BABELAN bekasitoday.com-Anggaran Dana Desa yang diterima pihak desa dalam hal ini Kepala Desa sejatinya dipergunakan sesuai dengan peruntukan, salah satunya adalah pembangunan infrastruktur hingga kesejahteraan pamong desa.

Ketika ingin di konfirmasi terkait penggunaan anggaran ADD tersebut Kepala Desa tidak pernah ada di kantor dan sulit untuk ditemui. Menurut staf desa kebanyakan beralasan kadesnya sedang ada rapat di pemda.

"Tadi pagi sih datang ke kantor, tapi nggak lama,  katanya kades ada undangan rapat di pemda, "ujarnya, Selasa (22/5).

Menanggapi hal tersebut H Nana Supriyatna SE, Ketua Garda Tipikor Indonesia (GTI) DPC Kabupaten Bekasi mengatakan, bahwa seharusnya ada ketransparasian penggunaan anggaran dana desa tersebut, sehingga bisa di awasi baik oleh masayarakat, ormas, ataupun media.

"Jangan ketika rekan-rekan wartawan atau ormas datang menyambangi kantor desa, untuk menanyakan penggunaan anggaran tersebut, kepala desa tidak di kantor, ini membuktikan bahwa ada dugaan praktek kotor disini, seperti dugaan penyelewengan anggaran yang diterima, "ujarnya.

Menurutnya, Camat selaku orang yang diamanatkan sebagai tim pengawasan dalam penggunaan anggaran dana tersebut jangan terkesan cuek dan tidak mau tahu.

"Kami minta Camat selaku tim pengawasan  penggunaan anggaran dan Kasi Pemerintahan Kecamatan harus proaktif, jangan sampai anggaran yang diterima oleh desa menjadi ajang korupsi, sehingga merugikan masyarakat dan Negara, "terangnya.

Terpisah, Edwin Kasi Pemerintahan Kecamatan Babelan ketika di tanyakan terkait hal tersebut kepada bekasitoday.com mengatakan, bahwa dirinya selaku Kasi Pemerintahan hanya sebatas pengawasan dan pembinaan.

"Disini kami hanya melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap desa dalam hal ini terkait penggunaan anggaran dana desa, dan untuk tahap pertama pihak desa menerima anggaran yang dihasilkan salah satunya dari pajak masayarakat sebesar 20% dari nilai anggaran pertahunnya, "jelasnya.

Dan anggaran sebesar 20% yang telah di terima dirinya mengaku untuk honor para staf desa dn pembelian Alat Tulis Kantor (ATK), dan kami sudah sarankan agar membuat plang penggunaan anggaran tersebut.

"Agar masyarakat tahu, kami selaku kasi pemerintahan Kecamatan Babelan sudah menyarankan kepada kepala desa, untuk memasang plang penggunaan anggaran yang telah diterimanya tersebut, dan apabila tidak sesuai maka rekomendasi berikutnya, tidak akan kita berikan sebelum pihak desa memperbaikinya, "ungkapnya.(*).

Penulis : din
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.