BABELAN bekasitoday.com-Rusaknya dinding bangunan ruang pertemuan desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, kian memprihatinkan, diduga lantaran tidak tersentuh pembangunan, padahal desa Kedung Pengawas rutin menerima bantuan dari pemerintah, diantaranya anggaran Alokasi Dana Desa (ADD), seperti desa-desa yang lain yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi.

Seperti halnya yang dikatakan Nurdin PS, menurutnya, Aula tempat pertemuan tersebut juga kerap digunakan untuk rapat, seperti rapat pembentukan panitia pemilihan BPD dan Pilkades, serta rapat rutin minggon desa, sudah sepatutnya dapat dirawat dan dijaga kondisi nya.

"Karena sudah terlalu parah kerusakan yang dialami, akhirnya tembok ruang pertemuan tersebut bolong, sehingga hewan berbadan kecil seperti kambing, bisa masuk di lubang tersebut,"ujarnya, Selasa (24/7).

Parahnya, kata dia, ruang tersebut sangat membuktikan bahwa sudah lama tidak dirawat, juga tidak ada renovasi berarti. Dirinya juga mempertanyakan penggunaan Dana Desa yang menurutnya pemerintah desa diduga tidak transparan dalam penggunaan dana desa yang digelontorkan pemerintah.

"Kemana Dana Desa digunakan..?. Kepala Desa wajib memasang Plang Penggunaan Dana Desa, "tandas pria yang juga aktif di Lembaga Garda Tipikor Indonesia (GTI) DPC Kabupaten Bekasi.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Kedung Pengawas, Nata Atmaja mengakui seharusnya ada pemeliharaan atau perawatan aula desa. Namun, tidak dilakukan perawatan hingga aula desa rusak.

"Nanti akan dilakukan renovasi bangunan aula atau ruang pertemuan menggunakan ADD tahap ketiga, "ungkapnya.(*).

Penulis : red
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.