November 2018

Meski APK Dirinya Ikut Ditertibkan, Nurfahrozi Apresiasi Panwas


Banyaknya penempatan APK (Alat Peraga Kampanye) berupa spanduk dan baliho calon anggota legislatif di berbagai tempat sudah banyak dikecam warga. Namun keluhan tersebut sepertinya tidak dipedulikan, sehingga masih banyak tim kampanye caleg yang melekatkan dan memasang APK tanpa memperhatikan peraturan.

Akhir November 2018 hingga saat ini penertiban APK secara serentak masih dilakukan oleh panwaslu kabupaten Bekasi dengan melibatkan hingga panwas kecamatan termasuk kecamatan Babelan.

Mendapati beberapa APK miliknya juga ikut ditertibkan, ini kata M Nurfahroji, Caleg DPRD Kabupaten Bekasi dari Dapil 4 Partai Gerindra nomor 10.


"Saya dan tim relawan mengapresiasi panwas yang sudah melaksanakan tugas sebagaimana mestinya.

"Saya dan tim relawan mengapresiasi panwas yang sudah melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Dari awal sampai saat ini saya tidak bosan-bosan menyampaikan kepada para relawan agar jika memasang APK jangan sampai mengganggu pemandangan apalagi melanggar peraturan seperti menempelkan di pohon dengan dipaku, menempelkan di dekat wilayah sekolah, rumah ibadah, kantor pemerintahan, rumah sakit dan seterusnya" ungkap Oji saat ditemui di halaman RS Tiara Kebalen Babelan. Kamis (29/11).

Meski APK Dirinya Ikut Ditertibkan, Nurfahrozi Apresiasi Panwas
Relawan M Nurfahrozi sedang memasang APK

Bersama Relawan Menertibkan APK-nya Sendiri

Pria yang menjabat sebagai direktur  Advokasi dan Hukum Jamkeswatch ini mengaku telah beberapa kali menertibkan APK bergambar dirinya yang melanggar aturan.

"Saya bersama relawan sudah beberapa kali terpaksa mencopot APK bergambar diri saya yang melanggar, saya sendiri yang mencopot beberapa spanduk diri saya dari pohon-pohon di wilayah Babelan dan Tambun Utara" jelasnya.

"Melalui sosial media Bang Oji juga sudah mengumumkan agar segera memberitahukan kepada dirinya langsung atau kepada para relawan jika masyarakat melihat ada spanduk atau baliho Bang Oji yang melanggar, kami selaku relawan yang akan mencopotnya" ungkap Ibrahim selaku koordinator relawan pemenangan di kecamatan Babelan kepada media.

Oji yang hampir setiap hari melakukan sosialisasi ke berbagai pelosok dalam bentuk penyuluhan dan advokasi di bidang pelayanan kesehatan ini mengaku optimis akan mendapat dukungan dari warga dapil 4 yang meliputi kecamatan Tarumajaya, Babelan, Tambun Utara, Sukawangi dan Tambelang.

"Optimisme kami tersebut tidaklah berlebihan jika melihat dan mendengar sendiri pada saat kami sambangi dan advokasi, antusiasme dan meningkatnya kesadaran warga akan sehat dan kesehatan yang merupakan menjadi salah satu concern kami yang juga menjadi hak kita bersama sebagai warga. Bentuk kesadaran itulah bagi kami merupakan bentuk dukungan untuk kami" tambah Ibrahim. [F/Y]


CIKARANG PUSAT Bekasi today.com - Plt Bupati Bekasi H Eka Supria Atmaja, menaikan honor RT (Rukun Tetangga) RW (Rukun Warga) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi tahun 2019.

"Tahun 2019 honor untuk para RT RW kita naikkan, dari awalnya Rp. 500 ribu menjadi Rp. 700 ribu rupiah perbulannya, "ujarnya usai rapat paripurna penetapan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun 2019.

Eka menjelaskan, kenaikkan honor RT dan RW ini sebelumnya tidak ada dalam pembahasan-pembahasan KUA-PPAS yang sempat tertunda beberapa kali. Dan baru dibahas pada hari ini (Selasa (13/11)-red) dalam rapat Badan Anggaran (Banggar-red) pembahasan KUA-PPAS sebelum akhirnya ditetapkan dalam sidang paripurna.

"Dalam pembahasan-pembahasan kemarin itu (kenaikkan honor RT RW-red) belum ada. Baru hari ini kita bahas dan langsung kita tetapkan, "terangnya.

Pemerintah Daerah, lanjut Eka, sangat mengapresiasi atas partisipasi dan kerja keras para RT dan RW, sebagai ujung tombak pemerintah paling bawah dalam membantu dan mengawal suksesnya pembangunan di Kabupaten Bekasi. Ini sebagai salah satu bentuk perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi terhadap RT dan RW yang jumlahnya mencapai 7 ribuan.

"Semoga dengan dinaikkannya honor tersebut, RT RW di Kabupaten Bekasi yang jumlahnya sekitar 7 ribuan dapat lebih semangat lagi untuk membantu Pemerintah Daerah dalam menyukseskan program-program pembangunan, "harapnya.

Diketahui, dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun 2019 yang sempat terhambat beberapa waktu lalu, ada beberapa kesepakatan penting yang dihasilkan.

Terkait Jasa Tenaga Kerja (Jastek), Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi menaikkan Rp 500 ribu perbulan perorang.

Anggaran Jastek sebesar Rp. 112 Miliar pada 2018, akan dinaikkan menjadi Rp 185 Miliar pada 2019 mendatang.

Kemudian, kenaikkan honor untuk Tenaga Harian Lepas (THL), Tenaga Kontrak atau sebutan lain bagi Non PNS di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang besarannya ditentukan dengan satuan harga minimum dengan Keputusan Bupati Bekasi.

Selanjutnya, Tenaga Honorer Non PNS akan didaftarkan kepesertaan Jaminan Sosial, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian yang iurannya dibayarkan oleh Pemda Kabupaten Bekasi.(*).

Penulis : din
BABELAN bekasitoday.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) bakal menggelontorkan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Bekasi tahun anggaran 2019, sebesar Rp 10 miliar untuk peningkatan Jalan Raya Perjuangan, dari batas kota Kelurahan Kebalen hingga Kampung Pangkalan, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan.

Nilai tersebut mengalami kenaikan, padahal sebelumnya sudah dianggarkan untuk pelaksanaan APBD (Perubahan) 2018 sebesar Rp 8 miliar, namun gagal dengan alasan keterbatasan waktu mulai dari pelaksanaan lelang serta waktu pelaksanaan fisik kegiatan. Hal itu disampaikan Sekretaris DPUPR Kabupaten Bekasi Iman Nugraha melalui suratnya bernomor 620/2297/DPUPR, Senin (12/11), yang ditujukan kepada Camat Babelan.

DPUPR menurut Iman, pihaknya telah mengusulkan kembali perbaikan jalan tersebut di tahun anggaran 2019 sebesar Rp 10 miliar, dan akan dapat diupayakan akan dilelang pada 2019, sehingga akan segera direalisasi pelaksanaannya sebelum pertengahan tahun 2019.

Sementara Syamsuri tokoh masyarakat Kebalen Kecamatan Babelan, yang didampingi Ketua Forum Komunikasi Rukun Warga (FKRW) Kebalen, Kusnawang menyambut baik adanya surat yang ditandatangani Sekretaris DPUPR Kabupaten Bekasi tersebut.

"Sebagai warga, kami apresiasi keinginan pihak Pemkab Bekasi untuk perbaikan jalan yang rusak parah selama kurun waktu hampir 7 tahun. Namun demikian janji tersebut agar terealisasi mengingat sudah banyak korban kecelakaan lalu lintas bagi pengemudi yang melintas di jalan tersebut, "tandasnya.(*).

Penulis : din
CABANG BUNGIN bekasitoday.com-Letkol Arh Henri Yudi Setiawan, S. I.Pem Dandim 0509/Kab Bekasi hadiri penutupan TMMD Imbangan T.A 2018, mendampingi Kolonel Inf Rifky Nawawi, SE, SIP Irdam Jaya bertempat dilapangan desa Lenggah Sari, Kecamatan Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi, Selasa (13/11).

"Sasaran kita di Kampung Cabang Dua, Desa Lenggahsari Cabangbungin, sasaran lisik Jalan Desa 1000 meter lebar 3 meter, yang dikerjakan mulai tanggal 15 Oktober 2018 sampai 13 Nopember 2018. Hasil Pelaksanaan Fisik Telah menyelesaikan sasaran jalan Desa panjang 1000 meter lebar 3 meter, serta Non Fisik telah menyelesaikan Pemberian Materi di SMAN 1, MAN 3, SMK At Taqwa, Aparat Desa Lenggah Sari terkait materi empat Pilar Bangsa, Wawasan Kebangsaan, Kenakalan Remaja, dan Bakti Sosial, Penghijauan, Donor Darah sebanyak 100 peserta, Pengobatan Umum 350 pasien, Pemberian Paket Sembako 400 paket, Pemberian Paket Buku Sekolah 450 paket, Penyerahan Alsinta Handprayer 10 buah, "ujar Irdam Jaya dalam sambutannya mewakili Jenderal TNI Mulyono.

Menurutnya, TMMD 103 tahun 2018, kegiatan dalam satu bulan, dan secara resmi dibuka pada 15 Oktober-13 Nopember 2018, kami ucapkan terimakasih kepada Muspika, Gubernur, Bupati, Walikota, serta masyarakat, ,yang telah bekerja keras dalam mensuport kegiatan kemanunggalan TNI ini.

"Bertemakan TNI manunggal rakyat dalam mewujudkan desa yang maju dan demokratis diharapkan untuk mencapai sasaran fisik dan nonfisik. Memberikan keterampilan dalam mengelola dana desa, kepada aparatur desa, "jelasnya.

Misi khusus kami kata dia, yaitu menyatukan perbedaan dalam masyarakat atas berkembangnya intoleransi, dan untuk prajurit satgas TMMD wajib untuk tidur dan makan dirumah masyarakat.

"Dengan telah berkahirnya TMMD yang ke 103, diharapkan dapat meningkatkan semangat untuk bekerja bergotong royong, karena gotong royong adalah warisan asli Negera kita. Dan terus membangun dan mengembangkan potensi, serta sebarkan energi positif untuk membangun. TNI hadir untuk rakyat dan mengabdi kepada rakyat, "ungkapnya.

Diketahui, setelah melakukan upacara penutupan TMMD ke 103, Irdam Jaya beserta Jajaran langsung meresmikan pekerjaan jalan yang di kerjakan dari program TMMD, dan memotong tumpeng tanda rasa syukur.

Tampak hadir dalam kegiatan penutupan TMMD tersebut, Kolonel Inf Rifky Nawawi, SE, SIP, Irdam Jaya, Kolonel Kukuh H, Pa Sahli Pangdam Jaya Bidang OMP, Kolonel Inf Sudarwo Aris N, Pa Staf Khusus Pangdam Jaya, Kolonel Syahrul Hadi, Pa Staf Khusus Pangdam Jaya, Letkol Inf Mujibburahman, Waaster Kasdam Jaya, Letkol Inf Nova Ismaillyanto, SIP, Waasrendam Jaya, Letkol Czi Gunawan S, Dandenzibang Zidam Jaya, Letkol Czi Iim N, Waaslog Kasdam Jaya, Letkol Arh Henri Yudi Setiawan,  S. I.Pem, Dandim 0509/Kab.Bekasi, AKP Syaeful, Kapolsek Cabangbungin mewakili Kapolres Metro Bekasi, Dra.Hj.Aat Barhaty K, MM, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kab.Bekasi mewakili Bupati Bekasi, Suwarto, MM, Camat Cabangbungin, Junaefi Camat Muara Gembong, Para Pasi Kodim 0509/Kab.Bekasi, Para Danramil Jajaran Kodim 0509/Kab.Bekasi, Para Kades Kec.Cabangbungin, Para RT/RW Desa Lenggahsari, Para Tokoh Agama, Para Tokoh Masyarakat.(*).

Penulis : din
TAMBUN bekasitoday.com -Pertunjukan budaya dan sejarah Bekasi diperkenalkan ke masyarakat luas dalam peringatan Hari Pahlawan 10 November 2018, oleh Komunitas Historika Bekasi, bertemakan "Festival Bekasi Tempo Doeloe", bertempat di Gedung Juang, Kecamatan Tambun, Kabupaten Bekasi.

Banyak lomba juga yang di gelar pada perhelatan kali ini dari lomba pakaian jadul sampai pada lomba rebut dangdang.

Sementara, Rahmat Malik, S.Sos, salah satu juri  yang juga sebagai pemerhati silat budaya bekasi mengatakan, ini event luar biasa, bayangkan saja di tengah arus budaya luar yang sulit di bendung masuk ke bekasi, panitia masih mempertahankan budaya betawi bekasi yaitu rebut dangdang, yang tujuan di adakan lomba ini tak lain dan tak bukan sebagai benteng pertahanan budaya, agar para generasi muda jangan lupa dengan budayanya sendiri.

"Saya sendiri bangga dan salut, ternyata lomba ini banyak di ikuti oleh masyarakat bekasi, dan sekitarannya, tercatat hampir 18 padepokan dan sanggar yang mengikuti lomba ini , ini menandakan warga betawi dan bekasi masih cinta  budayanya, "ujar penasehat GM SPBBB  (Gerakan Moral Slaturahmi Pelestari Silat Budaya Bekasi).

Terpisah, Muhsinin Mabrur, Ketua Panitia, mengatakan, Festival Bekasi Tempo Doeloe baru pertama kali digelar, bertempat di Gedung Juang Tambun, Jalan Sultan Hasanudin, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

"Acara ini segaja kita gelar untuk menunjukkan kepada masyarakat tentang budaya dan sejarah Bekasi tempo dulu, pemilihan lokasi acara di Gedung Juang Tambun bagian memperkenalkan secara luas salah satu bangunan tua di Bekasi, "terangnya.

Komposisi acara kata dia, di antaranya talk show bertema sejarah Bekasi yang menghadirkan Endra Kusnawan penulis Buku Sejarah Bekasi. Disambung lomba rebut dandang, salah satu budaya khas Bekasi.

"Kita juga menampilkan kelompok seni dari teman-teman pelajar di daerah Bekasi, lalu juga ada penampilan musik dan tari dari penggiat seni di Bekasi, saat mulai acara pertama-pertama melakukan upacara bendera, lalu mengheningkan cipta untuk menghormati perjuangan para pahlawan kemerdekaan, "jelasnya.

Turut ditampikan dalam Festival Bekasi Tempo Doeloe, tulisan-tulisan dan foto-foto sejarah, berkaitan dengan Bekasi di dalam Gedung Juang Tambun.(*).

Penulis : din
BABELAN bekasitoday.com - Lantaran aspirasi masyarakat terkait perbaikan jalan perjuangan Babelan mulai batas Kota-Kabupaten Bekasi di Kelurahan Kebalen hingga pertigaan asem, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, dinilai tidak direspon oleh pemerintah daerah Kabupaten Bekasi, Senin (12/11) masyarakat Babelan Raya (BARAYA) dan elemen masyarakat lainnya akan memasang bendera kuning tanda "matinya hati nurani penguasa" (Pemda kab bekasi dan DPRD-red) atas rusaknya jalan di Babelan, khususnya di wilayah Kelurahan Kebalen.

"Aksi damai Pemasangan bendera kuning yang akan kita lakukan hari ini adalah bentuk kekecewaan kami terhadap pemerintah daerah dan wakil kami di legislatif, "ungkap Darlim selaku koordinator aksi.

Darlim berharap aksi damai ini dapat mengetuk hati Lurah, Kepala Desa dan Camat Babelan.

"Jika tidak ada solusi maka kami akan mencoba memperbaiki jalan yang rusak ini secara swadaya. Minimal kami akan menutup lubang jalan yang akan membahayakan pengguna jalan, khususnya di beberapa bagian jalan yang rusak parah di wilayah kelurahan Kebalen, "terang Darlim kepada media.

Sementara H. Naryo, tokoh masyarakat Babelan menyatakan akan menggalang gerakan moral perbaikan jalan oleh masyarakat secara swadaya.

"Selama perbaikan jalan oleh warga secara swadaya ini, kami informasikan bahwa untuk sementara jalan yang diperbaiki akan ditutup, "sebagaimana dikutip dari newsbekasi.

Diketahui, dalam aksi ini, selain pemasangan bendera kuning juga terdapat beberapa spanduk yang berisi asiprasi dan tuntutan perbaikan jalan serta pengaturan jam operasi dan batas tonase sesuai kelas jalan, untuk mobil besar seperti truk tanah, mobil tanki dan bus pariwisata yang sering melewati akses jalan di Babelan.(*).

BABELAN bekasitoday.com-Dalam rangka peringati Hari Pahlawan 10 November 2018, Pemerintah Desa Kedung Pengawas Kecamatan Babelan bersama Komunitas Silaturahmi Anak Babelan Ngumpul SI ABANG laksanakan "Pentas Seni dan Doa Bersama".

Nasarudin, Kepala Desa Kedung Pengawas sangat mengapresiasi kegiatan yang digalang komunitas para pemuda, ormas, dan karang taruna ini.

"Kita harus selalu ingat semangat para pejuang dan pahlawan bangsa, terima kasih kepada seluruh jajaran panitia yang telah mengadakan acara ini, "ujarnya dalam sambutan.

Terpisah Wahyu Hidayat, ketua panitia, menjelaskan acara Pentas Seni dan Doa Bersama dimulai dengan karnaval keliling oleh adik-adik sekolah, dan pemuda Kedung Pengawas, kemudian diisi dengan berbagai penampilan puisi, tari, silat, hadroh, hingga menghadirkan veteran pada malam harinya.

"Siang tadi kami mengadakan karnaval untuk memperingati Hari Pahlawan 10 November, pada malam harinya kami menghadirkan Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Markas Cabang Kabupaten Bekasi, Bapak Edi B Somad untuk sedikit bercerita mengenai masa-masa perjuangan, "terangnya.

Diketahui, acara yang digelar sejak siang hingga malam hari di halaman kantor desa Kedung Pengawas kecamatan Babelan ini melibatkan juga komunitas dan ormas pemuda yang ada di desa Kedung Pengawas, seperti BPD, Karang Taruna desa Kedung Pengawas, RAKOMPAS, IKRAM, Rumah Cerdas, Perguruan Silat Cinong Bekasi, Perguruan Silat Sima Maung, Si Rambet Putra Betawi, Keluarga Besar Bekasi Bersilaturahmi (KB3), Rumah Pelangi Bekasi dan lainnya.(*).

Penulis : bisot
BABELAN bekasitoday.com-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, sosialisasi Jaminan Sosial dihadapan ratusan warga, aparatur Desa Kedung pengawas, Kecamatan Babelan, bertempat di aula desa Kedung Pengawas, Kamis (8/11).

Kepala Bidang Pemasaran Penerima Upah (PU) BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, Budi Wahyudi mengapresiasi Kades Kedung Pengawas melalui Kaur Kesra yang memfasilitasi kegiatan sosialisasi jaminan sosial tersebut.

"Ini merupakan langkah baik yang dilakukan pihak Desa Kedung Pengawas untuk mensejahterahkan seluruh perangkat desa yang ada, maupun warganya melalui jaminan sosial, "ujarnya.

Dalam penjelasannya, Budi Wahyudi menambahkan, bagi perangkat desa yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, akan dijamin mengenai kecelakaan kerja.

"Ketika Bapak dan Ibu berangkat bekerja dari rumah, misalnya terjatuh, maka BPJS Ketenagakerjaan akan memfasilitasi biaya pengobatannya di rumah sakit yang telah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Tidak ada batasan biaya, akibat kecelakaan kerja, "tukasnya.

Sebagai penerapan Peraturan Bupati (Perbup) Bekasi yang sudah ada. Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, juga bukti kepatuhan pemerintah desa terhadap pelaksanaan Perbup yang menjamin kesehatannya melalui BPJS Ketenagakerjaan.

"Jadi semua perangkat desa akan dibekali kartu jaminan sosial ketenagakerjaan. Insya Allah di 2018 ini, semua perangkat desa akan kita berikan BPJS nya, supaya ada jaminan bagi mereka dalam bekerja, "terangnya.

Sementara, Nasarudin, Kades Kedung Pengawas sangat mengapresiasi pihak BPJS Ketenagakerjaan, yang telah meluangkan waktunya untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat di desa yang dipimpinnya.

"Dengan adanya BPJS Ketenakerjaan, bisa memotivasi personel perangkat desa untuk bekerja lebih maksimal, khususnya dalam melayani masyarakat. Dengan demikian katanya, perangkat desa dapat terlindungi ketika melaksanakan tugas pemerintahan desa, "terangnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, aparatur desa Kedung Pengawas, para Ketua RT dan RW, pengurus Karang Taruna, Ibu PKK, dan pengurus LPM Desa Kedung Pengawas, serta sejumlah warga.(*).

Penulis : din
TAMBELANG bekasitoday.com-Persatuan Masyarakat Bekasi Utara (PMBU) lakukan peresmian kantor sekretariat dibarengi diskusi publik terkait pemekaran wilayah menuju Daerah Otonom Baru (DOB), bertempat di kampung balong tua, desa Sukabakti, Kecamatan Tambelang, Sabtu (3/11).

Jamaluddin SH, Ketua Umum Persatuan Masyarakat Bekasi Utara (PMBU) dalam sambutannya mengatakan, mudah-mudahan nuansa kali ini adalah nuansa yang mempunyai satu tujuan, untuk kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Kabupaten Bekasi Utara.

"Ini dibentuk atas dasar keprihatinan, untuk menuju Daerah Otonom Baru, harus dengan menjalankan langkah-langkah baru. Dan pemekaran ini adalah Pekerjaan Rumah (PR) kita bersama. Dan kita harus samakan persepsi, "ujar praktisi hukum asli Sukamekar ini.

Menurutnya, ini bukan agenda politik, ini adalah agenda rakyat, dan politik rakyat, dan ini bebas apapun partainya apapun benderanya.

"Untuk sampai kepada agenda tersebut, kita harus samakan persepsi dengan wilayah Bandung, dalam waktu dekat Gubernur Jawabarat akan datang ke sekretariat PMBU yang beralamat di desa Sukabakti, "terangnya.

Saat ini kata dia, Kabupaten Bekasi Utara belum mempunyai Surat Keputusan (SK) tentang Bekasi Utara, tapi sudah disebutkan di dalam peraturan daerah (Perda).

"Lembaga PMBU mudah-mudahan menjadi wadah baru untuk masyarakat Bekasi Utara. Dalam hal menuju Daerah Otonom Baru dalam hal rencana pemekaran, "ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Engkong Guntur Elmogas, Para Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, serta beberapa lembaga salah satunya Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Babelan.(*).

Penulis : din
BABELAN Bekasitoday.com-Beralasan proposal pembangunan yang diajukan tidak kunjung  terealisasi, Kepala Sekolah Dasar Negeri 05 Babelan melalui komite sekolah pungut uang kepada walimurid untuk pembangunan pengerasan halaman sekolah memakai paping blok.

Hj Saryati Kasek SDN 05 Babelan ketika ditemui kepada bekasitoday.com mengaku dirinya hanya mengetahui saja, untuk lebih jelasnya coba tanyakan kepada komite sekolah.

"Ini kan hasil rapat komite, saya selaku kepala sekolah tidak terlalu mencampuri, saya sudah bosen pak mengajukan proposal ke pemerintah, tidak pernah terealisasi, "jelasnya.

Menurutnya, hasil kesepakatan komite dengan walimurid saat rapat, untuk anggaran pengerasan halaman sekolah seluas 750 meter² membutuhkan biaya sebanyak Rp.60.810.000.

"Jadi sebanyak 430 siswa yang tercatat, dari kelas 1 sampai kelas 6, setiap walimurid dibebankan sebesar Rp.142.000, "terangnya.

Sementara, Iyan Ketua Komite sekolah ketika ditanya mengaku bahwa untuk pengerasan halaman sekolah seluas 750 meter ², membutuhkan biaya sebanyak Rp.60.000.000, dan walimurid tidak merasa keberatan.

"Dalam rapat komite pada Hari Sabtu tanggal 04 Agustus 2018, yang dihadiri sebanyak kurang lebih 28 walimurid, disepakati bahwa setiap murid dibebankan biaya untuk pengerasan halaman sekolah sebesar Rp.142.000, dan bagi walimurid yang memiliki anak lebih dari satu cukup membayar sebesar Rp.100.000, biaya tersebut dibayarkan selama tiga kali, di bulan pertama dan kedua walimurid harus membayar sebesar Rp.50.000 setiap bulannya, dan dibulan ketiga sebesar Rp.42.000,  "jelasnya.

Terpisah, Fadriyanto Jusda Wakil Ketua Lembaga Aliansi Indonesia saat dimintai tanggapannya tentang pungutan sekolah terhadap walimurid kepada bekasitoday.com mengatakan, ini jelas pungutan liar (pungli-red), dimana orang tua walimurid masih saja dibebankan untuk pembangunan sarana sekolah. Hal ini jangan dianggap main-main oleh pihak sekolah, dan dalam waktu dekat akan kita kirimkan surat kepada instansi terkait.

"Semua itu jelas sudah diatur dalam Perpres nomor 87 tahun 2016, Presiden RI membentuk satuan tugas (SAPU) bersih pungutan liar. Satgas ini berlaku untuk semua instansi termasuk pendidikan. Ada 58 pembiayaan yang dikategorikan pungutan liar disekolah. Diantaranya uang masuk sekolah dan uang pembangunan, "ungkapnya.(*).
BALI bekasitoday.com-The Coca-Cola System di Indonesia yaitu Coca-Cola Amatil Indonesia (Amatil Indonesia) dan Coca-Cola Indonesia (CCI) mendukung Pemerintah Indonesia yang terus berupaya mengajak semua pihak untuk mendukung berbagai inisiatif yang berhubungan dengan penanganan sampah, salah satunya melalui Gerakan Bersih Pantai dan Laut di Bali yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Hal itu beriringan dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan perkembangan gaya hidup yang semakin modern.

Tiap tahun volume sampah di Indonesia terus meningkat dengan cepat hingga mencapai jutaan ton. Beberapa upaya dan kegiatan terus dilakukan guna menangani peningkatan jumlah sampah tersebut.

Dukungan ini merupakan bagian dari aspirasi “World Without Waste” (“Dunia Tanpa Sampah”) – sebuah komitmen yang fokus pada siklus hidup kemasan yang dipakai–mulai dari perancangan hingga penggunaan daur ulangnya.

“Menjaga kelestarian lingkungan merupakan salah satu pilar keberlanjutan perusahaan kami. Oleh karena itu, sejak Coca-Cola Amatil memasuki pasar Indonesia pada tahun 1992, berbagai kegiatan terkait lingkungan telah dilakukan di seluruh wilayah Indonesia, "ujar Lucia Karina, Direktur Public Affairs, Communications and Sustainability Coca-Cola Amatil Indonesia.

Bali Beach Clean Up merupakan salah satu program lingkungan yang kami inisiasi dan telah berjalan sejak tahun 2007 di sepanjang lima (5) pantai di Bali, yaitu Kuta, Seminyak, Jimbaran, Legian, dan Kedonganan, secara konsisten dan berkelanjutan. Melalui program tersebut, pengumpulan sampah dan pembersihan 9,7 km pantai dilaksanakan setiap hari sepanjang tahun, bekerja sama dengan masyarakat pantai tersebut. Program Bali Beach Clean Up ini juga berhasil menciptakan nilai tambah yang bermanfaat bagi masyarakat, dan membantu menyelamatkan jutaan tukik sebagai bagian dari konservasi penyu. Selain program Bali Beach Clean Up, kami juga berkomitmen untuk mengurangi sampah di fasilitas manufaktur kami dan mendukung berbagai inisiatif masyarakat untuk mengelola sampah dengan benar. Dukungan Coca-Cola Amatil Indonesia diwujudkan dalam bentuk kegiatan bersih-bersih, pelatihan dan lain-lain.

“Coca-Cola Amatil Indonesia dan Coca-Cola Indonesia berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah menjadi bagian dari Gerakan Bersih Pantai dan Laut, yang diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, "terangnya.

Senior Director of Environmental Policy The Coca-Cola Company, Ben R. Jordan juga turut hadir dalam inisiatif tersebut sebagai bagian dari kunjungannya ke Indonesia. Sesuai dengan visi World Without Waste, kami fokus terdapat pengumpulan (collect) dari sampah plastik dan kemudian mdaur ulang agar sampah plastik memiliki lebih dari 1 kehidupan.

"Kegiatan yang dalam program Gerakan Bersih Pantai & Laut dan Bali Beach Clean Up merupakan bagian dari aksi nyata untuk pengumpulan sampah plastik di pantai Bali – Indonesia, "ujarnya.

Sementara, Miss Earth Indonesia tahun 2017, Michelle Victoria Alriani, turut menghadiri kegiatan tersebut, sebagai wujud dukungannya terhadap lingkungan. Hari ini kita diingatkan bahwa tiap usaha sungguh berarti dan pentingnya kolaborasi dalam menciptakan dampak yang positif. Tiap menghadiri inisiatif-inisiatif seperti Bali Beach Clean Up, Clean Up Jakarta Day, serta Gerakan Bersih Pantai dan Laut hari ini.

"Saya berharap generasi muda dapat terinspirasi untuk menjalankan peran masing-masing dalam menjaga lingkungan demi masa depan yang lebih baik, "terangnya.

Diketahui, dukungan Amatil Indonesia terhadap Lingkungan. Diatur oleh empat pilar keberlanjutan terintegrasi, yaitu: People, Wellbeing, Environment dan Community, Coca-Cola Amatil Indonesia telah menggerakkan ribuan karyawan di tiap area untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan komunitas lokal dalam menjalankan berbagai inisiatif bersih-bersih lingkungan. Di tahun 2017, sebagai bagian dari perayaan 25 tahun, Coca-Cola Amatil Indonesia telah menjalankan berbagai program Clean Up di lebih 20 daerah di Indonesia.

Beberapa kegiatan berkelanjutan yang telah dijalankan antara lain: program Water Stewardship untuk mengembalikan jumlah air yang terpakai dalam proses produksi kembali ke alam dan masyarakat (hingga tahun 2017, jumlah air yang telah dikembalikan mencapai 130%), Coke Kicks, Coca-Cola Forest di Lampung, Bandung, dan Semarang (Amatil Indonesia telah menanam lebih dari 6.200 pohon dan menyumbangkan lebih dari 350.000 pohon pada masyarakat), serta City Clean-ups (termasuk kegiatan Bali Beach Clean Up yang sering mendapatkan penghargaan).

Tahun ini, Coca-Cola Amatil Indonesia bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mendirikan pusat pelatihan “waste management” dan menyerahkan bantuan satu unit mesin cacah plastik ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST 3R) Seminyak. Mesin tersebut yang akan mendukung pengadaan teknologi aspal plastik, mengurangi sampah plastik di lingkungan sekitar, serta menciptakan nilai sampah plastik, seharga Rp 2.000 – Rp. 4.000 per kilogram. Sedangkan pusat pelatihan tersebut dipergunakan untuk pemberian program pelatihan bagi komunitas atau institusi yang berkehendak untuk belajar dan membuat bank sampah.

Hingga bulan Juli 2018, program harian Bali Beach Clean Up telah menyingkirkan lebih dari 39 juta kg sampah dari pesisir pantai sepanjang 9,7 kilometer. Program ini didukung dengan 4 traktor pantai, 2 barber surf rakes, 3 truk sampah, 78 kru dari komunitas lokal di sekitar pantai, serta 150 tempat sampah baru tiap tahunnya. Bali Beach Clean Up juga memperpanjang dukungan untuk Kuta Beach Sea Turtle Conservation (KBSTC) sebagai bagian dari program. Lebih dari 195.000 bayi penyu telah dikembalikan ke laut sejak peremian KBSTC di tahun 2010. Selain itu, mulai tahun ini Amatil Indonesia juga mendonasikan tempat sampah yang dibagi menjadi 3 sistem bagi masyarakat di tiap wilayah operasionalnya, termasuk Bali, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Ibu Susi Pudjiastuti.(*).

Penulis : din