08) lalu di PT ILJIN Indonesia yang beralamat di Kampung Serang, Desa Taman Sari, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi Jawa Barat.

"Para pelaku melakukan aksinya sekitar pukul 02.30 WIB dini hari saat security perusahaan sedang tertidur di pos jaga, yaitu T dan A, kemudian, kedua security tersebut mereka (para pelaku-red) datangi dan disuruh diam dengan diancam sebilah golok dan senjata air softgun yang menyerupai senjata api. Kedua security itu kemudian diikat tangan dan kakinya, bahkan matanya dilakban" beber Kapolres, di lobby Mapolrestro Bekasi, Senin (18/09).

Selain itu, dua karyawan PT ILJIN, yaitu K dan AJ yang tengah tertidur di mess sempat didatangi para pelaku dan kemudian diikat, tambahnya.

"Setelah dirasa aman, para pelaku dengan leluasa menggasak isi brankas yang berisi uang Rp.12 juta yang berada di ruang staff dengan cara merusaknya menggunakan linggis dan sempat mengambil barang lainnya berupa laptop merk HP dan satu unit kamera merk Canon Ixus 175 warna merah" terangnya.

Menurut pengakuan para pelaku, mereka juga pernah melakukan aksi yang sama pada Kamis (17/08) lalu sekitar pukul 03.30 WIB di pos belakang security di kantor pengelola kawasan industri MM 2100 (PT MM 2100) yang beralamat di kawasan industri MM 2100 Cibitung Kampung Mariuk, Desa Ganda Sari, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

"Pada saat para pelaku berhasil melumpuhkan security perusahaan, yaitu R, dan petugas security PT WIRA (EM) secara langsung melihat kejadian tersebut, lalu para pelaku berhasil melarikan diri tanpa berhasil membawa barang milik perusahaan" jelasnya.

Dari tangan para pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor merk Honda Beat warna putih biru dengan No. Pol B 4876 FKG. satu pucuk senjata air softgun tipe MP 654K Cal 4,5 mm made in Taiwan warna hitam dengan nomor seri 31215437, satu bilah golok, dua buah penutup kepala, lima buah HP berbagai merk, satu buah brankas warna merah, lakban warna hitam bekas pakai, dan tali rafia warna biru.

Para tersangka yang berhasil diamankan, yaitu M alias J bin E (35), J alias I bin U (30), MW alias B bin W (40), E alias K bin R (34), A alias G bin A (29), AA alias A bin M (27), E (DPO) 27 tahun.

"Para pelaku diancam dengan Pasal 365 KUHPidana tentang Kasus Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman penjara maksimal 12 (dua belas) tahun penjara, "pungkasnya.(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
CIKARANG UTARA bekasitoday.com-Ribuan jenis obat kimia dan herbal berbagai merk yang sudah dikemas didalam botol dan plastik terpaksa disita serta di pasangi garis police line oleh jajaran Polres Metro Bekasi, lantaran diduga toko obat dan mainan Cung-U yang beralamat di Jalan Ki Hajar Dewantara No.110 Pilar, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Karena tidak sesuai dengan izin usaha yang dijalankan. 

"Di sini kami terpaksa harus memasang garis polisi (Police Line). Pasalnya, toko ini tidak sesuai dengan izin usaha. Dalam izin tersebut hanya tertera 'Toko Obat', namun pada kenyataanya menjual berbagai macam obat yang seharusnya di bawah naungan dokter maupun apoteker, "ujar Kasat Res Narkoba Polres Metro Bekasi, Kompol Ahmad Fanani kepada awak media, Senin (18/09).

Menurutnya, dalam razia ini sebagian kecil terdapat kandungan obat terlarang, namun belum didapati obat PCC.

"Kita belum mendapati peredaran obat terlarang, seperti PCC, "jelasnya.

Diketahui sebelumnya, Sat Res Narkoba Polres Metro Bekasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Propinsi Jawa Barat, serta Badan Narkotika Kabupaten (BNK) lakukan inspeksi mendadak (sidak) pada toko obat dan apotek di wilayah Kecamatan Cikarang Utara.

Untuk lokasi sidak pertama pada Apotek Evita Cikarang, Jalan Industri nomor 17, Kampung Kongsi RT 02/04 Cikarang Kota, petugas mengamankan berbagai jenis obat-obatan yang telah kadaluarsa dan telah dicabut izin edarnya.

"Selain itu, Apotek Evita tidak mengantongi izin yang sah sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku mengenai kesehatan, barang bukti kami bawa sebagai proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut, "beber Ahmad seraya mengatakan akan menindak tegas semua pelaku pengusaha obat yang nakal, supaya tidak merugikan masyarakat awam.


Sementara itu, Staff Pemeriksaan dan Pengawasan pada Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bandung, mengatakan, untuk pemesanan obat pada usaha Apotek harus dilakukan oleh apoteker yang mempunyai Surat Izin Praktek Apoteker (SIPA) dan masih berlaku.

"Dalam pembelian obat pun harus dilengkapi dengan dokumen-dokumen administrasi yang lengkap dan di tempat Pedagang Besar Farmasi (PBF)," pungkas Rani.(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
TARUMAJAYA bekasitoday.com-A Wahid, Kasi Pemerintahan Kecamatan Tarrumajaya resmi dilantik menjadi penjabat sementara (Pj) Kepala Desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi oleh Bupati Bekasi dr H Neneng Hasanah Yasin, Senin (11/9).

Ketika ditanya, A Wahid Pj Kades Segara Jaya mengatakan, ini adalah amanah yang harus dijalankan, dan akan menjalankan amanah yang sudah di berikan dengan sebaik-baiknya.

"Saya akan meneruskan program alm H Sargan kades Segara Jaya, dan akan melakukan pendekatan dengan para tokoh yang ada di desa Segara Jaya, "jelasnya.

Dirinya juga menambahkan,  bahwa jabatan kasi pemerintahan di Kecamatan Tarumajaya masih di embannya, sehingga akan bolak-balik ke kantor desa dann kantor kecamatan.

"Ini adalah kepercayaan yang sudah di berikan ke saya, saya syukuri, dan setelah saya dilantik harus bisa membagi pekerjaan, antara Pj Kades dengan Kasi pemerintahan, dan alhamdulillah banyak yang telah mensuport saya, terutama keluarga alm H Sargan, "terangnya.


Diketahui bahwa setelah di lantik menjadi Pj Kades Segara Jaya, A Wahid berserta istri sambangi kediaman alm H Sargan untuk menjalin silaturami.
Pantauan bekasitoday.com pelantikan Pj Kades Segara Jaya dihadiri oleh tokoh masyarakat Segara Jaya, Kepala Desa se-kecamatan Tarumajaya, Kapolsek dan Danramil Tarumajaya berserta jajaran.(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
CIKARANG UTARA bekasitoday.com-Ratusan warga desa Wangunharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, terlihat memadati kantor desa untuk mengikuti pengobatan gratis melalui bakti sosial yang dilaksanakan PT. Cikarang Listrindo (CL Tbk), yang dilakukan rutin di setiap bulannya, Selasa (22/8) lalu. 

Dikonfirmasi terpisah, Johanes Siahaan SH MH,  Legal & Gov.Rel Spesialist PT CL Tbk kepada bekasitoday.com membenarkan pihaknya (PT CL Tbk-red) telah mnngadakan bakti sosial dalam bentuk pengobatan gratis, ini rutin kami lakukan di setiap bulannya.

"Dimana kegiatan ini merangkul Puskesmas Mekarmukti sebagai tim medis, Babinsa dan Bimaspol sebagai keamanan, dan aparat Desa Wangunharja sebagai pelaksana, "ujarnya Senin (11/9).

Menurutnya, kegiatan pengobatan gratis kali ini dilakukan di Kantor Desa Wangunharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

"Pengobatan gratis untuk bulan Agustus 2017 ini, diadakan dikantor desa Wangunharja, memang kegiatan ini sengaja berpindah-pindah, mulai dari rumah warga, puskesmas, hingga kantor desa, agar sinergitas kita makin terasa. Kegiatan kali ini dihadiri oleh 115 pasien yang melakukan pemeriksaan, termasuk pemeriksaan Gula Darah 24, Kolesterol 19 dan Asam Urat 25, "terangnya.

Dirinya berharap, kegiatan pengobatan gratis ini akan terus berjalan, dan dapat bermanfaat bagi masyarakat di sekitaran perusahaan berada.

"Bakti Sosial ini merupakan komitmen dari PT.CL Tbk terhadap program Corporate Sosial Responsibility (CSR) dan ingin bersinergis kepada warga masyarakat disekitar perusahaan berada, "ungkapnya.(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
BEKASI KOTA bekasitoday.com-Dalam rangka menjaga keragaman, kebhinekaan, serta untuk menjaga ideologi pancasila khususnya di Kota Bekasi. Taruna Merah Putih adakan kegiatan kirab kebangsaan dan jalan sehat, yang bertempat di alun-alun Kota Bekasi, Minggu (10/9).

Sementara, Rico Murry Koes Plus saat ditanya kepada bekasitoday.com mengatakan, kegiatan kirab kebangsaan dan jalan sehat ini dihadiri sekitar 80 komunitas, diantaranya, lintas agama, lintas etnis, lintas komunitas, lintas partai pun berkumpul, tetapi no atribut partai. 

"Selain komunitas, disini kita juga melibatkan siswa-siswi yang ada di Kota Bekasi untuk membentangkan bendera merah putih sepanjang 40 meter dan lebar 3 meter, nantinya siswa tersebut ditengah lapangan akan menyanyikan lagu kebangsaan dan pertunjukan seni tarian, "ujarnya.

Dan kegiatan kirab kebangsaan ini juga di hadiri langsung oleh Walikota Bekasi H Rahmat Effendi.

"Tadi setelah selesai acara Car free day Walikota Bekasi datang ke acara kirab kebangsaan yang kita gelar di alun-alun Kota Bekasi, dan ini murni kegiatan Taruna Merah Putih (TMP) sebagai sayap partai PDI Perjuangan,  "jelasnya.

Ketika disinggung berapa banyak peserta yang ikut dalam kirab kebangsaan serta jalan sehat ini, dirinya mengaku ada sekitar 14 ribu peserta yang tercacat.

"Ada sekitar 80 komunitas yang telah mendaftar di kegiatan kirab kebangsaan ini, dari 14 ribu peserta di dalamnya ada puluhan siswa-siswi dari SMA/SMK yang ada di Kota Bekasi, "terangnya.

Dirinya menambahkan, di Kota Bekasi kirab kebangsaan ini baru pertama kali diadakan, dirinya berharap agar kita lebih bisa menjaga pancasila sebagai ideologi bangsa.

"Agar pemuda dan komunitas bisa lebih menjaga kebhineka tunggal ika-an, dan benar-benar menilai pancasila sebagai ideologi bangsa, "ungkap ayah Ariel Tatum ini.

Selain Muchtar Muhammad, hadir dalam kegiatan kirab kebangsaan, diantaranya Maruarar Sirait (Ketua Umum TMP-Anggota DPR RI), Restu Hapsari (Sekjen TMP), Nico Siahaan (TMP Propinsi Jabar-Anggota DPR RI), Edo Kondologit, Syukur Nababan (Ketua DPP PDIP-Anggota DPR RI), Waras Wasisto (Ketua Fraksi PDIP Jabar), Anim Immamudin (Ketua DPC PDIP Kota Bekasi), dan puluhan petinggi Partai berlambang moncong putih ini.

Diketahui bahwa Muchtar Muhammad telah menitipkan tiga buah sepeda untuk dijadikan hadiah doorprize, selain itu Syukur Nababan,  Waras Wasisto dan Panitia memberikan masing-masing satu unit sepeda motor sebagai hadiah.

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
CIKARANG PUSAT bekasitoday.com-Ratusan pekerja yang tergabung dalam KC FSPMI Kabupaten Bekasi kepung gedung DPRD guna tuntut sarana dan prasarana penunjang kawasan industri, Jumat (8/9).

Sementara, Nyumarno anggota DPRD dari fraksi PDI Perjuangan yang duduk di komisi IV, kepada bekasitoday.com mengatakan, kami telah menemui dan menerima pekerja dari FSPMI untuk melakukan audiensi, terkait tuntutan sarana dan prsarana penunjang kawasan industri.

"DPRD Kabupaten Bekasi dalam hal ini menginisiasi lahirnya Perda tentang Rencana Induk Perindustrian Daerah sebagaimana diamanahkan oleh Pasal 11, UU No.3 tahun 2014 tentang Perindustrian, serta akan melibatkan pihak Kawasan Industri, pihak pekerja, ahli perindustrian, dan instansi terkait lainnya dalam pembuatan Naskah Akademik dan Rancangan Perda tentang Rencana Induk Perindustrian Daerah, yang mengacu pada Peraturan Menteri Perindustrian Nomor: 40 tahun 2016, tentang Pedoman Teknis Kawasan Industri, diantaranya, luas area kavling industri maksimal 70% dari luas Kawasan Industri, ruang terbuka hijau (RTH) 10%, jalan dan saluran sebesar 8-12%, fasilitas sarana dan prasarana penunjang seperti instalasi pengolah air limbah, kantor pengelola, unit pemadam kebakaran, klinik kesehatan, sarana ibadah, sarana olahraga, perumahan karyawan dan sarana penunjang lainnya sebesar sekitar 8%, "ujarnya. 

Selain itu, kata dia, menginisiasi dan memasukkan tanggung jawab Kawasan Industri terkait Sarana dan Prasarana Penunjang Industri di dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 2018-2022. Dan mengikutsertakan serta mendorong pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan Penegakan Perda No.6 tahun 2001 tentang Fasilitas Kesejahteraan Pekerja.

"Kewajiban perusahaan dan atau kawasan industri untuk menyediakan fasilitas tempat ibadah, fasilitas transportasi pekerja, fasilitas makan pekerja, dan fasilitas kesejahteraan pekerja lainnya, "terangnya.

Dirinya dan rekan anggota dewan akan berkoordinasi dengan Bidang Tata Ruang pada Dinas PUPR untuk menanyakan kejelasan Peta Desa, Peta Kawasan Industri, Peta PJT II pada BBWS, Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta instansi terkait lainnya untuk memastikan batas-batas Kawasan Industri.

"Kami juga akan berkordinasi dengan pihak PUPR untuk memastikan batas wilayah kawasan industri, peta desa, dan peta PJT II, "ungkapnya.

Dari pantauan bekasitoday.com selain Nyumarno (Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan), turut menerima perwakilan pekerja dari FSPMI, Nurdin Muhidin (Fraksi PAN), Dr. H.Ayub Rohadi, M.Phill. D (Fraksi PKS), H.Danto (Fraksi Gerindra), dan Eddy Qurtuby (Fraksi Kebangkitan Nasdem).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
Tangis Pedagang Iringi Pembongkaran Bangunan Pasar dan Bangli

TARUMAJAYA bekasitoday.com - Dua buah alat berat jenis Eskavator telah meratakan bangunan pasar tradisional dan bangunan liar di sepanjang sungai yang berada tidak jauh dari kantor Desa Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Kamis (7/9).

Isak tangis pedagang pun terdengar manakala dua alat berat itu menggusur lapak mata pencaharian mereka seraya menyesalkan sikap pemerintah yang menurut mereka begitu tega menghancurkan tempat mencari nafkahnya.
"Saya belum menerima surat peringatan terakhir, sekarang tiba-tiba tempat saya berdagang digusur" terang seorang ibu yang enggan menyebutkan namanya. 

Ditemui saat penggusuran berlangsung, Sahat MBJ Nahor Kasat Pol PP Kabupaten Bekasi, menerangkan bahwa sebelumnya sudah diberikan surat peringatan 1, 2, dan 3, penggusuran ini merupakan salah satu upaya daripada Pemerintah Daerah untuk menciptakan kondisi wilayah tertib, untuk menjaga K3 itu sesuai dengan Perda No 4 Tahun 2012 yang menyangkut ketentraman dan ketertiban umum. 
"Pemerintah daerah dalam hal ini konsisten melaksanakan penertiban bangunan-bangunan liar" ujarnya di lokasi penggusuran. 

Dirinya menjelaskan, bahwa Pasar dekat Kantor Kepala Desa Setia Asih selama ini menggunakan lahan aset desa. Tanah PJT tentunya diperuntukkan untuk memperbaiki saluran air, banyak bangunan liar di pinggir kali yang menggangu arus air dan sebelumnya sudah diberikan peringatan 1, 2, dan 3. 
"Banyak bangunan liar dipinggir kali yang menggangu arus air. Tanah PJT tentunya diperuntukkan untuk memperbaiki saluran air", tambahnya.

Oleh karena itu kata dia, ini diperlukan untuk memperbaiki saluran air, untuk itu secara bertahap kita melakukan penertiban.
"Kita berharap bangunan yang sudah kita tertibkan ditindak lanjuti,  dari Pemerintah Desa untuk dilakukan penanaman pohon, sehingga terlihat lebih indah, dan agar tanggul berfungsi dengan baik. Sehingga pada saat musim penghujan tidak banjir" ungkapnya. 

Pantauan bekasitoday.com di lokasi penggusuran terlihat puluhan anggota Satpol PP serta pengamanan dari puluhan anggota TNI dan Polri.

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot