CIKARANG bekasitoday.com- Guna meningkatkan jiwa militansi Prajurit dalam mewujudkan netralitas TNI, Kodim 0509/Kabupaten Bekasi laksanakan kegiatan pembinaan mental (bintal) rohani, ideologi dan Kejuangan Satuan Jajaran Kodam Jaya, bagi prajurit TNI beserta ASN dan keluarganya, diikuti sedikitnya 150 orang prajurit dan ASN, bertempat di Aula Makodim 0509/Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Senin (14/1).

Turut hadir dalam giat bintal tersebut, para Danramil Jajaran Kodim 0509/Kab.Bekasi, para Perwira staf Kodim 0509/Kab.Bekasi, para Prajurit Jajaran Kodim 0509/Kab.Bekasi, para Persid dan  ASN jajaran Kodim 0509/Kab.Bekasi.

Dalam sambutannya, Mayor Arm Afriansyah SE, mengatakan, bahwa Komandan Kodim ada kegiatan lain, sehingga dirinya yang mewakili.

"Diharapkan dengan diadakannya kegiatan ini para prajurit dan ASN betul-betul memperhatikan apa yang akan disampaikan nanti, dan semoga kegiatan bintal ini dapat menambah wawasan kita sekaligus bisa mengaplikasikan dengan baik, "ujarnya.

Sementara, Kapten Inf Made Rumbiawan dalam sambutannya mengatakan, Bahwa netralitas adalah harga mati. Karena itu merupakan bagian dari militansi, yaitu sikap yang tidak Mudah goyah dan terpengaruh, hal ini yang selalu ditekankan Oleh bapak Panglima TNI.

"Militansi prajurit antara lain, Prajurit harus semangat, semangat tak Kenal menyerah-semangat rela berkorban. Etos kerja yang baik karena kerja adalah Rahmat, ibadah, panggilan, seni dan kehormatan. Ksatria dan Patrotisme. Pada, Cinta dan setia pada tanah air, sementara Keperwiraan meliputi, Kejujuran keteladanan, keadilan, kepedulian, dan tanggung jawab, "terangnya.

Dirinya menambahkan, Netralitas adalah Harga Mati, tidak berpihak atau tidak ikut membantu kepada salah satu pihak, karena tahun ini adalah tahun implemantasi atau tahun Pemilu. TNI wajib mengamankan penyelenggaraan Pemilu. TNI tidak menggunakan haknya untuk memilih Paslon. TNI Tidak  memihak tidak memberi dukungan kepada Salah satu kontestan. TNI Tidak boleh melibatkan perorangan dan satuan TNI pada rangkaian Pemilu. TNI tidak memilih Salah satu Paslon Serta dilarang memberi arahan dalam menentukan pelaksanaan pemilu.

"TNI dan ASN dilarang menjadi penyelenggara Pemilu. TNI dan ASN dilarang berada di Area atau tempat Saat penyelenggara Pemilu. TNI dan  ASN baik secara perorangan atau satuan atau Instansi dilarang menyambut dan mengantar peserta Pemilu. TNI dan ASN dilarang menjadi juru kampanye. Prajurit aktif tdk berpolitik praktis.(*).

Penulis : din
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.