CIKARANG bekasitoday.com–Forum Bank Sampah Kabupaten Bekasi yang menaungi 125 komunitas bank sampah yang ada ditengah-tengah masyarakat tersebar di 23 kecamatan dan 186 desa di Kabupaten Bekasi terus menunjukkan eksistensinya melalui berbagai kegiatan bank sampah di Kabupaten Bekasi. Selasa (18/9).
Sekitar 150 anggota yang tergabung dalam 65 bank sampah di Kabupaten Bekasi mendapatkan pelatihan pelaporan bank sampah dengan sistem online melalui aplikasi SMASH. Hal ini merupakan kelanjutan dari sosialisasi yang telah dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Barat sebelumnya akhir Agustus di Bandung.
Pelatihan SMASH diselenggarakan di auditorium pabrik Coca-Cola Amatil Indonesia yang terletak di Jl.Teuku Umar, Cikarang Barat dihadiri oleh Nita Nilawati Walla, SP.M.Si selaku Kepala Seksi Konservasi Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati Dinas LH Propinsi Jawa Barat, Dodi Agus Supriyanto Kabid Kebersihan DLH Kabupaten Bekasi, Delijal Plant Operation Manager CCAI, Nurlida Fatmikasari, Regional Corporate Affairs Manager CCAI dan M. Suhapli Ketua Forum Bank Sampah Kabupaten Bekasi (Forum BSB) serta Najib mewakili SMASH.
“Sosialisasi pelaporan bank sampah dengan sistem online SMASH oleh Dinas Lingkungan Hidup Propinsi Jawa Barat ini sangat memicu kami, para penggiat bank sampah se-Kabupaten Bekasi untuk dapat melakukan aktivitas manajemen bank sampah yang lebih terdata, terorganisir. Sehingga kami harapkan hal ini sangat mendukung rekan-rekan bank sampah dalam manajemen bank sampahnya masing-masing, "sambut M.Suhapli , Ketua Forum BSB pada saat membuka pelatihan.
SMASH merupakan sistem informasi manajemen berbasis web yang bisa diakses melalui android; berfungsi membantu pengelolaan operasional bank sampah dan berfungsi mencatat seluruh kegiatan transaksi tabungan sampah nasabahnya. Selain itu SMASH memiliki fungsionalitas pengelolaan tabungan sampah yang diatur menurut harga per kategori sampah, pengaturan pengguna yang dapat mengakses sistem, serta menghasilkan laporan-laporan sesuai kebutuhan pengelola sistem bank sampah.
Coca-Cola Amatil Indonesia selalu mendukung kegiatan lingkungan dan komunitas, termasuk kegiatan para penggiat bank sampah. berkomtimen untuk selalu bertumbuh bersama masyarakat yang diwujudkan melalui keseriusan dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan dengan mengintegrasikan 4 pilar, yaitu dengan berupaya : memberikan rasa aman, fleksibel, dan menyediakan tempat kerja inklusif bagi karyawan (Our People); memberikan pilihan dan informasi bagi konsumen dalam membuat pilihan (Wellbeing); beroperasi secara bertanggung jawab, membangun hal-hal yang positif serta berkelanjutan, dan memastikan dampak minimal terhadap lingkungan (Environment); dan bermitra dengan masyarakat untuk memberikan manfaat dimana CCAI beroperasi (Community).
“Dengan kegiatan pelatihan bagi para penggiat bank sampah seperti ini, kami sekaligus berupaya untuk mengimplementasikan, setidaknya dua dari empat pilar tersebut, yaitu usaha mewujudkan lingkungan yang lestari melalui hal-hal yang positif dan berkelanjutan (Environment) serta memberikan sumbangsih dalam rangka pemberian manfaat dari kehadiran kami di tengah-tengah masyarakat. (Community),’ ujar Nurlida Fatmikasari, Regional Corporate Affairs Manager CCAI.
Tentu kami berharap dengan diadakannya kegiatan pelatihan ini mampu mewujudkan lingkungan lestari dan berkelanjutan yang kita cita-citakan bersama. Dengan didukung oleh pengelolaan sampah yang baik melalui sistem pelaporan berbasis online yang mampu diimplementasikan secara baik dan mudah oleh komunitas masyarakat di Kabupaten Bekasi ini, tentu cita-cita kita bersama tersebut semakin dekat terwujud,lanjutnya.
Sebagai wujud apresiasi CCAI kepada para penggiat bank sampah yang sudah melakukan pendataan bank sampah secara baik dan sudah memulai pelaporan bank sampahnya, CCAI menyerahkan 5 buah tong sampah terpilah kepada BS Jamilah, BS Sempu, BS Barokah Babelan, BS Wijaya Kusuma Babelan dan BS Mekar Asih Kedung Waringin.(*).

Penulis : din
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.