BEKASI KOTA bekasitoday.com- Mahfudz Abudrahman anggota DPR-RI fraksi PKS ikut serta dalam pemutaran film BABE yang tayang perdana di XXI Giant Hipermall Bekasi, Senin (28/1).

"Nuansa komedi betawi di balut keseharian kehidupan warga bekasi sangat kental dalam film ini, banyak lokasi sejarah bekasi di tampilkan walau cuma beberapa menit saja di tampilkan, itu mengingatkan betapa luas dan banyak peninggalan- peninggalan sejarah bekasi, "jelasnya.

Dirinya sangat bangga dan terharu bekasi bisa menampilkan gambaran luas yang terlihat cantik melalui film.

"Saya menyarankan para warga bekasi dan para pelajar untuk menonton film ini, kedepan kalau bisa bekasi membuat film - film heroik nya para pejuang bekasi karena banyak cerita dan sejarah bekasi yang bisa di kemas apik dalam sebuah film layar lebar. Hal yang menarik dari film BABE ini adalah mencuatnya asal usul nama bekasi yang sebenarnya. Padahal selama ini masyarakat mengetahui nama Bekasi berasal dari kata Bhagasasi ternyata salah, "terangnya.

Sementara itu Tokoh budaya betawi Ridwan Saidi dalam adegan film itu memaparkan bahwa nama Bekasi berasal dari kata Besakih yang dalam bahasa Bali dan Tangerang artinya tempat yang suci.

“Ini sejarah yang harus diluruskan bahwa nama Bekasi bukan dari kata Bhagasasi tetapi dari kata Besakih yang artinya tempat suci, ”jelas Ridwan Saidi dalam konferensi pers usai nonton bareng.

Selain meluruskan asal usul nama Bekasi, Ridwan Saidi juga mengungkapkan jika Kerajaan Tarumanegara yang saat ini masyarakat kenal ternyata hanya cerita dongeng semata.

“Kerajaan Tarumanegara dalam sejarah nusantara tidak ada, itu hanya dongeng saja. Saya pun berani berargumen dan membuktikan kalau itu hanya dongeng, "beber tokoh betawi ini serius.

Produser Ants Project, Antistin mengatakan, Film BABE mengandung nilai edukasi sejarah dengan mengenalkan seni budaya, kuliner dan kultur masyarakat betawi bekasi yang belum banyak dikenal masyarakat.

“Film ini layak ditonton masyarakat Bekasi terutama pelajar karena menceritakan dan mengenalkan budaya, seni, kuliner dan kultur masyarakat bekasi yang bermacam – macam yang belum banyak diketahui secara umum, ”ujar Antis.

Dengan sajian drama percintaan dan komedi, memang film BABE ini lebih banyak mengulas tentang keseharian masyarakat betawi bekasi dengan logat dan kulturnya dengan dibumbui percintaan ala anak muda, agar lebih segar ditonton khususnya untuk anak remaja.

“Film BABE ini memang belum sempurna disebut sebagai film, karena ada beberapa hal hal yang tidak tercakup dari sisi sinema.

"Awalnya memang konsepnya seperti Film Televisi (Ftv), itu yang pertamakali saya tanyakan ke Bu Antis, lalu bu Antis bilang nanti film ini ditayangkan di bioskop, "terang Sutradara Film Hasto Broto, usai nonton bareng bersama Wakil Walikota Tri Ardianto, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata, Zarkasih, Kepala Dinas Pendidikan, Ali Fauzi, Tokoh Budaya Bekasi dan seluruh crew film.

Untuk itu lanjut Hasto timnya mampu merampungkan film BABE ini dalam waktu 6 hari saja.

"Meski pun sebelum syuting harus menemui tokoh seni budaya bekasi, yang dinilai berkopeten, seperti Ridwan Saidi, Abdul Choir, Kong Guntur Elmogas, serta H Usman Effendi, "ujar penulis skenario Maja Yusirwan atau dikenal Majayus Irone.

Diketahui, Film BABE berlatar belakang budaya, seni dan kultur etnis Betawi Bekasi, karya Maja Yusirwan yang dibintangi aktor Dwi Andika sebagai Ali dan Zoe Jackson sebagai Betty.(*).

Penulis : din



Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.