BALAIKOTA bekasitoday.com-Lantaran diduga kerap bersikap arogan terhadap aparatur dan senantisa mengancam karena kewenangan yang dimilikinya. Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Oraganisasi Masyarakat (Ormas), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Tokoh Agama Kota Bekasi, kepung kantor Pemerintahan Kota Bekasi menuntut Ruddy Gandakusumah Pj. Walikota Bekasi Ruddy dicopot dari Bumi Patriot, Kamis (26/7).

H. Sa'at selaku Koordinator aksi dalam rillisnya mengungkapkan ada beberapa hal yang disampaikan diantaranya, Bahwa dalam proses perjalanan pemerintah, Pj. Walikota Bekasi tidak bisa berkomunikasi yang baik dengan aparatur pemerintah, dan masyarakat, hal ini dibuktikan dengan selama menjadi Pj. Walikota tidak pernah melakukan rapat sinergitas aparatur, dan pertemuan dengan tokoh masyarakat di Kota Bekasi, dalam menyikapi persoalan dilapangan. Pj. Walikota Bekasi bersikap arogan terhadap aparatur dengan senantisa mengancam dengan kewenangan yang dimilikinya, apabila aparatur tidak mengikuti keinginanya sehingga terjadi disharmonisasi antara Pj. Walikota dengan para aparatur di pemkot Bekasi. Pj. Walikota Bekasi menganggap Sekda Kota Bekasi sebagai musuh yang akan melakukan makar, adalah tuduhan tendensius dan bukti bahwa Pj. Walikota tidak menghargai pejabat yang sudah senior dalam melaksanakan tugas di Kota Bekasi. Pj. Walikota Bekasi tidak mampu memberikan jaminan kepastian kepada masyarakat  yang membutuhkan pendidikan, dengan tidak menambah rombel di SMPN pada saat PPDB Online dilaksanakan. Pj. Walikota Bekasi tidak pernah melaksanakan monitoring, dan evaluasi selama pelaksanaan Pilkada serentak  ke wilayah, sebagai bentuk tanggung jawab kepada daerah dalam memfasilitasi Pilkada, baik melalui Forum rapat koordinasi maupun kunjungan lapangan. Pj. Walikota  Bekasi tidak mengatisipasi dan tidak pernah mencegah terjadinya perang opini dan berita Hoax, yang mengadu domba mayarakat saat pelaksaan Pilkada serentak dengan tidak melakukan koordinasi dan pengarahaan kepada aparatur yang ada. Pj. Walikota Bekasi mengabaikan keberdaan tokoh ulama, dan agama dengan tidak mengahadiri jadwal acara keagamaan, seperti tarling (taraweh keliling) yang sudah disusun oleh dirinya tapi dihardiri pada saatnya. Arogansi Pj. Walikota Bekasi dengan mempermainkan tokoh lintas agama yang sudah memohon beraudensi, untuk meyampaikan masukan terhadap situasi dan kondisi pemerintahan di Kota Bekasi, ternyata ditinggal pergi dengan alalsan  bahwa tokoh lintas agama harus melakukan permohonan dengan surat dulu. Bahwa dengan seluruh situasi yang terjadi saat ini khususnya di Kota Bekasi, menuntut agar Pj. Walikota Bekasi mengundurkan diri dari jabatan, karena tidak mampu membawa Kota Bekasi lebih baik. Aliasi mendesak kepada Pj. Gubernur Jabar dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri)  untuk mencopot dan segera mengganti R. Ruddy Gandakusumah dari Jabatan Pj. Walikota Bekasi.

"Apabila tuntutan kami tidak dipenuhi, Aliansi ancam akan melakukan aksi yang lebih besar, "ungkapnya.

Diketahui, bahwa ribuan massa terlihat menuliskan petisi penolakan dan pencopotan Pj. Walikota di kain sepnajang 25 Meter dan akan di serahkan ke Mendagri.

Sementara itu Pj. Walikota Bekasi pada saat dimintai tanggapanya melalui pesan singkat whatsaap enggan mejawab.(*)

penulis : nurdin
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.